Petani di Blok Liposos Padaherang Pangandaran Sumringah Bisa Panen

Blok Liposos
Petani di Blok Liposos, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, saat memanen tanaman padinya. Foto: Net/Ist.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Petani di Blok Liposos, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sumringah karena saat ini mereka bisa panen padi.

Sarjo, pemilik sawah di Blok Liposos mengatakan, saat ini para petani sedang gembira, karena tanaman padinya bisa dipanen.

“Sebelumnya para petani selalu gigit jari. Sebab, ratusan hektar sawah yang berada di Blok Liposos berubah menjadi danau mati akibat sering terendam banjir,” tuturnya kepada HR Online, Jumat (30/07/2021).

Selain menjadi danau, lanjut Sarjo, para petani pun kerap merugi lantaran saat air surut, kemudian lahan sawah mereka tanami padi. Namun lahan sawah yang sudah ditanami pagi kembali terendam banjir. Bahkan bisa sampai dua hingga tiga kali tanam padi selalu merugi.

Tapi kali ini, semua petani yang memiliki areal persawahan di Blok Liposos, Desa Ciganjeng bisa memanen padinya. Mengingat cuaca sangat mendukung, dan tidak ada lagi banjir.

“Ya, kami para petani sedang gembira dan bersyukur kepada Allah SWT, saat ini kami bisa panen padi,” ucap Sarjo.

Baca Juga : Goa Lalay Padaherang Bakal Jadi Wisata Fauna di Pangandaran

Hal senada juga diungkapkan Sri Wahyuni yang sama-sama memiliki lahan sawah di Blok Liposos. Ia mengaku, lahan sawahnya kini bisa menghasilkan padi.

“Setidaknya saya dan keluarga memiliki bekal, terlebih saat pandemi Covid-19. Jadi dengan berhasilnya memanen tanaman padi ini kami merasa sangat terbantu,” ujarnya.

Menurut Sri, kondisi tanaman padi saat ini sangat normal. Sehingga para petani di Blok Liposos bisa panen sebagaimana mestinya, sesuai dengan waktu tanam, tidak memanen lebih awal.

Ia juga mengatakan, faktor cuaca saat ini sangat mendukung terhadap pertumbuhan tanaman padi yang ditanam para petani. 

Atas keberhasilan itu, para petani pun melakukan syukuran dengan menggelar makan nasi tumpeng dan berdoa sebelum memanen tanaman padinya.

“Ini merupakan tanda sujud syukur kepada Yang Maha Kuasa atas panen yang berlimpah saat ini,” ungkap Sri. (Ntang/R3/HR-Online)

Editor : Eva