Tanda Depresi pada Wanita yang Perlu Anda Ketahui, Hati-hati!

Tanda Depresi
Tanda depresi pada wanita perlu anda ketahui karena masalah ini sering dialami kaum hawa. Foto: Ilustrasi/Net.

Tanda depresi pada wanita perlu anda ketahui karena masalah ini sering dialami kaum hawa. Menurut penelitian, wanita lebih rentan mengalami depresi ketimbang pria.

Selain itu, stres, kecemasan berlebihan, serta serangan panik menjadi topik paling sering menjadi pembahasan. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir ini depresi pada wanita menjadi salah satu yang mengalami peningkatan secara signifikan.

Kata ‘depresi” sendiri terlalu sering yang menyalah artikan sebagai rasa kesedihan yang mendalam. Tetapi, kesedihan merupakan respons emosional pada situasi eksternal, dan itu hanyalah salah satu gejala dari depresi.

Misalnya, saat seseorang meninggal, tentunya anda merasa sedih, dan proses berduka itu berlangsung secara alami melewati waktu.

Selain itu, ada banyak lagi alasan lainnya untuk seseorang merasakan kesedihan. Namun, kesedihan itu hanya gejala depresi. Karena, ada gejala depresi lain yang kerap wanita alami.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa gejala depresi yang paling sering dialami oleh kaum hawa.

Baca Juga : Gangguan Depresi Mayor, Berikut Ini Tanda dan Cara Pengobatannya

Kenali 6 Tanda Depresi pada Wanita

Kurang Fokus

Terkadang kita semua pernah merasa tersesat atau mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian terhadap sesuatu hal.

Namun, seseorang yang mengalami depresi secara tiba-tiba akan kekurangan fokus, konsentrasi, perhatian, atau ingatan.

Selain itu, mereka juga merasa lesu dan kehilangan energi. Bahkan, mereka seolah tidak ingin melakukan apapun, seperti pergi bekerja, keluar dengan teman, atau bersosialisasi.

Kehilangan Minat untuk Beraktivitas

Tanda depresi pada wanita salah satunya mereka kehilangan minat untuk melakukan aktivitas. Bahkan, aktivitasnya yang dulu selalu mereka nikmati sekalipun.

Baca Juga : Penyebab Depresi Berkepanjangan, Gejala dan Cara Mengatasinya

Saat bangun pagi, mereka tidak merencanakan bahkan menanti hari itu. Memulai dan menjalani hari merupakan sebuah usaha. Apa pun aktivitas nampak seperti tugas dan harus mereka selesaikan.

Perasaan Tak Berharga atau Rasa Bersalah yang Berlebihan

Wanita sering merasa tak berharga atau merasa bersalah yang berlebihan. Hati-hati, ini juga menjadi salah satu tanda depresi pada wanita.

Seseorang yang mengalami depresi akan merasakan benar-benar tak berharga. Kepercayaan diri mereka pun benar-benar hancur. Bahkan, sekalipun itu dalam insiden kecil. Mereka melihat dirinya lebih rendah, selalu membandingkan dirinya dengan orang lain.

Pemikiran Selektif dan Generalisasi Berlebihan

Tanda depresi pada wanita yang berikutnya yaitu pemikirannya selektif. Mereka secara selektif kerap memperhatikan petunjuk yang sebetulnya salah, dan mengabaikan yang lainnya.

Ketika melakukan generalisasi yang berlebihan, kemudian ia gagal dalam tugas tertentu, tapi kemudian akan menggeneralisasi kegagalan tersebut dalam tugas yang lain juga.

Baca Juga : Tanda-tanda Orang Ingin Bunuh Diri dan Cara Mencegahnya

Gangguan Pola Tidur dan Kebiasaan Makan

Terjadinya gangguan dalam pola tidur dan kebiasaan makan juga menjadi tanda depresi pada wanita. Bahkan, hal tersebut sering dialami oleh kaum hawa.

Seseorang yang depresi akan tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak. Selain itu, mereka juga akan mengalami perubahan kebiasaan makan. Terkadang tidur dan makanan menjadi hal sekunder bagi hidup mereka.

Dalam sejumlah kasus depresi, bagi mereka terlalu banyak tidur atau terlalu makan adalah tindakan pelarian serta mekanisme untuk bertahan.

Pikiran Tentang Kematian atau Sekarat

Selalu memikirkan tentang kematian adalah salah satu tanda depresi pada wanita. Depresi bertambah parah lantaran mereka tidak mendapatkan lagi bantuan di waktu yang tepat.

Beban dari semua pengalaman tersebut menjadi terlalu berat dalam penanganannya. Hal itu biasanya akan mengarah pada pikiran, dan rencana, bahkan tindakan untuk mengakhiri hidup.

Banyak orang yang mencari bantuan ketika mereka sudah mencapai tahap tersebut. Untuk mengeluarkan orang tersebut dari depresi, butuh pengobatan serta psikoterapi yang intensif.

Sebagai solusi dalam masalah ini, akan lebih baik jika menemui seorang profesional kesehatan mental yang terlatih untuk pengobatan atau konseling. (R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah