Fenomena Perihelion Merkurius Akan Terjadi Akhir Juli 2021

Fenomena Perihelion Merkurius Akan Terjadi Akhir Juli 2021
Ilustrasi Fenomena Perihelion Merkurius. Foto: Ist/Net.

Fenomena Perihelion Merkurius kemungkinan akan terjadi akhir bulan Juli ini. Teori relativitas umum menyatakan jika terdapat kelebihan presisi orbit planet. Yakni berasal dari kelengkungan  ruang dan waktu yang dihasilkan Matahari dalam jarak dekat. 

Gravitasi menjadi ukuran kelengkungan ruang dan waktu saat materi hadir. Kemudian partikel yang jatuh bebas akan mengikuti geodesi dalam medan gravitasi.

Terjadinya Fenomena Perihelion Merkurius

Saat Merkurius berada di konjungsi inferior dan dekat dengan salah satu simpul orbit, maka planet tersebut akan melewati di depan piringan Matahari.  Bidang orbitnya mempunyai kemiringan 7 derajat dengan bidang ekliptika. Ekliptika merupakan proyeksi orbit bumi ke bola langit.

Kemudian planet ini tidak selalu terpenuhi pada konjungsi dan simpul orbit, sehingga fenomena Perihelion Merkurius menjadi peristiwa angkasa yang langka.  Setiap abadnya, rata-rata Merkurius melakukan 13 transit. Fenomena tersebut tidak terjadi secara berkala. Jadi secara berturut-turut pada interval 13, 7, 10, dan 3 tahun.

Melansir laman eso.org, transit Merkurius ini tidak semuanya untuk melintasi piringan Matahari bervariasi.  Merkurius membutuhkan waktu bergerak melintasi piringan Matahari  berdasarkan kecepatan planet dalam orbitnya. Jadi waktunya bervariasi, tidak dapat menentukannya. 

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Fenomena Aphelion Bumi

Apalagi jika jalur lintasan tepat di wajah Matahari. Maka transit dari Merkurius akan berlangsung selama 9 jam. 

Kemungkinan fenomena Perihelion Merkurius terjadi tanggal 27 Juli 2021. Jaraknya sekitar 46 juta kilometer dari Matahari. Jika diamati dari Bumi, maka besar sudut Merkurius 26,6% lebih besar daripada saat aphelion. 

Selama terjadi transit Merkurius, maka akan disebut sebagai kontak. Untuk kontak yang pertama menjadi awal dari transit. Saat pada titik terdekat, maka untuk pertama kalinya disk planet bersentuhan dengan ekstremitas surya. 

Terjadinya contact pertama ini sulit memperkirakannya. Kemudian disk gelap akan melintasi tungkai surya saat kontak kedua. Selama jam-jam berikutnya maka akan terlihat di badan depan Matahari. 

Planet siluet akan melintasi piringan Matahari yang cemerlang secara perlahan. Kemudian pada kontak ketiga, planet akan melewati ujung transit ekstremitas surya berlawanan. Kontak terakhir planet disk akhirnya akan melewati daun Matahari sepenuhnya. 

Baca Juga: Matahari Terbit dari Utara, Fenomena Gerak Semu Matahari

Orbit Merkurius

Merkurius merupakan planet yang terdekat dengan Matahari. Orbitnya berbentuk elips dengan jarak rata-rata 58 juta km. Sementara periode orbitnya selama 88 hari Bumi. 

Berdasarkan pengamatan, orbit Merkurius terbilang sangat eksentrik. Saat perihelion, jaraknya sekitar 46,0 juta km dari Matahari. Kemudian jarak aphelion sekitar 69,8 juta km. 

Untuk itu, jarak Merkurius sekitar 1,5 kali lebih jauh aphelion daripada perihelion berdasarkan eksentrisitas orbital yang lebih besar. 

Fenomena perihelion Merkurius mempunyai periode sekitar 88 hari Bumi. Karena Merkurius merupakan planet terdalam dan bergerak paling cepat di Tata Surya kita. 

Periode sidereal merupakan interval waktu satu benda untuk menyelesaikan satu revolusi di sekitar benda lain. Kemudian mengacu pada bintang-bintang. Untuk periode sinodik Merkurius sekitar 116 hari Bumi. Interval waktu Merkurius kembali di posisi yang sama relatif terhadap Matahari. 

Pergeseran Perihelion

Fenomena perihelion Merkurius mempunyai sifat yang menarik untuk mengamatinya. Pasalnya, arah perihelion dan aphelion Merkurius bergerak secara perlahan di sepanjang orbitnya. Efek ini terjadi pada semua orbitnya, karena adanya interaksi gravitasi planet lain. 

Namun, pada abad  ke 19 para astronom melakukan pengamatan dengan akurat. Laju pergeseran perihelion Merkurius dapat terukur. Yaitu sekitar 43 detik busur per abad dari prediksi teori gravitasi klasik. 

Perbedaan ini menjadi misteri yang besar. Akan tetapi, gerakan tersebut sesuai dengan teori relativitas umum Albert Einstein. Dengan demikian, fenomena perihelion Merkurius kini sepenuhnya dapat dipahami dan menjadi salah satu bukti terbaik dari validitas teori Einstein. 

Waktu terbaik untuk melihat Merkurius adalah ketika matahari belum terbit atau setelah terbenam. Karena, saat Merkurius berada di sebelah barat maka akan terlihat agak rendah di langit. Kemudian saat berada di sebelah timur matahari, akan mulai terlihat ketika terbenam.

Pada siang hari, sangat mustahil dapat melihat Merkurius karena kedekatannya dengan matahari. Apalagi bila melihat dengan mata telanjang ke arah matahari, maka sangat  berbahaya.

Tidak ada transit planet luar yang dapat teramati dengan jelas dari Bumi. Namun transit matahari di Bumi bisa teramati dari permukaan planet luar. Fenomena perihelion Merkurius kemungkinan akan terjadi akhir bulan Juli ini. (R10/HR Online)

Editor: Jujang