Pedagang Non Esensial Pasar Banjar Lega, Pemkot Izinkan Berjualan

Pedagang Non Esensial Pasar Banjar Lega
Sejumlah pedagang non esensial di Pasar Banjar sudah mulai berjualan. Foto : Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Setelah hampir satu pekan dilakukan penutupan sementara oleh Kapolres Banjar, sejumlah pedagang non esensial Pasar Banjar, Jawa Barat, akhirnya bisa kembali berjualan.

Para pedagang non esensial seperti pedagang baju dan sepatu tersebut bisa kembali berjualan setelah pada hari Jumat kemarin.

Sebelumnya, para pedagang bersama sejumlah Aliansi Masyarakat, Almuktabar dan mahasiswa melakukan aksi audiensi dengan Wali Kota Banjar.

Salah seorang pedagang baju, Hj. Rani Mulyanti mengatakan, saat ini ia bersama teman-teman satu profesi mengaku gembira dan merasa lega. Pasalnya, bisa kembali berjualan dengan tenang hingga sore hari, sesuai keputusan hasil audiensi.

Selain itu, dengan adanya kebijakan tersebut, para pedagang dalam mencari nafkah bisa berikhtiar dengan maksimal. Sehingga, masih memiliki harapan, karena menurutnya soal rezeki memang sudah ada yang mengatur, namun perlu ada usaha.

“Intinya, kami senang karena kalau dibuka kayak gini kami bisa ikhtiar dengan maksimal. Walaupun ada pembatasan sampai sore hari sih,” kata Rani kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Selain mengaku gembira, Rani juga mengatakan, jika kondisi pasar saat ini belum normal dan masih sepi. Bahkan omzet penjualannya juga mengalami penurunan drastis, antara 70-80 persen selama masa pandemi.

Belum lagi masa pandemi ini banyak kendala ketika melakukan order barang. Seperti meningkatnya biaya ongkos kirim hingga pesanan yang kurang memuaskan, karena harus melalui online.

“Selama pandemi ini omzet penjualan juga menurun drastis. Makanya kami lega dan bersyukur sekarang sudah bisa kembali berjualan lagi,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ramdani (40) salah seorang pedagang non esensial sepatu dan sandal. Ia mengatakan, sebelum ada audiensi sudah libur berjualan selama tiga hari.

Menurutnya, dengan libur 3 hari hal itu sangat berat bagi para pedagang kecil, karena tidak memiliki penghasilan lagi.

“Alhamdulillah saya ikut senang. Kalaupun kondisi sekarang lagi sepi, paling tidak kami masih memiliki harapan karena bisa berjualan lagi,” singkatnya. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto