Planet Ekstrasurya PDS 70c, Disk Circumplanetary Terdeteksi ALMA

Planet Ekstrasurya PDS 70c, Disk Circumplanetary Terdeteksi ALMA
Ilustrasi Planet Ekstrasurya PDS 70c. Foto: Ist/Net

Planet ekstrasurya PDS 70c telah terdeteksi para tim astronom menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA). Kemudian telah terdeteksi adanya piringan circumplanetary, yakni area berbentuk cincin pembentuk bulan di sekitar planet. 

ALMA Mendeteksi Planet Ekstrasurya PDS 70c

Melansir laman sci-news, PDS 70c merupakan bintang dengan tipe K7. Letaknya berada di 370 tahun cahaya di konstelasi Centaurus. Bintang ini juga dikenal sebagai IRAS 14050-4109 dengan usia 5,4 juta tahun.

Planet ekstrasurya PDS 70c bagian dalam terletak di antara celah piringan pada jarak 22 AU dari bintang. Kemudian orbitnya mirip dengan planet Uranus di Tata Surya kita.

Bintang ini menampung dua protoplanet dan piringan debu. Lalu terdapat gas yang mengelilingi bintang besar tersebut. Wilayah besar dari 20 AU hingga 40 AU dibersihkan dari debu.

Sedangkan planet luar terletak di dekat tepi luar celah piringan pada 34 AU dari bintang. Jaraknya mirip dengan Neptunus-Matahari.

Baca Juga: Planet Baru Mengorbit HD 152843 Serupa dengan Massa Matahari

Dr. Myriam Benisty, astronom di Universitas Grenoble dan Universitas Chili mengatakan jika pekerjaan para astronom adalah menghadirkan deteksi secara jelas dari piringan tempat satelit terbentuk.

Kemudian berdasarkan pengamatan ALMA, terlihat resolusi yang indah. Sehingga secara jelas dapat mengidentifikasi jika disk tersebut ada kaitannya dengan planet ekstrasurya PDS 70c.

Para tim juga menemukan jika piringan dari PDS 70c mempunyai diameter sekitar jarak Matahari ke Bumi. Kemudian massanya cukup untuk membentuk 3 satelit dengan ukuran mirip bulan. 

Pengamatan terbaru ini mempunyai peran penting untuk membuktikan teori pembentukan planet yang hingga sekarang belum dapat teruji. 

Terbentuknya Planet-Planet di Piringan Berdebu di Sekitar Bintang Muda

Planet-planet terbentuk di piringan berdebu di sekitar young planet. Mengikuti rongga ketika mereka melahap materi dari piringan bintang untuk tumbuh.

Ketika proses ini terjadi, sebuah planet akan memperoleh cakram sirkum planet sendiri. Kemudian berkontribusi pada pertumbuhan planet dengan cara mengatur banyaknya jumlah material yang jatuh.

Pada waktu yang sama, debu dan gas di piringan tersebut bersatu kembali menjadi benda yang makin membesar melalui beberapa tumbukan. Lalu pada akhirnya akan lahir sebuah bulan baru.

Namun para astronom ternyata belum memahami secara detail mengenai proses ini. Belum ada kejelasan tentang kapan, bagaimana maupun di mana planet dan bulan terbentuk. 

Sampai saat ini, para astronom telah menemukan 4.000 exlopanet lebih. Salah satunya adalah planet ekstrasurya PDS 70c ini. 

Baca Juga: Planet TIC 172900988b Ditemukan TESS di Sekitar Bintang Biner Kuno

Pemahaman Pembentukan Sistem

Pemahaman sistem ini akan memberikan kepada para astronom untuk mempelajari proses pembentukan planet dan satelit. Pasalnya, PDS 70b dan PDS 70c merupakan dua planet ekstrasurya yang membentuk sistem. 

Para astronom pertama kali menemukannya menggunakan Very Large Telescope (VLT) ESO. Masing-masing pada tahun 2018 dan 2019. Terdapat sifat unik dari kedua ekstrasurya berdasarkan pengamatan menggunakan teleskop dan instrumen lainnya. 

Untuk pengamatan ALMA sendiri memakai resolusi tinggi. Supaya tim mendapatkan pengetahuan lebih lanjut mengenai sistem. Selain untuk mendeteksi piringan circum planetary di sekitar planet ekstrasurya PDS 70c, mereka juga mempelajari ukuran dan massanya.

Kaitannya dengan PDS 70b, tidak menunjukkan bukti jelas dari piringan semacam itu. Hal yang menunjukkan kekurangan bahan debu dari lingkungan kelahiran PDS 70c.

Lebih jauh lagi, para tim menempatkan batasan ini dalam konteks cakram circumstellar yang besar. Guna mempelajari lingkungan yang mirip dan kemungkinan besar akan membentuk cakram circumplanetary. 

Para astronom akan mempelajari dan memahami lebih mendalam tentang sistem planet. Mereka menggunakan Extremely Large Telescope (ELT) ESO yang dibangun di Cerro Armazones di gurun Atacama Chili.

Kunci dari penelitian ini adalah ELT. Karena teleskop ini mempunyai resolusi tinggi, sehingga para tim dapat memetakan sistem secara terperinci. 

Richard Teague, seorang peneliti di Center for Astrophysics, Harvard & Smithsonian, Amerika Serikat, menggunakan ELT’s Mid-infrared ELT Imager and Spectrograph (METIS). Kemudian tim akan dapat melihat gerakan gas di sekitar PDS 70c.

Dengan demikian, mereka akan mendapatkan gambaran 3D penuh dari sistem. Hasil penelitian ini akan dipresentasikan dalam sebuah makalah yang termuat di The Astrophysical Journal Letters. Penggunaan ELT diklaim mampu melihat gerakan gas di sekitar planet ekstrasurya PDS 70c. (R10/HR Online)

Editor: Jujang