Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita PangandaranGagal Mendarat, Tim SAR Pangandaran Selamatkan Nelayan Banyuwangi

Gagal Mendarat, Tim SAR Pangandaran Selamatkan Nelayan Banyuwangi

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Tim SAR Pangandaran, Jawa Barat, menyelamatkan seorang nelayan asal Banyuwangi, Jawa Timur yang gagal mendarat. Selama 9 hari nelayan bernama Asmuni itu hidup terombang-ambing di tengah lautan.

Untuk bertahan hidup, Asmuni hanya makan pasta gigi yang ia campur dengan air laut. Sebab saat melaut, ia tidak membawa perbekalan makanan dan minuman.

Sebelumnya perahu yang Asmuni gunakan kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Ia pun terpaksa harus bertahan hidup di tengah lautan selama 9 hari dengan perahunya berukuran panjang 7 meter dan lebar 1 meter.

Asmuni ini adalah nelayan pancing ikan. Ia berniat memancing di perairan Jimbaran. Namun, saat akan kembali pulang perahunya gagal mendarat lantaran ada badai. Asmuni pun akhirnya terseret hingga terombang-ambing ke tengah lautan.

Hingga akhirnya nelayan asal Banyuwangi itu ditemukan anggota Tim SAR Pangandaran (Tim Baracuda) sekitar 5 mil dekat Nusakambangan.

Ketua SAR Baracuda Kabupaten Pangandaran, Sakio mengatakan, ketika pihaknya temukan, kondisi kesehatan Asmuni lemah lantaran sudah sembilan hari terombang-ambing di tengah lautan lepas.

“Setelah ditemukan, Asmuni langsung kami evakuasi ke pelabuhan ikan Cikidang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Bahkan ia mengalami shock dan menolak menemui orang lain. Ia dirawat di rumah salah seorang nelayan. Tapi sekarang kondisinya sudah membaik, namun belum bisa ditemui,” tutur Sakio, Minggu (04/07/2021).

Baca Juga : Alhamdulillah, 3 Nelayan yang Hilang di Legokjawa Pangandaran Selamat

Tim SAR Pangandaran Berkoordinasi dengan SAR Banyuwangi

Lebih lanjut Sakio mengatakan, nelayan asal Banyuwangi itu mengalami trauma serta emosional. Hal itu karena pihak keluarganya bingung untuk menjemput. Sebab, untuk menjemputnya, pihak keluarga dari Banyuwangi ke Pangandaran butuh biaya yang tidak sedikit.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan tim SAR di Banyuwangi, bahkan petugas dari sana sudah siap mau menjemput Asmuni ke Pangandaran,” katanya.

Lebih lanjut Sakio menjelaskan bahwa, Asmuni memilih untuk bertahan hidup di atas perahu kecil tanpa membawa pelampung maupun bekal makanan dan minum.

Nelayan pancing asal Banyuwangi yang ditemukan tim SAR Pangandaran itu hanya bisa pasrah mengikuti kemana arus air laut membawanya.

Selama sembilan hari terombang-ambing di laut lepas, satu-satunya barang yang ada dan dapat Asmuni makan hanyalah pasta gigi.

“Ia hanya memiliki pasta gigi, yang kemudian memakannya dengan campuran air laut. Karena satu-satunya yang ada pada perahunya cuma itu. Ia bilang itu cukup membantunya untuk menghangatkan perutnya,” terang Sakio.

Setelah terombang-ambing selama sembilan hari di tengah laut, Asmuni yang bertahan hidup hanya mengonsumsi pasta gigi itu mengalami halusinasi.

Sakio mengatakan, Asmuni mengaku pernah bertemu dengan perahu nelayan lainnya, bahkan ia sempat ngobrol. Tapi saat Asmuni lihat lagi ternyata menghilang.

Beruntung, tim SAR Pangandaran menemukan Asmuni, sehingga nelayan asal Banyuwangi itu dapat terselamatkan. (Cenk2/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah