Larangan Puasa di Hari Tasyrik, Berikut Alasan dan Amalan Penggantinya

Larangan Puasa di Hari Tasyrik
Larangan Puasa di Hari Tasyrik. Foto: Ist/Net

Larangan puasa di hari Tasyrik tentunya menjadi sebuah pertanyaan besar bagi umat Islam. Banyak dari umat Islam yang masih belum mengetahui Apa alasan mengapa kita dilarang puasa pada hari tersebut.

Padahal pada hari-hari tersebut umat Islam melakukan hal-hal yang sama dengan hari-hari biasanya. Puasa merupakan salah satu amalan yang dapat memberikan kita pahala.

Dalam agama Islam sendiri terdapat beberapa puasa sunnah yang bisa kita amalkan. Bukan hanya puasa wajib 30 hari selama Ramadhan saja. Tetapi, ada puasa sunnah lainnya yakni senin-kamis, daud, arafah, tarwiyah dan puasa ayyamul bidh.

Keutamaan puasa sunnah yang bisa kita dapatkan sangatlah menguntungkan untuk kehidupan akhirat kelak. Salah satunya adalah untuk menghapus dosa yang telah lalu.

Bukan hanya itu saja, akan tetapi keutamaan yang akan kita dapatkan karena menjalankan puasa sunah adalah menghapus dosa-dosa yang akan datang. Asalkan kita juga melaksanakannya dengan niat yang ikhlas dan lillah karena Allah.

baca juga: Cara Sholat Jenazah Sesuai Tuntunan Ajaran Islam

Larangan Puasa Di Hari Tasyrik, Mengapa?

Tahukah Anda apa itu hari Tasyrik? Hari tasyrik merupakan hari kemenangan umat Islam. Dimana saat itu umat Islam merayakan kemenangan dengan cara makan dan minum yang halal.

Bukan hanya itu saja akan tetapi mereka juga mendekatkan diri kepada Allah dan terus mengingat Allah. Mengapa dalam Islam terdapat larangan puasa di hari Tasyrik?

Karena pada hari itu merupakan hari kemenangan bagi umat Islam selain karena sebagai hari raya Qurban. Maka dari itu, hukum puasa pada hari tasyrik adalah haram pelaksanaannya. Sudah jelas bukan hukumnya?

baca juga: Tata Cara Sedekah Subuh Mempermudah Anda dalam Menyalurkannya

Amalan Pada Hari Tasyrik

Bagi beberapa orang tentunya bertanya, amalan apa yang bisa kita lakukan jika terdapat larangan puasa di hari Tasyrik tersebut. Ada banyak sekali amalan yang bisa kita lakukan ketika menjumpai hari Tasyrik.

baca juga: Doa dan Tata Cara Mandi Junub yang Benar Sesuai Kaidah Islam

Memperbanyak Syukur Nikmat Kepada Allah

Karena dalam Islam terdapat larangan puasa di hari Tasyrik, kita bisa menggantinya dengan amalan lainnya yang juga berpahala. Yakni dengan memperbanyak syukur nikmat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalam surat Ibrahim ayat 7 menjelaskan bahwasanya siapapun yang mensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan, niscaya Allah akan menambahkan nikmat tersebut dalam jumlah yang banyak.

Bukan hanya itu saja, ajaran Islam juga mengajarkan kepada kita untuk menerima semua yang sudah Allah takdirkan kepada kita dengan lapang dada. Tidak boleh iri dengan apa yang orang lain sudah dapatkan.

Meningkatkan Ketaqwaan dan Ketaatan

Karena merupakan hari raya akan tetapi kita tidak boleh lupa untuk tetap meningkatkan keimanan dan juga ketakwaan kepada Allah ta’ala. Ramalan tersebut juga bisa menjadi pengganti dari adanya larangan puasa di hari Tasyrik.

Perlu menjadi pengetahuan juga untuk Anda bahwasannya hari raya Tasyrik merupakan hari raya ujian bagi nabi Ibrahim dan Ismail. Di mana Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih putranya sendiri Ismail yang merupakan perintah dari Allah.

Hal tersebut juga merupakan pelajaran besar bagi umat Islam.

Berdoa dan Berdzikir Kepada Allah

Dalam Islam terdapat larangan puasa sunnah di hari Tasyrik. Perlu Anda ketahui bahwasanya hari tasyrik merupakan hari dimana doa yang kita panjatkan kepada Allah itu dikabulkan.

Untuk itu sebagai amalan pengganti yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan memperbanyak dzikir kepada Allah.

Berdoalah kepada Allah sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk orang banyak. Doakan juga saudara-saudara kita yang ada di Palestina dan memohonlah juga kepada Allah supaya virus Corona yang ada di Indonesia ini segera alah tangani dengan baik.

Doa bisa merubah takdir yang sudah Allah tetapkan. Dahsyatnya doa merupakan senjata bagi orang-orang Mukmin. Dzikir merupakan penenang dalam hati karena hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang tentram dan damai.

Silaturahim

Selanjutnya ketika hari tasyrik kita juga dianjurkan untuk memperbanyak silaturahmi kepada sanak saudara. Hal yang demikian ini biasanya kita lakukan ketika hari tasyrik Idul Fitri.

Budaya Indonesia mengajarkan kepada kita ketika hari raya Idul Fitri indahnya kita saling maaf-memaafkan dan silaturahmi kepada sanak saudara dan tetangga lainnya.

Berbeda dengan hari raya Idul Adha. Pada hari tersebut umat Islam memiliki 3 hari yang haram untuk berpuasa. Untuk apa tujuannya? Biasanya ketika hari Raya Idul Adha umat Islam berkurban.

Umumnya juga ketika kurban kita akan mendapatkan daging dengan jumlah yang banyak. Karena hari tasyrik merupakan hari raya makan dan minum maka sudah seharusnya bisa kita habiskan.

Entah itu kita makan sendiri atau kita bagikan kepada mereka yang belum jatah daging. Jangan sampai daging yang sudah kita dapatkan justru malah mubazir.

Nah, bagi Anda yang belum tahu apa saja amalan yang bisa kita lakukan, jangan . Sebagai pengganti adanya ketentuan larangan puasa di hari Tasyrik, tentunya penjelasan tersebut akan membantu anda. (Muhafid/R6/HR-Online)