Bantuan Subsidi Upah 2021 Rp 1 Juta, Apa Saja Syaratnya?

Bantuan Subsidi Upah 2021
Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah. Foto: Istimewa

Berita Nasional, (harapanrakyat.com),- Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemanaker) kembali menggelontorkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2021. Namun tahun ini besaran BSU untuk para pekerja terdampak Covid-19 hanya Rp 1 juta. Sementara pada tahun 2020 besaran BSU Rp 1,2 juta.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, Kemanaker mengusulkan pemberian BSU kepada para pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. 

“Bantuan pemerintah ini merupakan program stimulus yang kami koordinasikan dengan komisi PEN, Kementerian Keuangan, dan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Ida, dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

Syarat Bantuan Subsidi Upah 2021

Menaker Ida Fauziyah juga menjelaskan syarat pekerja yang berhak menerima BSU 2021 sebagai berikut:

  1. WNI yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  2. Pekerja atau buruh penerima upah yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan setidaknya sampai bulan Juni 2021.
  3. Pekerja yang memiliki upah atau gaji di bawah Rp 3,5 juta. Sementara untuk pekerja yang bekerja di wilayah PPKM dengan UMK lebih dari Rp 3,5 juta, maka menggunakan UMK sebagai batas kriteria upah pekerja yang berhak menerima Bantuan Subsidi Upah 2021.
  4. Memiliki rekening bank yang aktif.

Selain syarat tersebut, Menaker Ida Fauziyah juga menegaskan BSU 2021 untuk para pekerja yang bekerja di daerah yang berlaku PPKM Level 4 sesuai dengan instruksi Mendagri.

“Pekerja pada sektor yang terdampak PPKM, antara lain industri barang konsumsi, perdagangan dan jasa kecuali jasa pendidikan dan kesehatan, transportasi, aneka industri, properti dan real estate,” jelasnya.

Adapun penyaluran Bantuan Subsidi Upah 2021 dengan pemindahbukuan dana dari bank BUMN penyalur yang terhimpun dalam HIMBARA ke rekening pekerja.

“Besaran subsidi upah sebesar Rp 500 ribu per bulan selama 2 bulan akan diberikan sekaligus. Sehingga pekerja mendapatkan Rp 1 juta,” katanya.

Menurut Menaker Ida Fauziyah, agar BSU 2021 tepat sasaran, maka Kemenaker menggunakan data dari BPJS Ketenagakerjaan yang dianggap data paling valid.

Pemerintah dalam hal ini menganggarkan Rp 8,8 Triliun untuk Bantuan Subsidi Upah 2021 bagi 8,8 juta pekerja. (R7/HR-Online)

Editor: Ndu