Pasien Buktikan Pembayaran Ada, Kapus Banjarsari Ciamis Minta Maaf

Pasien Buktikan Pembayaran Ada Kapus Banjarsari Ciamis Minta Maaf
Puskesmas Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Foto : Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat,com),- Menjawab tantangan dari Kepala Puskesmas (Kapus) Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, salah seorang keluarga pasien dari Tike Setiawati, datang langsung membawa bukti pembayaran, Sabtu (24/7/2021).

Keluarga Tike membawa kuitansi pembayaran uang perawatan sebesar Rp 540.000, dan menyerahkannya langsung ke Kapus Banjarsari.

Setelah membaca isi kuitansi tersebut, Kapus pun seketika tidak bisa bergumam, dan langsung kaget serta meminta maaf.

“Saya atas nama pribadi juga instansi meminta maaf atas keteledoran yang staf kami buat. Dan kami akan mengembalikan uang milik pasien sesuai nominalnya,” singkatnya.

Seperti HR Online beritakan sebelumnya, bahwa Tike pergi ke Puskesmas Banjarsari untuk berobat karena penyakit lambung. Akan tetapi, ia malah dimasukkan ke ruangan isolasi untuk pasien Covid-19.

Karena suami Tike takut istrinya terpapar Covid-19, maka setelah dua hari berada di ruang isolasi membawanya untuk pulang.

Baca Juga : Warga Keluhkan Buruknya Pelayanan PKM Banjarsari Ciamis

Namun, saat akan membawa istrinya pulang, suaminya harus membayar terlebih dulu biaya uang perawatan selama di Puskesmas Banjarsari sebesar Rp 540.000.

Padahal, saat itu kondisi Nana yang merupakan suami Tike sedang tidak ada uang. Akan tetapi, ia tetap mengusahakan uang tersebut dengan cara pinjam ke teman.

“Sementara untuk bukti pembayaran perawatan sebesar Rp 540.000 masih ada di rumah,” katanya.

Lebih lanjut Nana menuturkan, setelah beberapa hari membawa pulang istrinya, ternyata hasil pemeriksaan swab baru keluar. Dan hasilnya menyatakan bahwa istrinya negatif Covid-19.

Kapus Banjarsari Ciamis Tantang Pasien Buktikan Pembayaran Ada

Sementara terkait dengan biaya isolasi, Kapus Banjarsari membantahnya. Emay menegaskan, bahwa Puskesmas Banjarsari tidak pernah melakukan pungutan biaya apapun, terlebih dalam penanganan Covid-19.

Bahkan, Emay pun menantang keluarga pasien, untuk membuktikan jika memang ada pungutan pembayaran biaya perawatan selama berada di ruang isolasi.

“Jika memang ada pungutan biaya, coba mana ada tidak kuitansinya. Mana! Silahkan  bawa ke sini. Saya ingin melihatnya secara langsung. Karena saya selalu menekankan kepada seluruh staf pegawai di sini untuk tidak meminta uang kepada pasien,” tegasnya. (Suherman/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto