Perbedaan Akut dan Kronis yang Wajib Kita Paham dan Kenali

perbedaan akut dan kronis
Kenali perbedaan akut dan kronis. Foto: Ist/Net

Perbedaan akut dan kronis sering membuat kita bingung. Meskipun dokter sudah menjelaskan kondisi pasien, kita yang awam lebih memahaminya sebagai kondisi lanjutan yang semakin parah. Padahal pemahaman ini penting untuk penanganan terhadap penderita.

Dalam mendefinisikan suatu penyakit, kita sering mendengar dua istilah kedokteran yang kerap kali muncul, yaitu akut dan kronis. Sekilas keduanya terkesan mirip, namun sebenarnya punya perbedaan. Lantas, apa sih perbedaan kedua kondisi medis tersebut?

Nah, agar tidak salah paham atau menganggap keduanya sama padahal secara harfiah definisinya berbeda, Anda perlu membaca artikel ini. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas perbedaan keduanya untuk Anda.

Perbedaan Akut dan Kronis

Akut merupakan suatu istilah yang menggambarkan kondisi ketika gejala penyakit seseorang muncul secara tiba-tiba dan memburuk dalam waktu yang cepat. Kemudian ada yang menghilang tiba-tiba dan ada yang tidak.

Sementara, kronis merupakan suatu istilah yang menggambarkan kondisi adanya penyakit yang berkembang secara bertahap, dan akan semakin buruk seiring berjalannya waktu. Itulah dasar perbedaan akut dan kronis sebenarnya.

Baca Juga : Hati-hati! Semakin Lebar Lingkar Pinggang, Risiko Penyakit Kronis Kian Meningkat

Ciri Penyakit Akut

Ketika sakit yang seseorang alami merupakan sakit yang tergolong akut, sensasi yang orang bersangkutan rasakan akan terasa menusuk secara tiba-tiba. Rasa sakit ini jauh lebih parah ketimbang sebelumnya.

Rasa sakit tersebut biasanya tidak akan hilang sampai mendapat pengobatan untuk meringankan rasa sakit tersebut. Walaupun begitu, tidak semua orang akan mengalami kondisi seperti ini.

Ada banyak perbedaan akut dan kronis. Sifat penyakit kronis bertahan lama dalam tubuh penderitanya. Contohnya adalah ketika Anda pertama kali terserang infeksi sinus pada hidung, kondisi ini merupakan penyakit akut.

Akan tetapi, jika sinus sudah kita obati dan tidak kunjung sembuh karena suatu hal, maka kondisi penyakit akut karena sinus bisa berkembang dan berubah menjadi penyakit kronis.

Pada penyakit akut seperti flu atau pilek, hal yang sama terjadi bahwa rasa tidak nyaman karena gejala yang penderita rasakan tidak akan mereda sampai mendapat obat.

Akan tetapi, pada beberapa kondisi tidak semuanya berlangsung seperti itu. Ada juga penderita flu atau pilek yang mengalami kondisi yang mana gejala flu dan pilek muncul secara tiba-tiba. Kemudian bertambah parah. Namun setelah itu menghilang.

Baca Juga : Main Facebook & Twitter Bisa Atasi Penyakit Kronis

Jika hal tersebut terjadi, itu artinya tubuh orang yang mengalami flu atau pilek sudah memiliki imun yang sangat kuat untuk menghilangkan flu dan pilek dalam tubuh dengan sendirinya.

Beberapa penyakit juga tergolong sebagai penyakit akut seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Penyakit ini merupakan penyakit akut karena seringkali terjadi seketika, kemudian menghilang tiba-tiba.

Begitu juga dengan seseorang yang terserang demam. Demam tergolong sebagai penyakit akut karena demam bisa terulang, namun tidak akan berkaitan atau berhubungan dengan keadaan demam yang sebelumnya kita alami.

Jadi kesimpulan perbedaan akut dan kronis adalah, penyakit kronis akan menyerang tubuh secara perlahan. Namun kondisi kronis sudah jauh lebih parah ketimbang saat masih akut.

Ciri Penyakit Kronis

Penyakit kronis terjadi ketika ada suatu penyakit yang bersarang dalam diri Anda selama rentang waktu tertentu. Kondisi ini biasanya tidak bisa sembuh walau dengan berbagai cara.

Baca Juga : Riwayat Alamiah Penyakit untuk Penanganan yang Lebih Efektif

Selain itu, kondisi ini biasanya atau bahkan bisa berkembang menjadi semakin parah seiring dengan berjalannya waktu. Sebagai gambaran perbedaan akut dan kronis kita ambil contoh penyakit kronis itu adalah sakit punggung.

Sakit punggung ini bisa muncul dan pergi dan juga akan mereda setelah melakukan pemijatan atau meredakan sakitnya dengan koyo.

Akan tetapi, sakit ini termasuk dalam jenis penyakit kronis karena membutuhkan terapi dan pengobatan yang berkesinambungan. Penanganan yang terus menerus ini penting agar penyakitnya benar-benar sembuh.

Contoh lainnya dari kondisi kronis adalah penyakit diabetes atau kencing manis. Kondisi penderita penyakit ini biasanya akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Bahkan setelah mendapat pengobatan.

Intinya, penyakit kronis adalah penyakit yang sulit bisa kita sembuhkan. Selain itu, efek atau dampaknya juga tidak bisa hilang dari penderita.

Nah, sekarang sudah tahu bukan apa yang menjadi perbedaan akut dan kronis? Pemahaman ini penting agar kita jangan sampai salah memahami atau penyebutannya. Sehingga kita bisa membantu memberikan penanganan yang lebih baik. (R11/HR-Online)

Editor : Eva Latifah