Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBerita BisnisBudidaya Ikan Cupang yang Benar Untuk Raup Keuntungan, Ini Caranya

Budidaya Ikan Cupang yang Benar Untuk Raup Keuntungan, Ini Caranya

Budidaya ikan cupang hingga saat ini masih menjadi primadona. Terutama saat pandemi sekarang ini, banyak sekali mereka yang menyalurkan hobi mereka dengan memelihara ikan cupang. Pasalnya ikan cupang ini memiliki daya tarik tersendiri sehingga menjadi peluang usaha yang cukup menggiurkan. 

Bahkan budidaya ini dapat menghasilkan nilai ekonomis hingga Rp.49 miliar lebih dalam setahunnya. Sebagai contoh saja, kediri telah dikenal sebagai penghasil ikan cupang terbesar di Indonesia. Dalam satu tahunnya ada sekitar 110 juta ikan yang berhasil dibudidaya. Sebenarnya bagaimana cara membudidayakannya? Simak penjelasan selanjutnya. 

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Koi Untuk Usaha Yang Menguntungkan

Cara Budidaya Ikan Cupang yang Baik dan Benar

Tampilan ikan tersebut membuat banyak orang kepincut. Karakteristik yang unik dan cantik pada ekor yang berbentuk kipas membuat orang tertarik, dan menjadikannya bisnis.

Sebenarnya ikan ini habitatnya berada di sekitar Asia Tenggara yakni Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Brunei darussalam dan Indonesia.

Bagi Anda yang tertarik berbisnis ikan cupang ini, simak cara membudidayakan ikan yang baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang memuaskan berikut ini.

Menentukan dan Memilih Indukan

Langkah pertama yang Anda siapkan adalah mencari bibit atau indukan yang memiliki kualitas baik. Utamakan yang berasal dari keturunan unggul, bebas dari cacat dan kondisinya bugar dan sehat.

Bibit budidaya ikan cupang tersebut adalah bibit jantan dan betina. Untuk membedakannya, pada bibit jantan biasanya lebih lincah, siripnya mengembang, memiliki warna yang cerah dan memiliki bentuk tubuh yang lebih besar. 

Sedangkan bibit betina memiliki ciri berupa lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warnanya agak kusam dan tubuhnya lebih kecil dari jantan.

Selain itu juga Anda sebaiknya memastikan indukan Jantan dan betina yang Anda pilih berada di fase matang dan siap kawin. 

Umumnya ikan jantan sudah berumur 4 hingga 8 bulan. Selain itu memiliki bentuk badan yang panjang dan memiliki warna lebih terang dan menarik. Sirip lebih panjang dan agresif. 

Sementara ikan betina siap kawin memiliki ciri berupa umur 3 hingga 4 bulan, badannya membulat dan perut lebih buncit. dari segi warnanya kusam dan tidak menarik. Memiliki sirip lebih pendek dan gerakannya sangat lambat. 

Baca Juga: Budidaya Ikan Gurame, Potensi Usaha yang Menjanjikan

Alat dan Bahan Budidaya Ikan Cupang

Apabila Anda sudah memilih bibit yang unggul dan sesuai dengan kriteria tersebut maka selanjutnya adalah persiapan pemijahan. Anda harus menyiapkan berbagai macam alat serta bahan untuk budidaya. 

Pertama siapkan tempat berupa wadah atau akuarium, bisa menggunakan baskom kecil  dan usahakan minimal memiliki ukuran 20x20x20 cm. Kemudian Anda siapkan gelas plastik untuk tempat ikan cupang yang betina. 

Untuk tambahan, Anda siapkan tumbuhan air contohnya kiambang. Jika semua telah siap maka Anda bisa memulai budidaya ikan cupang. Biasanya dalam proses perkawinan, ikan ini dapat memproduksi telur sampai 1000 butir lebih. 

Apabila sudah melakukan pembuahan maka telur akan menetas dalam waktu 24 jam. namun dari pengalaman, tingkat kematian pembenihan ikan cupang ini juga cukup tinggi. 

Biasanya dalam sekali kawin, ikan cupang dapat dipanen mencapai 30 hingga 50 ekor. Sedangkan indukan jantan bisa kawin hingga 8 kali yakni dalam interval 2 hingga 3 minggu. Saran untuk ikan betina cukup dikawinkan sekali saja. 

Karena jika dipaksakan akan berakibat penurunan keragaman dari jenis kelamin untuk perkawinan yang selanjutnya. Selain itu keturunan budidaya ikan cupang Anda akan lebih identik dan didominasi betina. 

Proses Tahap Pemijahan

Pertama Anda mengisi air dengan memasukkan air bersih setinggi 10 hingga 15 cm dalam wadah yang sudah Anda siapkan. Selanjutnya Anda endapkan air tersebut selama satu malam. Hindari penggunaan air PAM yang memiliki kaporit. 

Jika gelembung-gelembung sudah terlihat di dalam akuarium maka Anda masukkan ikan betina ke dalam wadah tersebut.

Sementara, budidaya ikan cupang pada waktu pemijahan berlangsung sekitar pukul 7 hingga 10 pagi. jika tidak maka pukul 4 hingga 6 sore. Anda bisa menutupnya dengan koran atau tempatkan pada ruangan yang terhindar dari suara bising. Karena ikan cupang sangat sensitif ketika kawin. 

Ketika pembuahan selesai maka angkatlah indukan betina. Karena ikan jantan yang berkewajiban menjaga dan membesarkan burayak.

Biasanya indukan jantan memunguti telur yang telah dibuahi menggunakan mulutnya. Ikan jantan akan meletakkannya dalam gelembung.Jika Anda budidaya ikan cupang, hal ini sudah alami terjadi.

Perlunya memisahkan dengan ikan betina karena ikan betina akan memakan telur-telur yang sudah dibuahi tersebut. 

Kemudian Anda masukkan tumbuhan air ke wadah tersebut untuk berlindung. Namun Anda pastikan jika penempatan tanaman tersebut tidak padat. Hal ini dengan tujuan agar tanaman tidak mengambil oksigen yang terlarut dalam air. 

Langkah budidaya ikan cupang selanjutnya adalah memasukkan ikan jantan yang sudah siap kawin ke wadah tersebut. Setelah itu biarkan selama sehari.

Ikan jantan tersebut akan membuat gelembung udara yang berguna untuk menyimpan telur yang telah dibuahi sebelumnya. 

Biasanya untuk memancing ikan jantan tersebut hingga membuat gelembung, Anda masukkan ikan cupang betina namun dipisah. Caranya masukkan ikan betina ke dalam gelas plastik bening kemudian benamkan ke dalam wadah. 

Penetasan Telur Ikan Cupang dan Pemberian Kutu

Dalam budidaya ikan cupang, apabila telah dibuahi maka dalam waktu kurang lebih satu hari maka telur tersebut akan menjadi burayak kecil. Tugas Anda selama 3 hari kedepan tidak perlu memberikan pakan pada burayak tersebut.

Karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur tersebut. Sementara ikan cupang jantan akan  berpuasa selama menjaga burayaknya.

Setelah 3 hari maka telur menetas. Anda bisa berikan burayak tersebut dengan kutu air. namun yang perlu diingat, hindari memberikan pakan lebih banyak dari burayak. Karena akan mengotori air dan akibatnya burayak tersebut akan mati. 

Pindahkan Ke Tempat Baru

Budidaya ikan cupang selanjutnya adalah memindahkan ke tempat baru. Jika sudah waktunya, maka Anda ambil indukan jantan dari akuarium tersebut. Biasanya setelah burayak berusia 2 mingguan terhitung dari telur menetas.

Anda bisa memindahkan burayak ke tempat baru yang lebih luas kemudian berilah larva nyamuk atau kutu air yang ukurannya lebih besar. 

Nantinya setelah 1,5 bulan, Anda bisa memilih ikan tersebut berdasarkan jenis kelaminnya. Anda bisa memisahkan ikan tersebut ke wadah untuk pembesaran. 

Berikan Pakan Berkualitas

Untuk budidaya ikan cupang tersebut pastikan untuk selalu memberikan pakan yang berkualitas dan favorit ikan itu sendiri. Selain itu juga memberikan pakan sesering mungkin misalnya 3 hingga 4 kali dalam sehari. 

Intinya Anda Sebaiknya memberi makan sedikit-sedikit tapi sering daripada banyak namun jarang memberi makan.

Hal ini juga dilakukan demi mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang nantinya justru membuat berkembangnya penyakit yang mengancam ikan cupang tersebut. 

Hal yang Perlu diperhatikan dalam Budidaya Ikan Hias atau Cupang

Hal pertama budidaya ikan cupang adalah lingkungannya. Karena ikan cupang ini akan berkembang dengan baik jika memiliki ruang yang cukup luas sehingga ikan tersebut bebas bergerak. Namun banyak juga para pegiat ikan cupang hanya menempatkannya dalam wadah kecil. 

Sebenarnya idealnya ikan cupang berada dalam wadah minimal tangki dengan 19 Liter. Hal ini akan menunjukkan aktivitas normal dan meminimalisir penumpukan racun bekas makanan di lingkungan ikan tersebut.

Sehat tidaknya ikan tersebut juga tergantung dari perawatannya. Sebaiknya Anda memperhatikan langkah pemeliharaan, antara lain:

Memperhatikan Suhu dan Kualitas Air

Budidaya ikan cupang perlu mengutamakan kualitas air untuk kesehatan ikan cupang karena feses dan urin serta pemecahan makanan yang tak termakan menjadi racun.

Hal ini jarang para pegiat ikan hias ini ketahui. Cupang merupakan ikan tropis, jika ia berada pada daerah dingin maka suhu air harus benar-benar terjaga dalam kisaran 76 hingga 81 derajat fahrenheit. Pada suhu ini sama dengan 24 hingga 27 derajat celcius. 

Anda bisa menggunakan termometer untuk memantau suhu air dalam wadah tersebut. Selain itu juga sebaiknya menggunakan air yang tidak mengandung klorin atau kaporit. 

Pilih Akuarium yang Sesuai

Pilihlah akuarium atau wadah yang memiliki dekorasi simpel untuk budidaya ikan cupang. Hindari memilih dekorasi yang ramai dan justru melukai ikan tersebut.

Karena ikan cupang menyukai tempat yang sederhana dan sering sembunyi, maka sebaiknya jangan menggunakan akuarium yang pinggirnya tajam. 

Penyaring Kotoran

Ikan cupang habitatnya adalah sungai atau rawa. Bahkan ikan tersebut kuat bertahan dalam rawa tersebut meski tanpa aerator. Namun kebanyakan orang mengabaikan satu hal terkait penyaring air. 

Dalam budidaya ikan cupang, sistem filtrasi ini sangat penting untuk membuang racun dalam akuarium tersebut. Anda bisa menggunakan penyaring dengan isapan rendah. Hal ini agar sirip ikan tidak rusak. 

Memberikan Nutrisi Tambahan

Setiap hewan piaraan memerlukan nutrisi untuk kesehatannya. sebaiknya Anda memberikan nutrisi yang tepat agar ikan cupang tidak mengalami obesitas ataupun masalah kesehatan.

Intinya hindari memberikan makanan yang berlebihan. Beri makan yang dapat dikonsumsi dalam 3-5 menit tanpa sisa. Anda dapat memberikan makanan berprotein tinggi mulai dari cacing darah atau udang air asin. 

Berikan Tanaman 

Banyak yang beranggapan budidaya cupang dengan akar tanaman sebagai sumber makanan, hal tersebut tidak benar. Sebenarnya ikan cupang menyukai tanaman untuk bermain dan bersembunyi.

Karena ikan cupang merupakan ikan pemakan serangga dan larva karena diberi makanan pelet dan makanan lain yang seimbang dalam setiap harinya. 

Pisahkan Ikan Cupang Dengan Ikan Lainnya

Umumnya ikan cupang hidup secara teritorial. Selain itu tidak bisa hidup bersama ikan cupang lainnya. karena cupang suka berkelahi dan saling melukai satu sama lainnya hingga berujung kematian. 

Anda bisa menambahkan spesies lain berupa udang hantu, siput, atau katak kerdil afrika. Namun yang perlu Anda perhatikan dalam budidaya ikan cupang adalah menyesuaikan ukuran tangki dan sistem penyaringan yang lebih ditingkatkan kembali. 

Jadi Anda tidak disarankan memelihara cupang jantan melebihi 1 ekor dalam satu akuarium. Apalagi tidak ada pelindung sama sekali.

Apabila satu sama lain saling menyerang maka sirip-sirip ikan cupang akan terlihat tidak mulus. bahkan warnanya kurang terlihat bagus. 

Sementara jenis ikan cupang aduan ini bisa dengan menyimpannya dalam sebuah toples kaca yang berukuran kecil.

Ikan tersebut lebih agresif jika disimpan pada tempat yang gelap. Selain itu jangan menyimpan toples kaca tersebut secara berdekatan, karena ikan cupang yang melihat ikan cupang lainnya akan berusaha membenturkan diri ke kaca. 

Ikan cupang memiliki perawatan yang mudah karena meski mendapatkan air dengan kadar oksigen yang rendah namun bisa bertahan hidup.

Bahkan tidak membutuhkan biaya banyak untuk pemeliharaan. budidaya ikan cupang ini sangat mudah dan Anda bisa meraup keuntungan yang cukup besar. Asalkan Anda tekun dan memperhatikan segala hal terkait perkembangbiakan ikan dan perawatannya. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img