Asteroid 2008 GO20 Sudah Dekat Bumi, Berkecepatan 18000 MPH

Asteroid 2008 GO20 Sudah Dekat Bumi, Berkecepatan 18000 MPH
Ilustrasi Asteroid 2008 GO20. Foto: Ist/Net

Asteroid 2008 GO20 berkecepatan 18000 mph sudah dekat dengan Bumi. Batuan antariksa grup Apollo ini mempunyai diameter antara 92 dan 206 meter. Para tim menemukan asteroid ini pada 09 April 2008.

Asteroid seharusnya tidak melewati Bumi lebih dari 0,028 au (10,9 jarak Bulan atau 2.605.509 mil). Jadi, kita tidak perlu khawatir, karena tidak akan membahayakan Bumi (Bulan berjarak 238.606 mil dari Bumi).

Namun, asteroid tersebut diklasifikasikan oleh NASA sebagai Objek Dekat Bumi (NEO). Karena orbitnya dekat dengan Bumi dan bahkan dapat melewati 0,018 au (1.673.204,5 mil).

Baca Juga: Asteroid 2021 KN2 Berdiameter 7 Meter, Nyaris Tabrak Bumi

Objek Asteroid 2008 GO20, Berkecepatan 1800 MPH

Asteroid membuat orbit mengelilingi Matahari dalam 951 hari. Pada saat ini, asteroid menjauh dari Matahari pada jarak maksimum 422 juta kilometer. Kemudian mendekatinya pada jarak minimum 144 juta kilometer.

Melansir the-sky.org, diagram interaktif menunjukkan perhitungan orbit asteroid 2008 GO20 di tata surya. Lalu posisinya relatif terhadap Matahari, Bumi, dan planet lainnya. 

Menurut NASA, NEO pada umumnya mempunyai definisi sebagai asteroid atau komet. Kemudian mendekati planet kita kurang dari 1,3 kali jarak Bumi ke Matahari (93 juta mil).

NEO tidak menimbulkan bahaya sama sekali. Hal ini menjadi persentase kecil dari asteroid berpotensi bahaya yang menarik pengawasan ekstra. Objek-obyek ini didefinisikan sebagai objek yang mendekati Bumi pada jarak kurang dari setengah jarak antara planet kita dan Matahari. 

Pendekatan Asteroid ke Bumi

Planet kita seharusnya aman dari asteroid 2008 GO20, 2021 NE, 2019 AT6, 2019 NB7, serta 2014 BP43. Dari semua asteroid tersebut akan melewati Bumi pada sore hari tanggal 24 Juli pukul 19:13. Pada jarak 4,91 juta kilometer dengan kecepatan 8 kilometer per detik.

Lintasan batuan antariksa tersebut telah terhitung oleh Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) di NASA. NASA telah melacak dan mengkonfirmasi bahwa GO20 akan cukup dekat untuk melewatinya. Hal tersebut diklasifikasikan sebagai pendekatan dekat.

Akan tetapi, kabar baiknya adalah asteroid tidak akan menimbulkan ancaman bagi Bumi. Pendekatan dekat asteroid tersebut pada tahap berikutnya akan terjadi pada 26 Jui 2034. Pada hari itu, jarak asteroid ke Bumi adalah 4,54 juta kilometer.

Pasalnya, tabrakan asteroid pada masa lalu sudah bertanggung jawab terhadap salah satu dalam tujuh kepunahan massal planet. Sehingga para astronom terus melakukan pengawasan terhadap langit malam. 

NASA mengatakan jika saat asteroid mengorbit matahari, NEO kadang-kadang mendekati Bumi. Jalur dekat secara otomatis bisa sangat jauh, istilah manusia adalah jutaan atau puluhan juta kilometer. 

Dalam kasus ini, asteroid 2008 GO20 akan melewati Bumi dari jarak dekat, namun tetap aman 0,03283 unit astronom. Satu unit menandai jarak rata-rata dari Bumi ke Matahari sekitar 93 juta mil. Oleh karena itu, asteroid akan melintas hampir tanpa diketahui dari jarak lebih dari 3,05 juta mil dan lebih dari 12 kali jarak ke Bulan. 

Baca Juga: Asteroid 2021 KT1 Berpotensi Bahaya, Terbang Melewati Bumi

Kecerahan Asteroid di Langit

Dinamika kecerahan terlihat dari asteroid 2008 GO20 yang tergantung pada magnitudo bintang. Untuk dinamika jumlah menit per hari saat asteroid akan berada di langit pada hari tertentu, yaitu sebelum Matahari terbit dan sesudah terbenam.

Saat memperhatikan terbang lintas asteroid ini, mempunyai objek yang cukup besar. Ukuran dari asteroid ini sebanding dengan beberapa landmark ikonik London.

Perkiraan NASA menunjukkan ukuran asteroid di suatu tempat berkisar antara 302 hingga 688 kaki. Asteroid 2008 GO20 kira-kira dua kali lebih besar dari menara jam Big Ben di Westminster. 

Asteroid ini terbang melintasi ruang angkasa dengan kecepatan sekitar 8,18 km per detik atau 18000 mph. Sejauh pengetahuan para ilmuwan, tidak ada asteroid atau komet yang mengancam keselamatan planet kita. Hal tersebut berlaku untuk sekarang atau dalam beberapa ratus tahun mendatang. 

Namun, sebuah benda kecil terkadang akan lolos dari radar kita dan menabrak atmosfer Bumi. Kasus asteroid kecil yang mengejutkan adalah peristiwa Chelyabinsk tahun 2013.

Sebuah baut ruang angkasa seukuran rumah memasuki langit di atas Oblast Chelyabinsk Rusia, lalu meledak sebelum menghantam tanah. 

Pada waktu itu, tidak ada yang melihat batu ruang angkasa tersebut. Pasalnya, batuan angkasa datang ke arah Bumi dari arah Matahari. Saat asteroid meledak, menciptakan kilatan yang menyilaukan dalam radius 200 mil persegi. 

Sementara untuk asteroid 2008 GO20 cukup dekat melewati Bumi, namun tidak menimbulkan ancaman. Lintasannya telah dihitung oleh CNEOS di NASA. (R10/HR Online)

Editor: Jujang