Nasib Ratusan Jemaah Calon Haji Kota Banjar Masih Menggantung

Nasib Calon Jemaah Haji Kota Banjar
Ilustrasi Ibadah Haji. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Nasib ratusan jemaah calon haji 1442 H asal Kota Banjar, Jawa Barat, yang akan berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci pada musim haji tahun 2021 masih menggantung. Serta belum ada kepastian.

Menurut Kepala Kementerian Agama Kota Banjar H. Badruzzaman, melalui Kasie Haji dan Umroh H. Endang Syarif Hidayat, tidak adanya kepastian pemberangkatan jemaah calon haji tersebut lantaran belum adanya kepastian kuota haji yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi.

Sementara berdasarkan Tim Mitigasi Haji Kemenag, untuk tenggat waktu persiapan penyelenggaraan pelaksanaan ibadah haji telah melewati batas akhir.

Pihaknya, sambung Endang, sampai saat ini masih melakukan koordinasi dan menunggu kepastian dari pemerintah pusat perihal kejelasan ada tidaknya penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2021 ini.

“Belum ada kepastian penyelenggaraan ibadah haji karena kuotanya juga belum ada. Kami juga masih koordinasi dengan pemerintah pusat,” kata Endang kepada HR Online, Selasa (1/5/2021).

Lanjut Endang mengatakan, dari data yang ada untuk Kota Banjar sendiri jumlah jemaah calon haji yang ditunda pemberangkatannya pada tahun 2020 dan menjadi prioritas tahun ini yaitu sebanyak 176 orang.

Prioritas tersebut karena mereka tidak bisa menunaikan ibadah haji pada tahun lalu. Sebagai imbas tidak dibukanya kebijakan ibadah haji oleh Pemerintah Arab Saudi karena wabah pandemi Covid-19.

H. Endang menambahkan, dari 176 orang jemaah calon haji tersebut terdapat dua orang yang mengambil kembali biaya pelunasan ibadah haji.

Namun menurutnya, pengambilan itu tidak mempengaruhi atau membatalkan dua orang tersebut sebagai jamaah calon haji. Karena yang diambil itu hanya biaya pelunasannya saja.

“Sejauh ini ada dua orang yang sudah mengambil biaya pelunasan. Nanti jika sudah ada kepastian dan perkembangan akan kami informasikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu