Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita BanjarRSUD Banjar Pastikan Stok Peti Jenazah Tersedia untuk Pasien Covid-19

RSUD Banjar Pastikan Stok Peti Jenazah Tersedia untuk Pasien Covid-19

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- RSUD Kota Banjar pastikan stok peti jenazah untuk pasien meninggal dunia akibat terpapar covid-19 aman seiring meningkatnya kasus positif.

Dirut RSUD Banjar, drg. Eka Lina Liandari, mengatakan, meskipun dalam beberapa hari terakhir terdapat lonjakan pasien meninggal dunia akibat virus corona, pihaknya memastikan ketersediaan peti jenazah masih aman.

“Untuk peti jenazah masih ada. Insya Allah tidak kekurangan meskipun beberapa hari terakhir banyak pasien positif yang meninggal dunia,” kata drg. Eka, Senin (28/6/2021).

Eka menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan produksi peti jenazah untuk menjaga ketersediaan jika terus terjadi peningkatan pasien positif meninggal dunia.

“Memang produksinya kita maksimalkan 5 peti per hari untuk menjaga ketersediaan. Mudah-mudahan semuanya sehat dan tidak terjadi lagi peningkatan pasien positif meninggal,” jelas Eka.

Ketersediaan peti saat ini, lanjut Eka, di RSUD masih tersedia sebanyak 9 buah, ukuran besar sebanyak tujuh, kecil satu, dan khusus non muslim satu.

baca juga: Kejari Kota Banjar dan Inspektorat Investigasi Penyalahgunaan Dana PBB

Kasus Positif Capai 71 Orang

Dari data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, sebanyak 71 orang terpapar virus corona.

Jubir Satgas Kota Banjar, H. Agus Nugraha, mengatakan, penularan virus Corona di wilayahnya kebanyakan berasal dari kluster keluarga.

“Kebanyakan penambahan dari kluster keluarga. Kemudian berdampak ke mana-mana sehingga Kota Banjar dikepung covid-19,” kata Agus.

Sementara itu, jumlah keseluruhan kasus dari awal sampai saat ini mencapai 2.459 kasus positif Covid-19, di antaranya 481 pasien menjalani isolasi mandiri, 7 orang di rumah sakit, 1917 orang sembuh, dan 54 orang meninggal dunia.

“Banyak masyarakat sudah banyak yang abai sehingga tidak patuh prokes. Kelihatannya juga sudah jenuh dengan keadaan. Makanya efeknya mengalami lonjakan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus berani menutup semua aktivitas secara umum. Bila tidak, maka bakal menghabiskan anggaran, pikiran dan tenaga. (Sandi/R6/HR-Online)