Akibat Covid-19, Program Pahe 2020 untuk Sekolah di bawah Kemenag Pangandaran Nihil

Program Pahe
Plt Kadisdikpora Pangandaran saat memberikan penjelasan kepada Kepala Sekolah dan Guru Ngaji di salah satu hotel di Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran menegaskan program pahe (Pangandaran Hebat) merupakan salah satu komitmen pemda dalam dunia pendidikan dengan menggratiskan sekolah dari SD hingga SMA.

Program tersebut tujuannya antara lain agar sekolah tidak lagi memungut biaya pendidikan kepada orang tua siswa.

Plt Kadisdikpora Pangandaran, Agus Nurdin, mengatakan, program tersebut sudah berjalan dari 2016 dan masih berjalan sampai saat ini.

Namun, di tahun 2020 terkendala covid-19 sehingga terjadi refocusing anggaran, salah satunya yang peruntukkannya sekolah swasta yang mendapatkan hibah dipangkas.

Dalam realiasinya, tahun 2019 untuk SD dan SMP negeri pemda mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10,9 miliar, hibah sekolah swasta Rp 5,1 miliar, sekolah di bawah Kemenag Rp. 6,2 miliar dan bantuan SMA/sederajat sebesar RP 9,6 miliar.

“Itu totalnya Rp 31,9 miliar. Setiap tahunnya anggaran program ini terus bertambah sejak 2016 hingga 2019. Namun ketika 2020 mengalami penurunan yang begitu drastis,” ungkapnya, Rabu (10/6/2021).

Penurunan tersebut, sambungnya, untuk SD-SMP negeri sebesar Rp 7,5 miliar, SMA/sederajat Rp 1,9 miliar dan yang di bawah naungan Kemenag nol rupiah.

baca juga: Jeje Angkat Bicara Soal Kejelasan Program Pangandaran Hebat

Realisasi Program Pahe Bukan Berupa Uang

Agus kembali menjelaskan, realisasi program pemda ini secara teknis mulai dari SD hingga SMP negeri dalam bentuk kegiatan, bukan berupa uang.

Seperti halnya pengadaan baju batik, kegiatan perpisahan atau kenaikan kelas, dari pihak sekolah tidak boleh memungut ke orang tua siswa, akan tetapi pemda yang menyiapkan anggarannya.

Sedangkan untuk realiasi Pahe SMA, Agus menyebut secara teknis menghibahkan ke provinsi lantaran kewenangannya berada di sana yang kemudian meneruskan ke pihak sekolah yang ada di Pangandaran.

Adapun untuk sekolah swasta dan yang ada di bawah naungan Kemenag, pemberian hibah itu berupa uang ke sekolah.

Akibat adanya force majeure di tahun 2020 ini, sehingga uangnya tidak ada dan tidak bisa direalisasikan.

“Kalau untuk program pahe lainnya tetap berjalan seperti biasa,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)