Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita TerbaruPlasma Konvalesen Sebagai Obat, Sekedar Tren Atau Teruji Klinis?

Plasma Konvalesen Sebagai Obat, Sekedar Tren Atau Teruji Klinis?

Plasma konvalesen sebaga obat menjadi pilihan saat korban Covid-19 bertambah setiap harinya hingga banyak rumah sakit yang mulia kewalahan. Apalagi tak sedikit yang kemudian berakhir dengan sebuah kematian.

Pandemi yang melanda seluruh negara di dunia lebih dari satu tahun, nyatanya belum juga berakhir. Bahkan kini bukan hanya satu jenis virus saja, akan tetapi telah bermutasi dengan jauh lebih berbahaya.

Meskipun belum ada obat yang efektif dapat menyembuhkan dan melawan virus ini. Terdapat keyakinan akan kemampuan dari sebuah plasma darah yang lebih terkenal dengan nama konvalesen.

Tak banyak orang mungkin juga termasuk Anda mengetahui varian Covid yang ada saat ini. Karena nyatanya semakin lama, jenis yang muncul semakin ganas dan sulit terdeteksi.

Tak heran jika kemudian penyebaran serta ada pula yang mengalami tanpa ada gejala atau OTG. Hal tersebut tentu saja sangat menghawatirkan karena banyak pula anak-anak serta remaja yang terinfeksi.

Meskipun pemberian vaksin mulai gencar pada banyak kota, akan tetapi tak dapat langsung menurunkan jumlah korbannya. Bahkan jumlahnya kini masih cukup tinggi terutama pada kota besar di Pulau Jawa.

Tak heran jika kemudian tersebar kemampuan dari plasma konvalesen dalam membantu untuk melawan virus tersebut. Saat ini banyak keluarga pasien yang mencari serta membutuhkannya.

Terdapat keyakinan akan kemampuan plasma konvalesen sebagai obat dalam penyembuhan pasien. Apalagi korban Covid-19 terus bertambah, semakin banyak pula yang membutuhkannya.

Meskipun memerlukan sebuah penelitian lanjutan akan kemampuan dari plasma darah tersebut. Namun nyatanya hingga kini kebutuhan akan konvalesen semakin meningkat.

Apa Fungsi Dari Sebuah Plasma Konvalesen

Sekarang ini korban Covid-19 bertambah banyak, sehingga keluarga pasien berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Plasma konvalesen sebagai obat menjadi sebuah harapan bagi para pasien tersebut.

Tak banyak yang mengetahui fungsi dari sebuah plasma darah atau konvalesen dan cenderung terlupakan. Padahal perannya sangat penting, tak kalah dengan trombosit, sel darah merah juga sel darah putih.

Plasma darah merupakan sebuah cairan berwarna kekuningan yang memiliki fungsi membawa sel darah. Bukan hanya itu saja, terdapat beberapa manfaat darinya, yaitu :

Menjaga keseimbangan

Keyakinan plasma konvalesen sebagai obat, karena mengandung protein dalam jumlah cukup banyak seperti fibrinogen serta albumin. Maka keseimbangan cairan tubuh dapat terjaga serta mempertahankannya.

Mengangkut Limbah

Dalam tubuh terdapat banyak limbah atau sisa hasil metabolisme yang harus segera terbuang. Plasma darah akan membantu untuk membawa limbah tersebut ke area tubuh lainnya.

Menjaga Suhu

Fungsi lainnya dari plasma darah adalah menjaga suhu tubuh. Dengan melepaskan panas atau pun menyerap  sesuai dengan apa yang tubuh butuhkan.

Proses Pembekuan

Plasma darah memiliki faktor untuk membantu pembekuan darah. Tak heran jika kadarnya rendah, maka saat terjadi pendarahan sulit untuk berhenti.

Keseimbangan Asam dan Basa

Terdapat magnesium, kalium, kalsium, bikarbonat serta natrium dalam plasma darah. Elektrolit tersebut berfungsi unutk menjaga keseimbangan asam serta basa dalam tubuh.

Melawan infeksi

Imunoglobulin yang terkandung dalam plasma sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh. Tak heran jika  korban covid-19 bertambah, sangat membutuhkan konvalesen tersebut.

Cara Untuk Melakukan Terapi Plasma Konvalesen

Saat ini pandemi belum juga berakhir, bahkan korban masih terus berjatuhan setiap hari. Pada banyak kota, rumah sakit yang tersedia mulai tak dapat lagi menampung para pasien Covid.

Sejak awal pandemi ini melanda, ada banyak berita yang mengatakan jika ada terapi yang cukup ampuh. Sebuah cara dengan menggunakan plasma konvalesen sebagai obat dari pasien yang telah sembuh.

Anda juga mungkin semakin sering mendengar banyak yang mencari plasma darah dari penyitas Covid-19. Karena banyak yang meyakini jika darah dari pasien yang telah sembuh mengandung antibodi.

Antibodi itulah yang mampu membantu penyembuhan para pasien Covid. Apalagi saat ini korban terus bertambah banyak setiap harinya.

Sebelum melakukan terapi plasma darah, maka penyitas harus terlebih dahulu melakukan sejumlah pemeriksaan. Selain itu ada persyaratan yang harus terpenuhi sebelum melakukannya.

Darah dari penyitas akan mengalami sebuah proses untuk menghilangkan sel darah. Sehingga hanya tersisa cairan atau plasma darah serta antibodi.

Plasma darah inilah yang nantikan akan membantu pasien untuk melawan virus Covid. Plasma darah atau konvalesen merupakan caar dalam pengobatan bukan pencegahan.

Namun, menurut banyak ahli bahwa penggunaan plasma konvalesen hanya dapat untuk kondisi darurat atau pun penelitian saja. Bahkan di Amerika Serikat terbukti terapi ini cukup ampuh dalam membantu penyembuhan.

Berdasarkan hasil program untuk membuktikan keberhasilan plasma tersebut, 35% angka kematian menurun.  Rentan usia yang paling banyak mendapat manfaat dari plasma tersebut adalah usia di bawah 80 tahun.

Meskipun plasma konvalesen sebagai obat dapat mengurangi jumlah korban yang terus bertambah. Namun, tetap membutuhkan penelitian lebih lanjut agar hasilnya lebih maksimal lagi.

Ternyata Bukan 3, Ada 10 Varian Covid

Saat ini ada beberapa varian dari Covid-19 di dunia, meskipun tak banyak yang mengetahuinya. Berikut ini jenis yang ada dan perlu Anda ketahui.

Varian Alpha

Merupakan jenis yang pertam kali muncul di Inggris pada Desember tahun 2020, dengan beberapa gejala. Batuk, demam. Sulit bernafas, hilangnya indera penciuman serta keluhan pada saluran pencernaan menjadi gejala dari jenis ini.

Varian Beta

Virus Corona jenis ini pertama kali muncul di teluk Nelson Mandela, Afrika pada Oktober tahun 2020. Varian ini memiliki tingkat penularan cukup tinggi serta mengakibatkan jumlah kematian yang banyak.

Varian Gamma

Virus Corona yang pertama kali muncul di Brasil yang karakteristiknya hampir sama dengan Beta. Merupakan sebuah respon dari gelombang pertama pandemi dan mampu lolos saat terjadi netralisasi pada inkubasi dengan antibody.

Varian Delta

Merupakan sebuah jenis atau mutasi baru dengan kemampuan menular serta menyebar dengan lebih cepat.  Varian ini telah mulai  menyebar ke beberapa wilayah termasuk Jakarta, hingga plasma konvalesen sebagai obat semain banyak yang membutuhkannya.

Varian Epsilon

Jenis baru ini lebih banyak yang mengenal sebagai varian California. Tingkat penularan dari  Epsilon lebih parah sehingga menimbulkan banyak kekhawatiran.

Varian Zeta

Varian ini telah terdekti lebih awal di Inggris yang kemudian menyebar di Rio de Janeiro. Jenis ini tak terlalu mengkhawatirkan untuk membuat korban Covid-19 bertambah dari pada yang lainnya.

Varian Eta

Jenis baru ini terindentifikasi di Inggris dalam beberapa waktu yang lalu. Meskipun para ilmuwan masih mengawasi dan melakukan penelitian, karena belum ada bukti penularan serta penyebarannya.

Varian Theta

Jenis yang satu ini berasal dari Filipina dan merupakan temuan dari sampel lokal pada Maret 2021. Meskipun belum ada bukti dampak kesehatannya, akan tetapi masih dilakukan pengawasan dari kemungkinanpenularannya.

Varian Iota

Varian ini merupakan hasil dari pengumpulan sampel di kota New York. Belum tersebar luas, akan tetapi penyebaranya efektif pada kota metropolitan.

Varian Kappa

Jika kemudian korban Covid-19 bertambah setiap harinya, karena kemampuan mutasi dari virus tersebut. Begitu pula dengan varian baru ini yang memiliki kemampuan mutasi ganda.

Pertama kali muncul di India dan resisten terhadap antibodi Bamlanivimab. Antibodi pada pengobatan Covid-19 serta menurunnya kerentanan terhadap sebuah antibodi netralisasi.

Itulah alasan kenapa banyak orang yang meyakini jika plasma konvalesen sebagai obat benar adanya, bukan hanya tren. Meskipun kondisi pasien tetap menjadi kunci utama dari keberhasilan terapi tersebut.

- Advertisment -