Majas Repetisi Adalah: Pengertian dan 43 Contoh Kalimat Lengkap

Majas Repetisi Adalah Pengertian dan 43 Contoh Kalimat Lengkap
Ilustrasi Pengertian dan Contoh Majas Repetisi. Foto: Ist/Net

Majas digunakan untuk membuat konotasi atau menambah efek ketika menggambarkan atau membandingkan hal-hal tertentu. Majas ada bermacam-macam, salah satunya majas repetisi. Banyaknya jenis majas tentu kadang membuat kita bingung apa saja yang membedakannya. Berikut ini akan dibahas mengenai karakter, pengertian, dan contoh mengenai majas repetisi yang dirangkum dari laman psyline.id.

Baca juga: Contoh Pidato Singkat Tema Perpisahan, Narkoba dan Lingkungan

Pengertian Majas Repetisi

Majas repetisi adalah pengulangan kata atau frasa dalam karya sastra untuk mempertegas suatu makna. Pengulangan dalam puisi atau lagu bertujuan untuk menciptakan ritme.

Jenis majas repetisi terbagi dalam 5 macam, yakni: majas repetisi epizeuksis, majas repetisi tautoles, majas repetisi epanolepsis, majas repetisi mesodilopsis, dan majas repetisi anadiplasis. Berikut 43 contoh kalimat lengkap majas repetisi yang terbagi dalam masing-masing fungsinya.

Contoh Majas Repetisi Epizeuksis

Epizeuksis berasal dari kata Yunani epizeugnumi, yang berarti “ikatan bersama.” Epizeuksis adalah bentuk pengulangan di mana satu kata atau frasa pendek diulang berturut-turut tanpa kata lain di antaranya. Contoh-contoh Epizeuksis sangat keras dan kuat dalam pengulangan mereka, dan biasanya menandakan banyak emosi yang diungkapkan.

Majas repetisi epizeuksis mempunyai dua detail kunci, yakni:

  1.  Pengulangan langsung dari kata atau frasa yang sama dalam epizeuksis adalah blak-blakan dan kuat, tetapi untuk alasan yang sama harus digunakan dengan hemat
  2. Dalam pidato, epizeuxis biasanya kuat, keras, dan memotivasi, dan dapat berfungsi sebagai seruan

Contoh majas:

  1. Aku akan terus berusaha, berusaha, dan berusaha agar bisa menggapai cita-cita
    1. Terdengar suara berbisik, “ibu, ibu, ibu”. Aku selalu merasa bingung kala suatu itu terdengar lagi
    2. Bingung, bingung, dan bingung. Isi hatiku saat ini bisa diwakili dengan kata itu. Masalah hati memang benar-benar di luar logika
    3. Aku selalu mengajarimu berhemat. Menabung, menabung, dan menabung adalah yang paling penting saat ini. Kebutuhanmu di masa mendatang akan sangat banyak
    4. Jangan menyerah, jangan menyerah, jangan menyerah pada hal yang memang kamu sangat antusias untuk mendapatkannya
    5. Kalau sudah weekend rasanya ingin rekreasi, rekreasi, dan rekreasi saja
    6. Waspadalah, waspadalah, waspadalah. Maling selalu mengincar harta anda
    7. Bu guru berkata, “Belajar, belajar, dan belajar,” adalah kunci kesuksesan
    8. Bagaimanapun keadannya, kamu harus tetap yakin, yakin, dan yakin

Contoh Majas Repetisi Tautoles

Majas kategori ini kata-katanya diulang dan membentuk sebuah konstruksi.

Contoh majas:

  1. Aku adalah kau, kau adalah aku, aku dan kau adalah sama
  2. Cintaku padamu tak akan sirna, cintamu padaku tak akan sirna, cintaku dan cintamu abadi selamanya
  3. Adikku adalah perempuan, adikmu adalah perempuan, adikku dan adikmu sama-sama perempuan
  4. Tubuhku kurus, tubuhmu kurus, tubuhku dan tubuhmu sama saja
  5. Nenek suka makan sirih, bude suka makan sirih, nenek dan bude sama saja
  6. Kau memukulku, aku memukulmu, kau dan aku berseteru
  7. Nilaiku sangat bagus, nilaimu sangat bagus, nilaiku dan nilaimu sama-sama bagus
  8. Pekerjaanku adalah penulis, pekerjaanmu adalah penulis, aku dan kamu sama-sama penulis
  9. Bajuku baru, baju adik baru, bajuku dan baju adik baru

Contoh Majas Repetisi Epanolepsis

Majas kategori ini pengulangan kata-katanya di awal dan di akhir kalimat sama. Majas repetisi  epanolepsis mempunyai dua detail kunci, yakni:

  1. Epanalepsis menekankan kata-kata tertentu tidak hanya dengan mengulanginya, tetapi juga dengan menempatkannya di lokasi yang menonjol di awal dan akhir kalimat.
  2. Istilah epanalepsis tidak hanya berlaku untuk kata-kata pertama dan terakhir dari suatu kalimat atau klausa. Itu juga bisa merujuk pada pengulangan yang terjadi sangat dekat dengan awal atau akhir kalimat atau klausa, serta di dua kalimat terpisah.

Contoh majas:

  1. Tidak percaya tentang semua yang kau dengar. Katakanlah semuanya tidak kau percayai
  2. Pada tengah malam kamu keluar dari rumahmu, dan kembali lagi pada tengah malam
  3. Impian ini milikmu. Tak ada yang bisa menggapai impianmu kecuali kamu sendiri
  4. Jika Anda pikir Anda mampu melakukannya, Anda mampu melakukannya
  5. Jika berpikir tidak bisa mendapatkannya, Anda tidak akan bisa mendapatkannya
  6. Kuli panggul itu tidak lelah bekerja setiap hari. Dia tidak lelah bekerja walau keringat bercucuran
  7. Mobil-mobilan ini cukup bagus untuk dijadikan koleksi mobil-mobilan anakku
  8. Rumah sederhana itu kini dijadikan tempat tinggal karena rumah sederhana yang satunya telah dijual.

Contoh Majas Repetisi Mesodilopsis

Pengulangan dalam majas ini terjadi secara tidak langsung. Pengulangan bisa saja terdapat pada beberapa kata atau tengah-tengah kalimat atau bahkan pada kalimat berurutan.

Contoh majas:

  1. Keikhlasan yang ditunjukkan pemuda itu menarik perhatian banyak orang dan juga keihklasan yang ditunjukkan pemuda itu berbuah keindahan
  2. Suasana pantai sangat rileks, sangat damai, dan sangat menenangkan jiwa yang sudah mulai bosan dengan aktivitas sehari-hari
  3. Jamuan tuan rumah itu sangat sopan, sangat apik, dan sangat memuliakan tamu
  4. Bocah itu ketakutan ketika dibawa ke rumah sakit. Dia ketakutan setidaknya pada suara. Dan dia ketakutan memandang ke luar ruangan
  5. Dia masih saja mengingat, mengingat dan selalu saja mengingat kelemahan keluarganya
  6. Warga menggelar rapat untuk membahas kebersihan desa dan warga menggelar rapat untuk memastikan keamanan desa
  7. Selama di rumah sakit anak itu selalu saja mengingatkanku pada kakak-kakakku dan kakak-kakak sepupuku
  8. Masyarakat tidak memilihnya karena dia sangat pemarah, masyarakat tidak memilihnya karena dia kurang bertanggung jawab, masyarakat tidak memilihnya karena dia tidak bijaksana
  9. Mimpi jadi sebuah angan-angan, mimpi patut jadi penantian, mimpi memang harus dikejar

Contoh Majas Repetisi Anadiplasis

Baca juga: Membanggakan, Santri Asal Pangandaran Juara Pidato Bahasa Arab Tingkat Nasional  

Pengulangan dalam majas ini terjadi pada akhir kata dalam satu baris atau klausa. Majas anadiplasis mempunyai dua detail kunci, yakni:

  1. Anadiplosis muncul di mana-mana. Mulai dari sastra, buku anak-anak, pidato terkenal, hingga percakapan sehari-hari
  2. Penekanan yang diciptakan oleh pengulangan kata-kata anadiplosis memiliki kekuatan untuk membujuk, untuk menciptakan rasa urgensi atau emosi, serta untuk memberikan irama yang menyenangkan untuk teks atau ucapan

Contoh majas:

  1. Sebentar lagi kamu akan masuk jenjang SMA. SMA Negeri 1 Balikpapan bisa menjadi salah satu incaran
  2. Setelah cerai dari suaminya dia selalu melamun, dia selalu melamun karena merasa kecewa
  3. Jagan lagi bicara soal cinta. Cinta itu bagai permainan api
  4. Manfaat dari rasa syukur bisa menentramkan hati, Manfaat dari rasa syukur bisa mempertebal keimanan
  5. Kapan-kapan ingin sekali mencoba wahana menyeramkan di lokasi wisata Jepang. Wahana menyeramkan membawa kenangan tersendiri
  6. Kita sedikit berbangga hati, kita sedikit berbangga hati karena kita bisa kuliah dengan biaya sendiri
  7. Jangan menyentuh benda itu lagi. Benda itu berbahaya
  8. Akhir-akhir ini banyak sungai yang meluap. Sungai yang meluap disebabkan oleh tumpukan sampah

Majas repetisi bila ditinjau dari maknanya masuk dalam golongan majas penegasan. Sedangkan ditinjau dari bentuknya majas ini masuk dalam golongan majas perulangan. Atas dasar inilah majas repetisi menggunakan beberapa kata pengulangan dalam kalimat untuk menekankan maknanya.

Baca juga: Hebat, Pangandaran Delegasikan 2 Santri Lomba Pidato Bahasa Arab dan Indonesia Tingkat Nasional

Jadi, kesimpulannya adalah majas repetisi merupakan majas yang mempunyai ciri khusus berupa seluruh kalimat atau kata yang akan membentuk pengulangan pada suatu karya sastra memiliki kalimat atau kata yang sama. Sehingga suatu kalimat atau kata dalam majas ini memiliki sebuah persamaan makna. (R10/HR-Online)