Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita TerbaruPfizer Vaksin Penanggulangan Virus Corona

Pfizer Vaksin Penanggulangan Virus Corona

Pfizer vaksin menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi virus corona. Terlebih kini ada varian baru yakni Delta sampai Delta plus yang menghantui seluruh dunia.

Vaksinasi memang sedang sejumlah negara lakukan secara menyeluruh. Apalagi angka pasien Covid-19 kian tinggi. Belum lagi pasien meninggal seakan terus bertambah setiap waktunya. Karena inilah pemerintah dari berbagai negara di dunia mengupayakan vaksinasi sesegera mungkin.

Selain itu, sejumlah perusahaan farmasi di seluruh dunia berlomba-lomba menciptakan vaksin terampuh. Apalagi untuk Delta varian yang disebut-sebut lebih cepat menular daripada virus lainnya. Seperti apa Pfizer vaksin ini?

Mengenal Pfizer Vaksin

BNT162b2 merupakan nama lain dari Pfizer vaksin. Merupakan vaksin guna pencegahan infeksi virus bernama SARS-CoV-2 sebagai penyebab penyakit Corona. Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara dua perusahaan.

Perusahaan itu ialah bioteknologi BiNTech yang ada di Jerman bersama perusahaan farmasi Amerika yakni Pfizer. Pengembangan vaksin sudah berlangsung sejak tahun 2020 lalu. Pfizer merupakan vaksin mRNA atau messenger RNA.

Jenias vaksin satu ini akan memicu sistem kekebalan tubuh manusia sehingga mampu membentuk spike protein. Nantinya spike protein akan membantu tubuh untuk membentuk antibody. Kemudian antibody inilah yang mampu melawan virus Corona.

Hasil uji klinin tahap III yang berlangsung di sejumlah negara, Pfizer memiliki nilai efikasi sampai 95%. Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Argentina, Jerman, Turki, Brazil serta Afrika Selatan. Vaksin ini akan dokter berikan dengan cara penyuntikan ke otot intramuscular atau IM.

Suntikan Pfizer akan dokter berikan sebanyak 2 kali dengan berjarak sampai 21 hari. Adapun pemberian dosis vaksin dalam satu kali suntik ialah 0,3 ml. Guna antisipasi terjadinya KIPI atau kejadian ikutan pasca imunisasi serus, penerima vaksin sebaiknya tetap di tempat vaksinasi selama 30 menit.

KIPI sendiri merupakan keluhan maupun kondisi medis yang bisa terjadi setelah menerima vaksin. Termasuk di dalamnya efek samping maupun reaksi alergi kepada vaksin. Pfizer vaksin harus tersimpan dalam freezer bersuhu sangat rendah hingga -70. Serta terhindar dari paparan matahari secara langsung.

Vaksin Yang Efektif Untuk Varian Delta

Virus varian Delta terbilang sebagai pemicu utama meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah daerah. Beberapa pihak khawatir jika varian ini mengurangai efektivitas vaksinansi. Tetapi kini ada kabar baik, Pfizer vaksin serta AstraZeneca terbilang efektif setelah dua dosis untuk pencegahan rawat inap varian Delta.

Menurut otoritas kesehatan di kawasan Inggris, kedua jenis vaksin ini mampu membuat orang-orang terlindungi secara penuh. Vaksin Pfizer serta BioNTech SE tersebut hingga 96 persen efektif untuk pencegahan rawat inap pasca pemberian dua dosis.

Sementara itu, untuk suntikan AstraZeneca serta Universitas Oxford Covid sekitar 92 persen tingkat efektifannya. Hasil tersebut berdasar analisis yang Public Health England umumkan. Hasil ini juga sebanding dengan perlindungan yang vaksin tawarkan untuk varian alpha. Yakni varian yang pertama kali muncul di negara Inggris.

Melansir salah satu sumber, negara Inggris tengah berlomba untuk vaksinasi terhadap populasi di negaranya. Hal ini terjadi setelah varian yang pertama kali terdeteksi di India mulai menyebar. Perdana Menteri Boris Johnson mendorong rencananya kembali guna mencabut pembatasan di Inggris 4 minggu lamanya.

Upaya tersebut berguna untuk mencoba pencegahan kasus ribuan kematian tambahan. Meskipun Covid-19 telah meningkat cepat terlebih ada varian baru, hasil terbaru ini akan meredakan kekhawatiran. Terlebih mengenai peningkatan tekanan untuk sejumlah rumah sakit.

Temuan pada bulan Mei lalu menunjukan jika tingkat efektivitas pada kedua vaksin berkisar 33 persen tiga minggu pasca dosis pertama. Studi tersebut menunjukan jika suntikan Pfizer vaksin sekitar 88% efektif dua minggu pasca dosis kedua.

Pakistan Akan Terima 13 Juta Dosis Pfizer

Negara Pakistan sudah membuat kesepakatan tentang pengadaan 13 juta dosis Pfizer vaksin untuk Covid-19. Bedasarkan laporan, kesepakatan tersebut sudah Menteri Kesehatan yakni Faisal Sultan konfirmasi pada Selasa 22 Juni lalu.

Sultan mengatakan jika batas waktu untuk pengadaan secara pasti memang belum tersedia. Akan tetapi ia berkata jika dosis vaksin akan tiba di Pakistan pada akhir tahun 2021. Hal ini berlangsung di bawah kesepakatan yang sudah pemerintah buat bersama produsen.

Awalnya Pakistan menghadapi keraguan terhadap vaksinasi awal serta kekurangan pada pasokan vaksin. Akan tetapi kini mereka mlai kampanye vaksinasi massal di akhir bulan Mei yang terbuka untuk seluruh orang dewasa. Pakistan juga sangat bergantung pada sekutu yakni Tiongkok guna pasokan vaksin penanggulangan Covid-19.

Pada tanggal 29 Mei lalu, Pakisatan sudah menerima 100 ribu dosis Pfizer lewat fasikitas Covax. Akan tetapi, pihak berwenang hanya memberikan kepada orang-orang yang kekebalannya terganggu serta tidak cocok terhadap vaksinasi lain.

Hampir sebanyak 13 juta dosis vaksin Covid-19 sudah mereka berikan di negara denan penduduk 220 juta orang ini. Setidaknya sekitar 3,5 juta warga sudah mendapat vaksinasi secara penuh. Data tersebut berdasarkan Pusat Operasi Komandi Nasional, sebagai pengawas respons pandemic.

Pakistan sendiri utamanya menggunakan vaksin asal Tiongkok yakni Sinopharm, Sinovac serta CanSinoBio untuk upaya inokulasinya. Pada awal bulan, otoritas setempat mengizinkan mereka yang berusia 40 tahun kebawah untuk penerimaan vaksin Astrazeneca.

Sebab Astrazeneca persediaannya terbatas untuk sejumlah orang yang bepergian ke negara-negara yang membutuhkan.  Awal bulan, Pakistan sudah menyetujui anggaran sebanyak US$ 1,1 miliar atau Rp. 15,8 triliun guna pengadaan vaksin. Anggaran tersebut juga termasuk untuk Pfizer vaksin.

50 Juta Dosis Pfizer Akan Tiba Bertahap Di Indonesia

Sementara di Indonesia juga akan meneraima Pfizer vaksin sebagai upaya penanggulangan virus corona. Kementrian Kesehatan menyebut jika tanah air sudah mempunyai komitmen mendatangkan 50 juta dosis vaksin.

Adapun 50 juta dosis vaksin ini untuk perusahaan farmasi Amerika Serikat yakni Pfizer secara bertahap mulai bulan Agustus 2021 mendatang. Indonesia sejauh ini sudah mendatangkan 10,47 juta dosis baik vaksin mentah maupun sudah jadi.

Sebanyak empat merek vaksin sudah mereka tetapkan guna program vaksinasi secara nasional. Antara lain Sinovac, Novavax, AstraZeneca juga Pfizer.

Juru bicara vaksinasi dari Kemenkes yakni Siti Nadia Tarmizi menyampaikan jika Pfizer akan datang bertahap mulai Agustus. Nadia berkata jika rencana kedatangan Pfizer mereka harapkan mampu membantu upaya akselerasi vaksinasi nasional.

Sedangkan untuk saat ini pemerintah hanya mengandalkan dua vaksin untuk program vaksinasi yakni Sinovac serta AstraZeneca. Nadia melanjutkan jika dari 50 juta dosis perkitaan bertahap mulai dari 5 sampai 12 juta dosis di setiap bulannya.

Akan tetapi kepala BPOM yakni Penny K Lukito menyatakan jika sampai sekarang pihaknya belum menerima pengajuan izin darurat terkait vaksi Pfizer. Sebagaimana yang kita ketahui, vaksin hanya bisa dokter gunakan jika sudah mendapat lampu hijau yaitu EUA dari otoritas yang berwenang. Otoritas tersebut dalam hal ini adalah BPOM.

Target vaksinasi pemerintah untuk dosis kedua baru pada kisaran 6,82 persen. Semoga dengan Pfizer vaksin varian delta bisa tertanggulangi.