Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita TerbaruInilah Daftar Jenis Vaksin Covid Yang Disetujui WHO

Inilah Daftar Jenis Vaksin Covid Yang Disetujui WHO

Jenis vaksin covid saat ini ada beberapa dan sebagian telah mendapat persetujuan serta pengesahan dari WHO. Telah melalui sebuah uji klinis hingga tahap 3 dan memiliki tingkat efektivitas cukup besar.

Sejak pandemi akibat virus corona melanda di awal tahun 2020, berbagai perusahaan farmasi mencoba untuk menemukan vaksin. Apalagi jumlah korban terus meningkat di beberapa negara termasuk Indonesia.

Kondisi seperti ini tentu saja sangat mengkhawatirkan hingga terpaksa melakukan lockdown. Hal tersebut tentu saja berdampak pada banyak sektor kehidupan terutama perekonomian rakyat.

Pandemi yang belum ada yang mengetahui kapan berakhir, malah varian virusnya semakin banyak. Meskipun masyarakat umum hanya mengenal tiga saja, akan tetapi sesungguhnya lebih dari pada itu.

Bahkan penyebarannya semakin ganas dan bukan hanya pada orang dewasa saja. Kini banyak anak-anak, bahkan ada bayi yang telah menjadi pasien akibat keganasan virus ini.

Meskipun pemberian vaksin mulai berlangsung sejak awal tahun, akan tetapi penyebaran virus corona belum juga berakhir. Bahkan muncul varian baru yang dengan karakteristik yang berbeda pula.

Jenis vaksin covid yang ada sekarang ini bukanlah obat hanya sebagai pencegah dan melawan jika virus tersebut masuk dalam tubuh. Melakukan protokol kesehatan dan selalu menjalankannya menjadi salah satu cara terbaik.

Vaksin yang ada sekarang ini telah mendapat persetujuan serta melalui serangkaian uji klinis. Pada banyak negara yang memilih salah satunya, akan melakukan kembali uji klinis sebelum memberikan pada warganya.

Sehingga Anda tak perlu khawatir apalagi ragu untuk melakukan vaksinasi yang tengah berlangsung saat ini. Tentunya tetap menjaga kesehatan serta melakukan prokes tak boleh Anda tinggalkan.

Karena vaksin bekerja dari dalam, bukan mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Mengatasi virus tersebut saat telah berada dalam tubuh.

Mengenal Apa Itu Vaksin

Anda pasti terbiasa mendengar kata vaksin akhir-akhir ini akibat pandemi yang belum juga berakhir. Tapi menganal sejauh mana vaksin itu, tak banyak yang mengetahuinya.

Vaksin merupakan sebuah priorotas pemerintah saat sebuah wabah menyebar seperti virus corona. Vaksin ini menjadi sebuah cara agar dapat menurunkan jumlah korban atau pun pasien.

Merupakan sebuah zat yang para ilmuwan dan ahli sengaja membuatnya untuk dapat merangsang kekebalan tubuh. Dengan adanya rangsangan pembentukan kekebalan tersebut, dapat mencegah terjangkit suatu penyakit.

Bukan merupakan obat akan tetapi sejenis virus yang sengaja dilemahkan untuk dapat merangsang sistem imun tubuh. Anda harus tetap menjaga kesehatan karena penyakit tak akan hilang dengan sendirinya.

Hingga sekarang telah ada sekitar 30 vaksin yang telah tercipta sejak pertama kali konsep tersebut hadir. Pertama kali muncul dari ide hasil pemikiran seorang Edward Jenner pada tahun 1796.

Musnahnya penyakit small pox atau Variola pada tahun 1979 adalah bukti keberhasilan vaksin. Vaksin yang terkandung antigen dengan jenis yang sama yang dapat menyebabkan penyakit, merupakan kumci keberhasilannya.

Bedanya antigen tersebut dan pada penyakit adalah kondisi yang telah lemah. Sehingga  tak akan menyebabkan menderita penyakit tersebut seperti jenis vaksin covid.

Saat Anda melakukan vaksinasi, maka sistem kekebalan tubuh akan melihatnya sebagai sebuah musuh atau antigen. Sehingga akan terjadi sebuah respon cepat dengan memproduksi antibodi untuk melawannya.

Vaksinasi adalah sebuah kegiatan pemberian vaksin yang berisi satu atau lebih  antigen pada seseorang. Seperti yang sekarang ini tengah pemerintah lakukan juga negara lainnya pada seluruh warganya.

Meskipun Anda telah melakukan vaksinasi, tak berarti akan kebal seumur hidup dari infeksi penyakit yang berbahaya. Oleh karena itu menjaga kesehatan dan melakukan kebiasan hidup sehat adalah hal wajib.

Fungsi dan Manfaat Dari Janis Vaksin Covid

Telah lebih dari satu tahun pandemi ini melanda seluruh negara di dunia tanpa terkecuali. Vaksinasi menjadi salah satu cara untuk menekan jumlah korban serta mengakhiri pandemi ini.

Seperti apa yang tengah pemerintah lakukan sejak awal tahun 2021 dengan melakukan vaksinasi secara bertahap. Beberapa jenis vaksin covid yang ada sekarang ini menjadi pilihannya.

Bertujuan agar seluruh masyarakat dapat memiliki kekebalan tubuh dan tak terpapar virus covid. Serta meningkatkan kembali kepercayaan warga kalangan menengah dan bawah.

Perlu Anda ketahui jika vaksin bukanlah sebuah obat yang terdapat formula  untuk menyembuhkan penyakit. Vaksin ini merupakan sebuah virus yang telah terkendali atau lemah hingga tak mamapu menyebarkan penyakit dengan manfaat tertentu.

Fungsi atau manfaat dari sebuah vaksin adalah sebagai pelatih pada sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian tubuh akan dapat lebih cepat mengenali virus berbahaya tersebut saat masuk.

Meskipun begitu, jenis vaksin covid tak dapat mencegah virus tersebut masuk ke dalam tubuh. Namun dapat bekerja untuk mematikan saat telah masuk ke dalam diri Anda.

Meskipun tingkat efektivitas vaksin dapat mencapai hingga 90%, akan tetapi terdapat 10% kemungkinan terpapar meskipun telah melakukan vaksinasi. Oleh karena itu melakukan protokol kesehatan serta menjaga kesehatan tubuh adalah hal wajib.

Daftar Vaksin Covid

Saat ini telah banyak yang menyediakan vaksinasi secara gratis di seluruh daerah di Indonesia. Dengan batasan 18 tahun ke atas, Anda sudah dapat mendapatkannya hanya dengan membawa KTP saja.

Dari sejumlah vaksin yang ada sekarang di dunia, hanya beberapa yang telah mendapat persetujuan dari WHO. Jenis vaksin covid yang masuk dalam daftar izin penggunaan darurat WHO diantaranya.

Pfizer

Merupakan hasil penelitian dan pengembangan dari Pfizer atau BioNTech yang pertama kali masuk daftar pada 31 Desember 2020. Adalah vaksin buatan Amerika Serikat yang berbasis mRNA yang memiliki efektivitas hingga 95%.

Hasil tersebut setelah melalui uji coba fase 3 dan pada beberapa negara seperti Amerika dan Singapura mengijinkan untuk usia remaja mulai 16 tahun. Berdasarkan hasil uji klinis terbaru, vaksin ini aman bagi usia 12 hingga 15 tahun.

AstraZeneca

Sebuah vaksin hasil pengembangan oleh Oxford dan telah mendapat ijin penggunaan darurat pada 15 Februari 2021 oleh WHO. Terdapat dua versi vaksin yang mendapat persetujuan dari pabrik yang berbeda.

Terdapat dua pabrik yang memproduksinya yaitu AstraZeneca-SKBio di Korea Selatan serta oleh Serum Institute of India. Vaksin Oxford-AstraZeneca ini sesuai unutk negara dengan jenis virus corona Afrika Selatan.

Tingkat efektivitas dari vaksin ini adalah 76% dan terdapat rekomendasi unutk pemberian mulai usia 18 tahun. Seperti yang saat ini tengah pemerintah lakukan pada semua kalangan masyarakat.

Johnson & Johnson

Yang satu ini sedikit berbeda dengan jenis vaksin covid lainnya yaitu merupakan dosis tunggal. Telah mendapat persetujuan dari WHO untuk penggunaan darurat pada 12 maret 2021.

Menurut hasil uji klinis, hasil pengembangan Johnson & Johnson ini efektif untuk kalangan usia lanjut. Berdasarkan pemaparan oleh CDC Amerika Serikat jika vaksin ini memiliki tingkat efektifitas hingga 66,3 %.

Moderna

Vaksin yang tengah ramai jadi pembicaran pada banyak media sosial juga  lainnya karena tingkat efektivitas. Memiliki metode yang sama dengan Pfizer yaitu mRNA dan dapat untuk usia 18 tahun ke atas.

Memiliki tingkat efektivitas hinggga 94,1 % dan menjadi yang paling besar dari pada lainnya. Mendapat persetujuan untuk penggunaan oleh WHO pada 30 April 2021.

Sinopharm

Merupakan vaksin covid pertama buatan Cina yang mendapat izin dari WHO pada 7 Mei 2021. Merupakan jenis yang berbasis inactivated virus dan  efektivitasnya untuk kasus rat di rumah sakit serta infeksi bergejala sekitar 79 %.

WHO merekomendasikan untuk melakukan dua suntikan dengan jarak 3 hingga 4 minggu. Pemerintah memebrikan vaksin jenis ini pada program gotong royong dengan menyediakan lebih dari 70.000 suntikan.

Sinovac

Adalah vaksin kedua dari negeri tirai bambu yang mendapat persetujuan dan pengesahan WHO. Saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang banyak menggunakannya sejak Januari 2021.

Menurut hasil uji klinis 3 di Bandung membuktikan jika Sinovac memiliki efektivitas hingga 65,3 %. Memiliki platform yang sama yaitu inactivated virus, dengan rekomendasi pemberian pada dosis kedua adalah 2 hingga 4 minggu setelah yang pertama.