Sinopsis Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua, Sebuah Dokumenter

Sinopsis Gelora Magnumentary of Gedung Saparua Kisah Bersejarah
Sinopsis Gelora Magnumentary of Gedung Saparua. Foto: Ist/Net

Sinopsis Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua menceritakan pergerakan musik rock dan metal di kawasan Bandung. Film ini merupakan arahan dari sutradara Alvin Yunata juga Edy Kemot. Termasuk pada salah satu film dokumenter Indonesia terbaru tahun 2021.

Hebatnya pembuatan film ini hanya menempuh waktu selama 2 minggu. Film ini merupakan bagian dari program Distorsi KERAS gagasan Rich Music. Tak heran bila film dokumenter ini mendapatkan sambutan yang baik dari para penggemarnya.

Film Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua menampilkan pemain terbaik Indonesia. Mereka adalah Sam Bimbo, Arian 13, Dadan Ketu, Eben, dan Suar.

Baca Juga: Film Cruella 2021, Rekomendasi Tontonan Terbaik

Sehingga menghasilkan sebuah karya yang menarik. Pembuatan film ini bekerjasama dengan perusahaan produksi Rich Music. Kabarnya film ini akan rilis pada bulan Juni 2021.

Kilas Sinopsis Gelora : Magnumentary of Gedung Saparua 2021

Tujuan pembuatan film dokumenter ini untuk memberikan apresiasi sejarah musik rock dan metal di Indonesia. Utamanya untuk musisi dari lintas generasi sehingga mendatangkan berbagai pihak yang terlibat.

Film ini mengambil latar belakang kota Saparua yang ramai dengan anak-anak jalanan. Tak heran bila pertumbuhannya kian berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Lokasi ini sudah terkenal sejak tahun 1960-an.

Berawal dari sejarah kota Bandung sejak era Hindia Belanda. Saat itu terbentuk sebuah tradisi komunal yang menunjukkan kebiasaan berkumpul. Mereka bersama-sama untuk menyaksikan berbagai pertunjukan musik.

Sinopsis Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut berada di GOR Saparua tahun 1961. Padahal sesuai dengan namanya, tempat tersebut cocok untuk gelanggang olahraga.

Namun, GOR ini sering untuk mengadakan pertunjukan musik. Hingga sekarang gedung olahraga ini menjadi saksi sejarah tumbuh kembangnya skema musik underground Bandung.

Dalam film ini akan tampak beberapa wawancara yang menunjukkan kesaksian dari para tokoh. Sehingga menunjukkan fakta sebenarnya mengenai Saparua.

Penggunaan GOR Saparua

Sinopsis Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua mengantarkan penonton kepada cerita dengan berbagai dokumentasi. Hanya saja, GOR Saparua tidak berguna sebagaimana mestinya.

GOR Saparua merupakan bukti tuntas semangat yang tidak terbendung. Utamanya bagi mereka para penggiat musik Bandung yang ingin berkembang.

Acara musik Bandung sudah tercatat sudah berjalan sejak tahun 1963. Hingga saat ini masih terus berkembang pesat bahkan semakin membaik.

Beraneka nada terbentuk misalnya ada Sam dan Acil Bimbo. Tak hanya itu saja, ada Guntur Soekarno Putra yang juga ikut berpartisipasi.

Sinopsis Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua menunjukkan Gedung Saparua yang secara maksimal akan bermanfaat bagi generasi berikutnya. Lebih maksimal lagi jika mereka adalah generasi angkatan 90-an.

Hal ini membuat gedung Saparua sebagai tempat berkumpulnya pelaku dan penikmat musik. Bahkan juga berkaitan dengan kegiatan positif, berjejaring, dan tumbuh bersama.

Gedung Saparua adalah saksi bisu yang tidak akan terlupakan. Sehingga layak masuk dalam daftar film dokumenter masa kini.

Fenomena Akhir Dekade

Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua mulai menyoroti sebuah fenomena akhir dekade. Tentu saja ketika Gedung Saparua belum pasif.

Atas fenomena ini lahirlah sebuah generasi musik yang berhasil menjunjung kolektivitas dalam sejarah musik. Tak heran bila perkembangan ini membawa dampak baik pada permusikan Indonesia.

Sosok Rocker Benny Soebardja merupakan ujung tombak dari permusikan Rock Bandung. Ada yang menyebutkan bahwa Gedung Saparua ini sebagai kawah candradimuka band tenar masa itu.

Bandung Dalam Masa Gairah

Sinopsis Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua menjelaskan Bandung sedang mengalami masa yang bergairah. Banyak band yang lahir dengan kualitas terbaik. Kelak band tersebut akan memiliki nama yang besar.

Ada beberapa band yang cukup populer bangkit dari nol. Misalnya Koil, Pure Saturday, Puppen, hingga Burgerkill. Hampir semua band dari berbagai genre pernah manggung di Saparua.

Sudah banyak band yang sukses dengan merintis karir sejak adanya gedung Saparua sebagai GOR. Walaupun pada akhirnya gedung Saparua tutup secara paksa karena tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat generasi muda untuk terus berkarir. Hingga akhirnya memiliki nama besar juga viral menjemput kesuksesan.

Bagaimana kelanjutan dari film Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua? Saksikan film ini jika sudah masuk tanggal perilisannya nanti.