Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Beri Motivasi Pemuda untuk Bertani

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Beri Motivasi Pemuda untuk Bertani
Anggota DPRD Komisi II Kota Tasikmalaya, H Murjani (memakai kemeja batik), saat memberikan pemahaman dan motivasi kepada para pemuda untuk bertani, di Desa Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (18/7/2021). Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Anggota DPRD Komisi II Kota Tasikmalaya, H. Murjani, beri motivasi kepada pemuda Taruna Tani Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk mau bertani.

Selain memotivasi untuk mau bertani, Murjani juga memberikan pemahaman guna menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis pertanian dan membangun jejaring usaha.

“Fenomena yang terjadi di era modern ini, adalah kurangnya minat para pemuda untuk terjun dalam bidang pertanian,” ucapnya kepada pemuda Taruna Tani Cibeuti, Minggu (18/7/2021).

Oleh karena itu, sambungnya, fenomena rendahnya generasi milenial mau bertani tersebut, menjadi sesuatu hal yang perlu pemerintah perhatikan.

Sebab, tidak sedikit pemuda yang beranggapan bahwa pertanian identik dengan pekerjaan orang tua, berkotor-kotor, pekerjaan yang rumit, berisiko tinggi dan  keuntungan yang kurang menjanjikan.

Sehingga, katanya, usaha sektor pertanian yang menjadi penopang utama kebutuhan pangan masyarakat belum dilirik oleh para generasi milenial tersebut.

“Sebagai catatan, bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya perlu hadir. Dalam hal ini Dinas Pertanian untuk diskusi terkait sarana pengolah tanah, seperti cultivator,” katanya.

“Saya juga sudah mengalokasikan anggaran melalui pokok-pokok pikiran anggota dewan. Karena alih teknologi itu penting,” imbuhnya.

Perlu Mengubah Mindset Agar Pemuda Tasikmalaya Mau Bertani

Lebih lanjut Anggota DPRD Komisi II Kota Tasikmalaya menambahkan, pembangunan suatu bangsa tidak terlepas dari peran Pemuda.

Selain itu, generasi milenial juga yang memiliki jiwa semangat untuk memperjuangkan perubahan dalam setiap kehidupan masyarakat, termasuk salah satunya sektor pertanian.

“Karena pertanian adalah sektor yang paling penting di Indonesia,” ujar Murjani.

Namun permasalahan saat ini adalah kurangnya minat para pemuda untuk mau terjun ke sawah.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu adanya upaya untuk mengubah mindset atau pola pikir pemuda tentang dunia pertanian. Karena lewat pundak generasi milenial ini, estafet pembangunan sektor pertanian akan dilanjutkan.

“Sehingga saya harap para pemuda ini mampu menjadi generasi pelopor, yang dapat melakukan terobosan dan inovasi baru. Serta, dapat memotivasi pemuda lainnya untuk mau bergerak dalam bertani,” ucapnya. (Apip/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto