Doa dan Tata Cara Mandi Junub yang Benar Sesuai Kaidah Islam

Doa dan Tata Cara Mandi Junub
Ilustrasi Doa dan Tata Cara Mandi Junub. Foto: Ist/Net

Doa dan tata cara mandi junub merupakan pembahasan penting dalam Islam. Sebab bagi seorang muslim yang berakal dan sudah baligh, mandi junub ini sifatnya wajib untuk beberapa kondisi.

Mandi junub sebagai mandi wajib pembersihan fisik dan menyucikan diri dari hadas besar, caranya harus sesuai dengan kaidah Islam yang benar. Antara pria dan wanita dari segi pengerjaannya adalah sama, hanya niat saja yang berbeda.

Sebab-sebab mandi junub ini juga beragam. Ibadah shalat atau yang lainnya bisa tidak Allah SWT terima apabila seseorang telah melakukan sebab-sebab mandi junub namun tidak melakukan janabah.

Anjuran untuk melaksanakan mandi junub telah termaktub jelas dalam firman Allah, yakni Al-Quran Al-karim. Jika sengaja meninggalkan, maka Allah tidak lalai dengan konsekuensinya.

Untuk penjelasan mengenai doa dan tata cara mandi junub lebih lanjut, Anda bisa menyimak ulasan di bawah ini.

baca juga: Sebab-Sebab Mandi Wajib dalam Agama Islam

Pembahasan Mengenai Doa dan Tata Cara Mandi Junub

Islam sebagai agama yang mengandung kemaslahatan umatnya, tidak akan menanggalkan perintah tanpa ajaran. Sebagaimana perintah yang lainnya, anjuran mandi junub ini juga telah melanting segenap caranya.

Sebelum membahas doa dan tata cara mandi junub, ada baiknya apabila kita mengulas sebab-sebab yang wajib terlebih dahulu. Beberapa keadaan di mana apabila seseorang mendapatinya, maka wajib melaksanakan mandi junub untuk melanjutkan ibadahnya.

baca juga: Bacaan dan Doa Mandi Wajib, Simak dan Pahami Untuk Bersuci

Hal-Hal yang Mengharuskan Mandi Junub

Mandi junub atau janabah merupakan salah satu bagian dari thaharah (bersuci) dalam Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadis:

Sebelum membahas doa dan tata caranya, ada baiknya ketahui dahulu beberapa hal yang mengharuskan seseorang mandi junub adalah sebagai berikut:

1. Mengeluarkan mani, baik itu akibat dari mimpi basah, jima (hubungan badan suami istri), atau sengaja mengeluarkannya dengan onani. Untuk yang bagian jima, keluar mani atau tidak, suami istri tetap wajib mandi junub setelah selesai melakukannya.

2. Khusus wanita, yakni ketika keluar darah haid (menstruasi) atau nifas (setelah melahirkan). Jika darah kotor telah berhenti mengalir dari kemaluannya, maka seorang wanita wajib mandi junub.

Sehabis mandi janabah itulah, seorang wanita baru boleh melanjutkan ibadah seperti sholat atau membaca firman Allah dengan menyentuh mushaf Al-Quran.

3. Kematian yang selain dari mati syahid. Umat Islam yang meninggal bukan dalam keadaan mati syahid, sebelum mengafani maka wajib memandikannya seperti mandi junub.

Saat memandikan sunahnya mengenakan wewangian.

4. Mualaf (seseorang yang baru masuk Islam). Sunahnya mualaf yakni mandi janabah. Setelah itu, barulah Ia bisa melaksanakan ibadah dalam Islam sesuai tuntunan.

baca juga: Benda-Benda yang Termasuk Najis dan Cara Mensucikannya

Dasar Hukum Mandi Junub

Doa juga tata cara untuk mandi junub tidak semata-mata buatan manusia. Namun mandi junub telah memiliki dasar hukum yang termaktub dalam Al-Quran.

Allah SWT berfirman dalam Quran surat Al-Maidah ayat 6:

Tidak hanya itu, Firman Allah SWT Surat An-Nisa ayat 43 juga menyuruh umat muslim untuk melaksanakan mandi janabah apabila sedang dalam keadaan junub.

Doa dan Tata Cara Mandi Junub

Tersebab setiap insan tidak luput dari hadas besar, maka sudah sepantasnya kita tahu cara mandi junub dengan benar. Simak cara untuk mandi wajib di bawah ini.

Doa Niat Mandi Junub

Karena penyebab mandi junub yang banyak macamnya, maka juga terdapat niat yang berbeda. Pelafalannya bisa dalam hati saja.

Mandi junub untuk tujuan membersihkan diri setelah jima atau bersyahwat, maka lafal niatnya adalah:

Lafal niat mandi junub karena sehabis haid adalah:

Apabila hadas besar pada wanita bersebab dari darah sehabis melahirkan (nifas), maka lafal doa niatnya adalah:

Doa dan Tata Cara Mandi Junub

Usia melafalkan niat, langkah berikutnya adalah memulai doa dan tata cara untuk mandi junub dengan baik dan benar.

Doa dan Cara untuk Mandi Wajib Sesuai Ajaran Islam

Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah memaparkan dengan jelas adab dan tata cara untuk mandi besar dari mulai memasuki kamar mandi hingga keluar lagi.

1. Pertama, ambil air lalu basuh tangan sebanyak tiga kali.

2. Kemudian bersihkan kotoran dan najis yang hinggap di badan.

3. Lanjutkan dengan wudhu, layaknya berwudhu untuk melaksanakan sholat seperti biasanya. Untuk mengakhiri, siramlah kedua kaki.

4. Mulai mandi junub dengan mengguyur kepala sebanyak tiga kali guyuran. Barengi dengan niat menghapus segala junub.

5. Guyur bagian tubuh kanan sebanyak 3 kali, begitupun bagian tubuh yang kiri juga sebanyak tiga kali guyuran.

6. Pastikan tidak lupa menggosok badan baik depan maupun belakang hingga tiga kali gosokan. Kemudian menyela-nyela rambut juga jenggot jika ada.

7. Usahakan air mengaliri pangkal rambut maupun lipatan-lipatan kulit. Hindari tangan menyentuh kemaluan. Apabila terpaksa menyentuh, maka berwudhulah.

Doa dan Tata Cara Mandi Junub untuk Pria

Terdapat beberapa anjuran berbeda berkaitan tata cara untuk mandi junub untuk pria. Seperti menyela pangkal kepala, menurut hadits riwayat Tirmidzi hanya wajib untuk pria.

Di bawah ini ada rincian tata cara untuk mandi janabah untuk pria seperti ajaran Rasulullah dalam hadis Bukhari.

1. Pertama basuhlah kedua telapak tangan.

2. Kemudian tuang air menggunakan tangan kanan ke atas tangan kiri, lalu basuh kemaluan.

3. Lakukan wudhu layaknya wudhu untuk melaksanakan shalat.

4. Guyur rambut dengan menelusupkan jari ke pangkal rambut. Lakukan langkah ini hingga merata.

5. Siram bagian kepala hingga tiga kali siraman.

6. Guyur seluruh anggota badan.

7. Terakhir membasuh kedua kaki.

Doa dan Tata Cara Mandi Junub untuk Perempuan

Untuk perempuan, tidak banyak perbedaan dalam pengerjaan cara mandi janabah. Hanya saja perempuan tidak wajib menyela pangkal rambut.

Bahkan tidak perlu pula membuka ikatan rambut. Hal ini sesuai dengan sebuah hadits riwayat Tirmidzi, maka cara mandi junub untuk perempuan adalah sebagai berikut.

1. Pertama, membaca niat mandi junub.

2. Basuh telapak tangan dengan 3 kali basuhan, lalu membersihkan area kemaluan beserta dubur juga.

3. Bersihkan kotoran yang melekat di area kemaluan dan sekitarnya menggunakan tangan kiri.

4. Setelah selesai membersihkan kemaluan, cuci tangan menggunakan sabun.

5. Berwudhu sempurna, seperti wudhu ketika akan melakukan shalat. Mulai basuh tangan hingga membasuh kaki.

6. Siram kepala dengan air sebanyak tiga kali guyuran.

7. Bilas seluruh anggota badan dengan menyiramkan air. Mulai bagian tubuh kanan terlebih dahulu, lalu lanjutkan yang kiri.

Ketika melakukan langkah ini, pastikan tidak ada bagian yang tertinggal, seperti lipatan kulit atau bagian tubuh tersembunyi.

Hal-Hal yang Menyebabkan Tidak Sahnya Doa dan Tata Cara untuk Mandi Junub

Seperti yang telah kita bahas di atas, bahwasanya mandi junub memiliki doa dan tata cara. Jika meninggalkan salah satunya itu bisa mempengaruhi keabsahan mandi wajib.

Seperti di bawah ini, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan mandi junub kita gagal atau tidak sah.

1. Tidak melafalkan niat. Semua hal adalah bergantung pada niat. Apabila tidak membaca niat, maka mandi wajib bisa terlaksana tanpa ada benarnya.

Terlebih, niat inilah yang membedakan antara mandi junub dengan mandi biasa. Pelafalannya cukup dalam hati saja.

2. Tidak melakukan tata cara dan doa untuk mandi junub dengan benar. Cara tersebut seperti yang telah tertulis sebelumnya, bisa menyebabkan ketidaksahan mandi besar apabila sengaja meninggalkan salah satunya.

Jadilah seseorang memang harus memahami cara-cara mandi junub ini, jika tidak ingin ibadahnya sia-sia.

3. Tidak menggunakan air bersih. Karena tujuan mandi junub adalah untuk membersihkan diri, maka mandi junub usahakan dengan menggunakan air bersih.

Jika tidak menemukan air sama sekali, mandi junub bisa melakukannya dengan tayamum yang juga telah mempunyai tata cara dan niat doa tersendiri.

4. Masih tertinggal kotoran di dalam kuku. Saat mandi junub, baiknya juga membersihkan sela-sela kuku. Kecuali henna, hal ini juga berlaku pada jenis kutek.

Kuku tidak bisa menyerap air menembus badan apabila terhalangi oleh kutek, terlebih bagian bawah kuku. Karena itu, kutek yang selain henna harus hilang saat melakukan mandi junub.

5. Ada bagian tubuh yang tidak tersirami air. Maka saat mandi besar, aliri air ke seluruh permukaan tubuh, bahkan di bagian-bagian yang melipat atau tersembunyi.

Semisal lubang hidung dan mulut. Lakukan dengan berkumur kemudian menghisap air ke dalam hidung dan segera membuangnya.  Hal ini untuk antisipasi agar mandi junub benar-benar sah dan Allah terima sebagai ibadah.

Hikmah Doa dan Tata Cara Mandi Junub

Mandi junub merupakan syariat agama Islam, sehingga menyimpan hikmah setelah mengaplikasikannya. Di bawah ini beberapa hikmah melaksanakan mandi junub.

1. Mendapat ganjaran oleh Allah berupa pahala. Melaksanakan mandi junub dengan tata cara dan doa yang benar adalah suatu ibadah. Dengan demikian, insan yang mematuhi akan mendapatkan pahala sebagai balasan.

Sebuah hadist menjelaskan jika bersuci merupakan separuh iman, dan separuh lainnya adalah wudhu.

2. Senantiasa hidup dalam kebersihan. Dengan mandi, tidak hanya mandi junub saja, mandi rutinitas keseharian pun akan membuat badan bersih dari kotoran.

Oleh karena itu, hidup bisa terasa lebih nyaman, wangi, tanpa ada bahaya penyakit yang menyerang. Orang lain yang mendekat pun akan merasa senang.

3. Mendapatkan kembali rasa semangat. Raga yang terkena guyuran air saat mandi akan terasa lebih segar. Tak jarang seseorang menemukan kembali semangatnya setelah mandi.

Apalagi orang yang baru usai menjalani jimak, badan akan lemas. Maka dari itulah, islam mewajibkan mandi untuk mengembalikan semangat umat muslim.

Demikianlah pembahasan seputar doa dan tata cara mandi junub yang benar sesuai tuntunan Islam. Sesungguhnya Allah menyukai mereka, orang-orang yang menyucikan dirinya. (Muhafid/R6/HR-Online)