Pangandaran Masuk Kategori PPKM Level 3, Obwis Belum Bisa Dibuka

Kategori PPKM
Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pangandaran masuk kategori PPKM level 3, kondisi tersebut mengakibatkan objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, belum bisa dibuka.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata mengatakan, Kabupaten Pangandaran masuk level 3 berdasarkan hasil keputusan dari pemerintah pusat, terhitung dari hari Rabu 21 Juli 2021, dan dipantau kembali tanggal 25/26 Juli mendatang.

“Ya, kita berada di level tiga PPKM. Oleh karena itu, obyek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran semuanya belum bisa dibuka,” tandasnya, Rabu (21/07/2021).

Jeje menjelaskan, hasil PPKM level 3 berdasarkan dari data yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam satu minggu terakhir ini. Tepatnya sejak tanggal 12-18 Juli 2021. Dari data tersebut tercatat sebanyak 390 kasus positif, dan yang sembuh sebanyak 296 orang.

Selain itu, lanjut Jeje, saat ini tes yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19, terutama di RSUD Pandega Pangandaran jumlahnya semakin sedikit.

Menurutnya, jika seseorang terkonfirmasi positif, maka untuk tes kontak eratnya 15 orang. Realitanya, apabila dari satu orang ada 10 yang kontak erat, maka 150 orang yang harus melakukan tes swab. mengingat Covid-19 jenis Delta sangat cepat penularannya.

Baca Juga : Tim Satgas Gabungan Edarkan Aturan Baru PPKM Darurat di Pangandaran

Pangandaran Masuk Kategori PPKM Level 3, Bupati Ingatkan Prokes

“Salah satu kunci keberhasilan PPKM level 3 ini bisa turun harus memberlakukan standar protokol kesehatan dengan baik. Harus dijalankan oleh seluruh warga Kabupaten Pangandaran yang ada di 39 desa,” tegas Jeje.

Sedangkan, untuk kegiatan masyarakat hampir mirip dengan aturan PPKM Darurat. Berdasarkan instruksi dari Kemendagri, bahwa sektor hiburan dan pariwisata masih tutup sementara.

“Jadi belum bisa buka untuk umum, mengingat aturan baru PPKM tergantung dari hasil pantauan tanggal 26 Juli mendatang. Karena BOR RSUD Pandega semakin kecil, artinya jumlah orang yang sakit sudah berkurang,” katanya.

Jeje berharap, keputusan tanggal 26 Juli mendatang untuk Kabupaten Pangandaran bisa turun levelnya. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran supaya jangan kendor menerapkan prokes.

Selain itu, instansi terkait, termasuk di tingkat kecamatan dan desa agar tidak bosan dan tidak lengah. Tetap terus menjalankan protokol kesehatan kepada warga masyarakat. Agar angka kasus Covid-19 terus menurun.

“Artinya, Kabupaten Pangandaran bisa bersih dari Covid-19. Untuk itu, mari kita bersama-sama berjuang melawan pandemi ini, dan patuh menjalankan protokol kesehatan,” tandas Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. (Ntang/R3/HR-Online)

Editor : Eva