Bisnis Frozen Food, Peluang Usaha dengan Modal Sedikit Laba Membukit

Bisnis Frozen Food
Bisnis Frozen Food. Foto: Ist/Net

Bisnis frozen food merupakan bisnis yang berpeluang menghasilkan omzet sekaligus keuntungan yang besar. Namun dalam pengerjaan, usaha frozen food ini juga tidak bisa sembarangan.

Ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat menjalankan usaha. Seperti customer atau pelanggan, brand, dan produk.

Kendati demikian, bukan menjadi penghalang keinginan seseorang untuk memulai merintis usaha. Apalagi di masa pandemi ini, banyak pemain baru yang gigih berlomba-lomba meraup cuan dalam bidang usaha frozen food.

Target pasar frozen food pun sudah tidak meragukan. Di tengah lifestyle hidup yang serba praktis seperti sekarang ini, frozen food akan lebih mempunyai banyak peminat dan pembeli.

Kesibukan aktivitas masyarakat menuntut pada gaya hidup efisien akan waktu dan tenaga. Wajar saja apabila frozen food menjadi pilihan utama untuk olahan mereka.

Baca Juga: Ide Bisnis Makanan, Usaha Modal 1 Jutaan yang Mudah dan Menjanjikan

Apa itu Bisnis Frozen Food?

Frozen food merupakan makanan beku, yakni makanan cepat saji yang tahan lama, tidak mudah basi karena penyimpanannya di suhu dingin (keadaan beku).

Untuk penyajiannya, hanya perlu dengan menggoreng atau mengukus, tergantung pada petunjuk penyajian di kemasan.

Makanan beku ini telah lahir sekitar 3000 tahun sebelum masehi. Masyarakat China dan Romawi memanfaatkan es salju untuk mengawetkan makanannya di sepanjang musim.

Namun di Indonesia, makanan beku baru ada setelah tahun 1930 dengan pelopor adalah orang-orang China dan Jepang. Clarence Birdseye memperkenalkan produk makanan bekunya seperti sayuran, buah, seafood serta daging.

Dalam proses pembekuan olahan makanan setengah matang ini harus melalui beberapa tahap. Mulai dari persiapan bahan baku, proses percetakan, pelapisan, penggorengan, pembekuan, hingga pada proses pengemasan.

Kali ini frozen food hadir tidak hanya sebatas berbahan daging sapi atau ayam dalam pembuatan nugget dan sosis. Akan tetapi, makanan seperti bakpao, pizza, donat, dan jenis lainnya sudah menjadi dari bagian bisnis usaha frozen food juga.

Ada pula jenis makanan beku yang berbahan dasar ikan. Contohnya seperti risol ikan, samosa tuna, nugget udang, tempura, hingga siomay ikan dan olahan makanan lainnya.

Baca Juga: Ide Bisnis Makanan Sarapan untuk Orang Sibuk dan Tak Butuh Ribet

Mengapa Harus Bisnis Frozen Food?

Melihat banyaknya peluang dari segi material makanan dan keuntungan, bisnis frozen food memang menjanjikan. Jenis-jenis olahan frozen food adalah makanan yang kerap menduduki pasaran.

Selain itu, makanan beku sifatnya tidak mudah basi dan tahan lama. Hal ini akan menambah peminat karena kebanyakan masyarakat lebih sibuk dengan pekerjaannya. Frozen food lah alternatif untuk olahan keluarga.

Jenis makanan beku seperti sayuran, buah, dan daging pada umumnya bisa bertahan selama 1 tahun. Sedangkan untuk daging babi, seafood termasuk ikan, sausages, cheese serta butter bisa sampai 6 bulan.

Ketahanan makanan beku ini tidak menggunakan bahan pengawet apapun. Justru apabila terkontaminasi pengawet, makanan ini bisa rusak.

Tentunya ini akan menjadi daya tarik tersendiri untuk khalayak ramai. Bisnis usaha frozen food memberikan kepercayaan bahwasanya makanan ini sehat dan terjamin higienis.

Pengolahan makanan beku tidak banyak memakan waktu. Harganya pun terbilang terjangkau untuk semua kalangan. Hal ini memungkinkan bahwa usaha dengan makanan beku tidak akan luntur seiring waktu.

Terlebih dari itu, bisnis dengan membuka usaha frozen food tidak memerlukan modal besar. Cara efektifnya yakni sedikit demi sedikit namun konsisten dan berkelanjutan.

Dengan aturan demikian, usaha makanan beku dapat berjalan dan tumbuh dengan laju yang baik. Sementara laba yang terkumpul tidak pernah defisit.

Strategi Sukses Bisnis Frozen Food

Trend usaha frozen food telah menggaruk banyak produsen. Apabila anda tertarik dengan bisnis makanan beku ini, Anda harus mempunyai strategi sehingga mampu bersaing dengan kompetitor lain.

Terlebih dahulu, lakukan analisa hingga paham detail pembuatan frozen yang benar. Setelah itu, baru analisa pesaing sehingga produk yang Anda tawarkan mempunyai daya tarik yang tidak sama dengan pesaing lain miliki.

Meraih cuan melimpah dalam bisnis adalah tujuan dari para pemain. Frozen food bisa menjadi jalan untuk para pebisnis di zaman sekarang ini.

Akan tetapi, rintangan dalam perjalanan seperti banyaknya kompetitor di bidang usaha sama tidak mudah tersingkirkan begitu saja. Oleh karena itu, terdapat beberapa strategi bagaimana menjalankan usaha makanan agar sukses.

Menentukan Jenis Produk

Langkah pertama dalam merintis bisnis frozen food adalah menentukan produk apa yang akan Anda perdagangkan. Jenis produk bisa menjadi item utama sekaligus ciri khas usaha Anda.

Sebagai seorang pebisnis, Anda juga perlu tahu mengenai PDB (Positioning, Differentiation, Branding) untuk produk yang Anda tawarkan. Dengan hal itu, produk Anda akan memiliki keunikan yang tidak pesaing lain miliki.

Apabila sedari awal Anda telah menentukan jenis produk, akan mempengaruhi kelancaran langkah bisnis kemudian. Tentukan juga mengenai material dasar produk frozen food Anda.

Misalnya seperti ikan, jamur, daging, atau bahan dasar lainnya. Sebagai pelengkap item utama, Anda bisa menambahkan camilan berbahan tepung, seperti donat, bakpao, atau pizza.

Menentukan Modal Bisnis Frozen Food

Penghitungan modal harus dengan rinci dan teliti. Estimasi segala biaya dari segala aspek perintisan usaha makanan beku ini.

Analisa semua kebutuhan dengan harga di pasaran. Termasuk bahan dasar produk hingga kemasan yang akan Anda gunakan.

Pertimbangkan juga pengeluaran saat harus menyewa vendor (karyawan) dan pihak penyedia material pembuatan makanan beku. Modal juga termasuk segala biaya pembelian peralatan, bukan hanya biaya operasionalnya saja.

Menyediakan Peralatan

Ketika merancang perhitungan biaya sebelum ini, tulis juga peralatan apa saja yang Anda butuhkan. Tentunya produk tidak akan berhasil sempurna jika peralatan tidak memadai.

Prioritaskan peralatan ini menjadi penunjang utama kelancaran usaha. Dalam usaha bisnis frozen food Anda akan membutuhkan peralatan seperti lemari pendingin sebagai alat utama penyimpanan frozen food.

Sehingga pilihlah peralatan yang kualitasnya bagus. Hal ini bisa menjadi antisipasi Anda jika terjadi hal-hal di luar rencana, seperti alat rusak atau lemari pendingin yang tidak bisa menampung banyak hasil olahan.

Tentukan Target dan Konsumen

Dalam berbisnis, Anda harus menentukan siapa saja yang akan menjadi target sebagai konsumen sekaligus pelanggan. Jika Anda masih tidak memiliki pandangan akan hal ini, pemasaran produk makanan beku bisa tidak maju.

Lakukan pengamatan mendalam dan teliti. Anda bisa menentukan pasar dan calon pelanggan Anda berdasarkan selera masyarakat, usia, tempat tinggal, potensi dari daerah tersebut serta penyediaan ukuran kemasan produk.

Metode Pengemasan

Langkah berikutnya dalam bisnis frozen food adalah membuat penampilan produk menarik perhatian masyarakat. Pengemasan selain untuk wadah produk juga bisa menjadi nilai tambah di mata pelanggan akan kesan pertama kali melihatnya.

Untuk kemasan olahan frozen food sendiri umumnya menggunakan plastik khusus yang kedap air sehingga tidak mudah basi. Vakum makanan produk saat pengemasan juga perlu untuk menghilangkan udara dalam kemasan frozen food tersebut.

Usahakan mengemas dengan kemasan yang unik serta tepat. Tambahkan label produk pada kemasan serta keterangan tanggal kadaluarsa produk makanan beku Anda.

Memilih Metode Marketing

Marketing atau pemasaran ini merupakan satu hal wajib dalam bisnis. Fungsinya yaitu untuk mengenalkan produk kepada publik dan merekrut konsumen atau pelanggan.

Kesuksesan berbisnis terkadang sedikit banyak terpengaruh akan taktik marketingnya. Semakin bagus strategi marketingnya maka akan semakin banyak masyarakat yang mengenal produk Anda.

Dengan demikian, angka permintaan akan semakin tinggi. Semakin cepat pula kenaikan laba Anda tiap harinya.

Untuk taktik marketing bisnis frozen food, Anda bisa mengakalinya dengan banyak cara. Melalui iklan, SEO, google ads hingga via media sosial sekalipun.

Bahkan untuk marketing yang tanpa membayar Anda juga bisa melakukannya. Yakni dengan cara door to door, menyebarkan info dengan relasi, atau menawarkannya dengan akun medsos pribadi Anda.

Dapatkan Lisensi Makanan

Ada hal yang perlu Anda dapatkan sebelum memasarkan produk dengan lingkup lebih luas bahkan mendunia, yakni lisensi produk. Lisensi pada produk yang Anda perdagangkan merupakan keharusan dalam bisnis makanan, apalagi frozen food.

Untuk mendapat lisensi ini, Anda bisa menghubungi pihak yang telah mempunyai kewenangan untuk menerbitkan lisensi. Untuk produk frozen food berupa daging, Anda bisa memperoleh lisensi melalui BPOM.

Sedangkan untuk produk frozen food selain daging, Anda bisa memperolehnya cukup dengan ke Dinas Perindustrian atau PIRT. Umumnya, penerbitan lisensi dari BPOM membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun untuk mendapatkan izin pendistribusian secara luas, Anda tetap perlu melakukan lisensi produk ini.

Distributor dan Reseller

Setelah lisensi produk berhasil Anda dapatkan, maka Anda bisa segera memperluas produk bisnis frozen food Anda. Anda bisa menciptakan peluang agar orang-orang turut menjual produk Anda.

Namanya adalah reseller produk atau distributor. Strategi ini sangat efektif dalam mempercepat pengenalan produk terhadap masyarakat.

Apalagi bagi Anda yang belum memiliki dana untuk membuka cabang usaha makanan beku baru. Perluasan bisnis jenis ini bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan fitur dropshipper atau reseller yang tersedia di platform marketplace.

Membuat Waralaba Bisnis Frozen Food

Langkah terakhir yang bisa Anda lakukan untuk menunjang kesuksesan bisnis Anda adalah dengan membuat waralaba bisnis makanan beku.

Fungsinya yakni untuk memperluas ruang lingkup merek dagang dengan cara memberikan izin pihak lain supaya ikut menjual produk Anda.

Dengan begitu, produk frozen food Anda akan publik kenal lebih cepat. Bahkan, telah banyak pebisnis makanan beku yang menggunakan sistem waralaba ini.

Jenis-Jenis Frozen Food

Tersedia banyak varian produk yang bisa Anda jadikan menu dalam merintis bisnis frozen food. Pilih jenis produk yang masyarakat minati.

1. Nugget

Merupakan jenis frozen food berbahan dasar daging (bisa ayam atau sapi) dengan balutan tepung roti dan panir. Pengolahannya tinggal goreng dan tiriskan.

2. Sosis,

Olahan frozen food satu ini terbuat dari daging cincang dengan campuran lemak hewan, rempah, dan beberapa komposisi lain. Sosis yang bentuknya memanjang ini melalui proses pengasapan untuk pengawetannya.

3. Siomay

Dimsum dari China ini memiliki kulit hampir sama dengan kulit pangsit. Dalamnya berisi daging, seafood, sayuran, dan masih banyak lagi sesuai selera.

4. Bakso

Bakso juga bisa menjadi menu utama bisnis frozen food. Pembuatannya berasal dari daging giling dengan campuran tepung tapioka.

5. Fish Stick

Frozen food berbahan dasar ikan berbalut tepung panir ini bisa Anda olah dengan menggorengnya saja. Tambahkan saus atau mayones untuk penyajiannya.

Selain itu masih terdapat jenis frozen food lainnya. Anda bisa memilih menu produk sesuai selera dengan pertimbangan minat pelanggan.

Untuk merintis usaha di bidang kuliner, bisnis frozen food ini membuka peluang cukup besar. Gunakan komitmen dan konsisten agar usaha Anda berjalan dengan lancar. (R11/HR Online)

Editor: Jujang