Seorang Bayi di Kota Banjar Terjangkit DBD, Dinkes Lakukan Fogging

Seorang Bayi
Tim petugas dari Dinas Kesehatan Kota Banjar saat melakukan fogging di Lingkungan Purwaharja. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Seorang bayi di Kota Banjar, Jawa Barat, terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Bayi berusia 12 bulan yang terjangkit DBD itu berada di wilayah Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

Sebagai bentuk pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Banjar langsung melakukan fogging dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah lingkungan tersebut.

Petugas Pelaksana Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Kota Banjar, Acep Iwan Sofyan mengatakan, seorang bayi di Kota Banjar yang terjangkit penyakit DBD tersebut terjadi belum lama ini.

Namun baru ada laporan masuk, sehingga saat ini pihaknya langsung melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan fogging untuk antisipasi penyebaran agar tidak menjadi wilayah endemik.

“Untuk kejadiannya sudah sekitar seminggu lebih. Bayinya juga sudah sembuh, tapi baru kami fogging hari ini karena laporannya terlambat,” terang Acep kepada HR Online, Jumat (11/06/2021).

Selain seorang bayi di wilayah Kelurahan Purwaharja, lanjutnya, kasus DBD juga menimpa seorang laki-laki usia 19, warga Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Serta pria usia 40 tahun, warga Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar.

Kedua kasus tersebut juga terjadi belum lama ini, dan dua orang warga yang sebelumnya terjangkit DBD sekarang sudah sembuh dan kembali melakukan aktivitas.

“Untuk yang wilayah Mekarsari kami juga sudah melakukan Penyelidikan Epidemiologi atau PE. Besok rencananya petugas baru akan melakukan fogging,” ujarnya.

Baca Juga : Sudah Vaksin Masih Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Dinkes Kota Banjar

Hingga Juni Sudah 17 Kasus DBD di Kota Banjar

Acep juga mengatakan, dengan adanya kasus DBD itu, maka terhitung sejak Januari hingga Juni ini jumlah warga yang terserang penyakit DBD di Kota Banjar sudah mencapai 17 kasus.

Rinciannya, untuk bulan Januari sebanyak 2 kasus, Februari 4 kasus, dan Maret 3 kasus. Kemudian, pada bulan April terdapat 3 kasus, dan bulan Mei sebanyak 2 kasus.

Sedangkan, untuk bulan Juni ini, sampai sekarang sudah ada 3 kasus. Adapun jumlah kasus tertinggi yaitu terjadi pada bulan Februari dengan jumlah mencapai 4 kasus.

“Titik persebaran kasus DBD merata di empat kecamatan yang ada di Kota Banjar,” terang Acep. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah