Asal Usul Sel Prokariotik, Hasil Perkembangan Progenot atau Sel Purba

Asal Usul Sel Prokariotik, Hasil Perkembangan Progenot atau Sel Purba
Ilustrasi asal usul sel prokariotik. Foto: Ist/Net

Asal usul sel prokariotik organisme hidup yang berukuran sangat kecil. Sebagian besar sel memiliki ukurannya yang terbilang kecil. Dengan ukurannya yang sangat  kecil tersebut, sehingga tidak akan tampak hanya dengan mata telanjang.

Sebaiknya menggunakan alat bantu yaitu mikroskop. Seiring perkembangan teknologi dari mikroskop yang ada. Menemukan dua tipe struktur sel, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.

Melansir Wikipedia, prokariotik merupakan makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti sel. Prokariotik menjadinya atas dua domain yaitu bakteri dan archaea.

Baca Juga: Alat Pernapasan pada Tumbuhan, Baik Secara Umum Maupun Khusus

Inilah Asal Usul Sel Prokariotik

Menurut para ahli evolusi, berjuta-juta tahun yang lalu ada monomer-monomer organik. Seperti halnya air, gas hidrogen, dan gas amonia. Selain itu gas metana yang bergabung menjadi polimer organik atau proteinoid.

Nantinya proteinoid akan menjadi protobion. Protobion ini merupakan bahan dasarnya pembentuk sel purba atau disebut dengan progenot. Setiap makhluk hidup yang hidup saat ini adalah hasil perkembangan sel purba ini.

Progenot atau sel purba mengalami perkembangan. Sehingga menjadi kelompok sel prokariotik purba seperti halnya Archaebacteria. Archaebacteria adalah kelompok bakteri yang hidup pada kondisi yang cukup ekstrim.

Kelompok selnya memiliki dinding sel dengan berbagai jenis protein. Selain itu pigmen fotosintesis berupa bakteriorodopsin dan juga dapat membuat ATP sendiri. Organisme prokariotik muncul melalui proses yang sangat panjang.

Asal usul sel prokariotik mulai dari molekul tak hidup yang berpolimer. Mulai membentuk gabungan molekul yang sangat kompleks. Hal itu dapat terjadi karena kondisi pada bumi tampak berbeda dengan saat ini. Kadar gas oksigen masih sedikit, banyak petir, dan kadar karbon dioksida yang masih tinggi.

Adanya aktivitas vulkanik, hantaman meteor, dan radiasi sinar UV yang sangat tinggi. Apabila  dibandingkan dengan kondisi bumi saat ini. Sehingga kondisi lingkungan bumi dahulu dapat memungkinkan terbentuk kehidupan.

Akan tetapi, masih banyak perdebatan tentang asal usul dari kehidupan pada muka bumi. Protobion sepertinya sebagai bahan dasar pembentuk sel purba atau disebut progenot. Progenot adalah asal universal seluruh sel saat ini.

Asal usul progenot yang perkembangannya menjadi kumpulan sel prokariotik jenis purba misalnya Archaebacteria. Sementara itu, Archaebacteria adalah bakteri yang mampu beradaptasi dengan suhu 100°C. Bahkan pada kadar garam yang tinggi maupun kondisi asam tinggi.

Baca Juga: Penyerbukan pada Tumbuhan dengan Berbagai Macam Prosesnya

Ciri-Ciri Sel Prokariotik

Sel prokariotik adalah organisme yang bisa hidup dari memanfaatkan banyak sumber energinya. Apabila daripada organisme hidup yang lainnya. Organisme prokariotik memang dapat hidup pada habitat yang cukup ekstrim.

Seperti halnya hidup di laut dengan kadar garam yang tinggi atau sumber air panas. Organisme prokariotik tidak memiliki bagian inti sel. Selain itu memiliki organisasi internal sel yang relatif sederhana.

Prokariotik yang terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok tersebut seperti halnya hampir seluruh jenis bakteri dan archaea. Genom prokariotik terdiri atas kromosom tunggal yang melingkar tanpa adanya organisasi (DNA).

Sel prokariotik secara umum memiliki ukurannya yang sangat kecil. Apabila dibandingkan dengan sel eukariotik. Asal usulnya setiap sel prokariotik adalah sel tunggal, namun akan sering tampak dalam rantai agregat. Selain itu juga pada kelompok sel yang jumlahnya ratusan.

Struktur umum dari sel prokariotik diwakilkan oleh bakteri mulai dari bagian luar menuju dalam. Seperti halnya dinding sel, sitoplasma, membran sel, mesosom, materi inti (DNA dan RNA), juga ribosom. Tidak mempunyai organel lainnya selain ribosom.

Tidak menjumpai adanya mitokondria, retikulum endoplasma (RE), dan badan Golgi. Namun hanya menjumpai adanya ribosom. DNA atau Bahan gen letaknya dalam sitoplasma yang memiliki bentuk cincin bulat.

Bagian sitoplasma dan materi genetik bercampur. Sehingga materi intinya tidak dibatasi oleh membran inti. Hanya terkumpul pada daerah yang disebut dengan nukleoid.

Sel tersebut organisme sangat kecil yang ukurannya antara 1-5 mikrometer. Tidak memiliki nukleus, sehingga tidak memiliki membran inti. Penemuan DNA pada kromosom tunggal yang biasanya melingkar pada bagian sitoplasma.

Organisasi jenis sel prokariotik ini umumnya uniseluler. Pada reproduksinya dengan melakukan pembelahan biner.

Mengenai asal usul sel prokariotik dari progenot atau sel purba. Setiap makhluk hidup yang hidup saat ini adalah hasil perkembangan sel purba ini. (R10/HR Online)

Editor: Jujang