Kasus Pasien Ciamis Tak Dapat Oksigen, RS Langgar Permenkes 3/2020

Kasus Pasien Ciamis Tak Dapat Oksigen
Hendra Sukarman, akademisi dari Universitas Galuh Ciamis menyoroti kasus pasien asal Ciamis yang tak dapat oksigen dari rumah sakit. Foto : Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kasus pasien non Covid-19 asal Ciamis, Jawa Barat, yang meninggal dunia karena tak dapat oksigen, mendapat perhatian dari Hendra Sukarman, akademisi dari Universitas Galuh Ciamis.

Hendra sangat menyesalkan dengan adanya informasi mengenai pasien non Covid-19, tidak bisa mendapatkan penanganan oksigen.

Baca Juga : Pasien Non Covid-19 Terlantar di Parkiran, Ini Penjelasan RSU DK Ciamis

Sehingga menurutnya, kasus tersebut masuk kategori dengan sebuah kelalaian atau abai. Selain itu, juga sangat bertolak belakang dengan aturan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 3 Tahun 2020. 

Hendra menjelaskan, dalam aturan Permenkes bahwa rumah sakit atau sejenisnya harus memberikan pelayanan yang prima terhadap siapapun yang datang.

“Baik itu pelayanan kesehatan, pelayanan kebidanan maupun gawat darurat,” jelasnya kepada HR Online, Sabtu (24/07/2020). 

Kasus Pasien Ciamis Tak Dapat Oksigen, RS Termasuk Abai dan Lalai

Lebih lanjut Hendra menambahkan, jika ada pasien yang minta dirawat, kemudian dari pihak pelayanan kesehatan tidak segera menindak, maka dikategorikan lepas dari tanggung jawab.

Terlebih, pasien tersebut sampai meninggal, maka bisa masuk kategori sebuah pidana, dengan melanggar KUHPidana Pasal 359 jo 360.

Adapun pasal tersebut menjelaskan, bahwa barang siapa karena kelalaian menyebabkan orang meninggal dunia, dipidana dengan pidana paling lama lima tahun penjara.

“Yang mana pihak manajemen RSU Dida Keluarga abai dan lalai akan kejadian yang menimpa salah satu pasien karena tak dapat oksigen,” jelasnya.

Menurut Hendra, walaupun sekarang situasinya sedang pandemi dan lebih mementingkan pasien Covid-19, seharusnya pihak layanan kesehatan bisa lebih memilih untuk melakukan pertolongan pertama kepada pasien, yang memang sangat membutuhkan oksigen. 

Baca Juga : Pasien Non Corona Asal Ciamis Meninggal Dunia Akibat RS Krisis Oksigen

Bahkan, katanya, jika melihat dari statement pihak RSU Dida Keluarga yang masih punya stok oksigen untuk 4 hari kedepan, kenapa saat kejadian tersebut pasien tak dapatkan oksigen?.

“Kenapa pada saat kejadian pasien tidak mendapat pertolong terlebih dahulu. Minimalnya pihak rumah sakit memberikan perawatan pertama,” tukasnya.

Bahkan menurut informasi, lanjutnya, keluarga pasien sudah ke sana ke sini mencari perawatan alat bantu pernapasan (oksigen).

Hendra berharap dengan kejadian pasien asal Ciamis yang tak dapat oksigen bisa menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah maupun legislatif. Agar situasi ini bisa lebih terkendali, terutama dari segi pelayanan kesehatan bagi pasien non Covid-19. 

“Penyelenggara kesehatan atau rumah sakit harus meningkatkan rasa tanggung jawab atas kesehatan masyarakat. Sehingga kejadian pasien tak dapat oksigen tidak terulang kembali,” harapnya. (Fahmi/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto