Pandemi Covid-19, Petani Jahe di Tasikmalaya Kebanjiran Pesanan

Petani Jahe di Tasikmalaya
Petani jahe di Kampung Parung, Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto: Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),– Sejumlah petani jahe di Kampung Parung, Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kebanjiran pesanan. Para petani pun mulai meningkatkan produksi tanamannya, seiring tingginya permintaan jahe di pasaran. 

Para petani jahe di Tasikmalaya ini sebelumnya banyak yang kehilangan pekerjaannya lantaran pandemi Covid-19. Namun kini perekonomian mereka menggeliat kembali. 

Hal ini terlihat dari banjirnya pesanan jahe. Bahkan jahe yang berusia delapan bulan sudah antri pembeli baik perorangan maupun konsumen dari pabrik yang membutuhkan bahan baku dari jahe.

Taufik, salah seorang pengelola kebun jahe di Tasikmalaya mengatakan, kebutuhan meningkatkan imunitas tubuh membuat permintaan jahe meningkat.

“Warga bersama kelompok tani mulai menanam jahe yang memang harganya sangat tinggi dari awal masa pandemi Covid-19,” katanya, Senin (14/6/2021).

Taufik mengatakan, ia menanami lahan 6 hektar dengan jahe yang dikelola bersama Kelompok Tani.

“Kini menjelang panen, sudah banyak yang memesan. Namun kami pengelola masih menunggu panen yang maksimal,” ucapnya.

Bisnis jahe di masa pandemi Covid-19 memang menjanjikan, karena itu tak heran banyak warga yang terlibat dalam bercocok tanam jahe. 

“Selain untuk produksi kami juga para petani menyediakan untuk pembibitan yang nilai jualnya lebih tinggi. Bahkan kami telah mengantongi sertifikat kelayakan,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online)

Editor: Ndu