Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaBerita TerbaruPuasa Arafah dan Tarwiyah Beserta Bacaan Niat dan Keutamaannya

Puasa Arafah dan Tarwiyah Beserta Bacaan Niat dan Keutamaannya

Puasa Arafah dan Tarwiyah sudah pasti menjadi amalan sunah yang membawa banyak berkah. Bukan hanya itu saja, jika kita mampu melaksanakannya dengan niat yang ikhlas dan Lillah hanya mengharapkan ridho dari Allah Ta’ala, bersiaplah untuk mendapatkan keutamaan yang tiada duanya.

Karena kita sudah akan memasuki bulan Dzulhijjah, mari mempersiapkan diri untuk berlomba-lomba dalam kebaikan guna mendapatkan keutamaannya.

Dzulhijjah merupakan bulan yang Allah agungkan. Mengapa? Karena dalam bulan tersebut mempunyai banyak keutamaan dan keberkahan. Bukan hanya menyembelih hewan qurban saja, akan tetapi pada bulan tersebut kita umat manusia juga memiliki perintah untuk berpuasa terutama ketika 10 hari pertama.

Meskipun begitu, hukumnya sunah. Jadi, siapa yang mau menjalankan akan mendapatkan pahala dari Allah. Sedangkan yang tidak, ya tidak menjadi masalah.

baca juga: Hukum Merayakan Ulang Tahun Dalam Islam, Simak Penjelasannya

Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah

Saya ingin menjadi salah satu hamba Allah Ta’ala yang mendapatkan keutamaan puasa sunnah tersebut. Akan tetapi, saya masih belum tahu mengenai niat yang baik dan benarnya. Tenang, jangan khawatir.

Bagi Anda yang belum paham mengenai bagaimana niat dari puasa Arafah dan Tarwiyah tersebut, simak penjelasannya berikut ini. Untuk niat puasa Tarwiyah cukup mudah untuk kita hafalkan.

Sedangkan untuk lafadz niat puasa Arafah juga mudah untuk kita hafalkan.

baca juga: Wahyu yang Diturunkan Kepada Nabi, Al-Quran Berisi Pedoman Hidup

Keutamaan Puasa Sunnah Arafah dan Tarwiyah

Banyak yang mengetahui keutamaannya terlebih dahulu, baru melaksanakan amalannya. Nah, jika Anda termasuk orang yang demikian, berikut ini keutamaan puasa Arafah dan Tarwiyah yang harus Anda ketahui.

baca juga: Sunah dalam Wudhu Sesuai Ajaran Agama Islam

Amalan yang Sama dengan Puasa Satu Tahun

Untuk hari puasa Hari Arafah biasanya pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah pada tanggal setelahnya. Dalam hadits riwayat Ali Al-Muhairi menjelaskan bahwa siapa saja yang puasa pada 10 hari, maka sama dengan ia puasa satu bulan.

Sedang siapa yang puasa Tariwyah, maka sama seperti halnya puasa setahun dan siapa yang puasa Arafah maka sama seperti ia puasa dua tahun.

Maa Syaa Allah, ternyata amalan sunah saja memberi kita banyak keuntungan. Puasa satu hari penuh dengan niat yang ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah semata sama dengan puasa dua tahun.

Amalan yang Allah Cintai

Perlu diketahui bahwasannya puasa Arafah dan Tarwiyah itu salah satu amalan yang Allah cintai. Maa Syaa Allah ternyata ada banyak amalan yang bisa kita lakukan untuk sampai ke surga Allah.

Pasalnya, memang tidak ada amalan terbaik sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Barang siapa yang berpuasa satu hari dengan niat yang Lillah, maka sama seperti halnya ia berpuasa dua tahun.

Barang siapa yang melaksanakan shalat malam, hal tersebut juga sebanding dengan ketika shalat pada malam lailatul qadar. Bahkan amalan puasa tersebut juga lebih baik daripada jihad fii sabilillah kecuali kalau ia mati syahid.

Menghapuskan Dosa yang Telah Lalu

Manusia adalah tempatnya dosa dan salah. Allah dengan kebesarannya memberikan kita kemudahan. Hanya dengan puasa Arafah dan Tarwiyah, maka dosa-dosa yang kita telah perbuat akan Allah hapuskan.

Padahal dosa kita berapa banyak. Tak terhingga pastinya. Bagaimana tobatnya, jarang. Mengejar kehidupan dunia terus-terusan tanpa mengingat padahal kelak akan kekal di akhirat. Begitulah manusia tidak memikirkan bekal untuk menyambut akhiratnya.

Membebaskan dari Gejolak Api Neraka

Siksa api neraka merupakan hal yang pasti. Karena pada akhirnya manusia hanya akan masuk dalam surga maupun neraka. Dua pilihan tersebut nantinya juga akan tergantung dengan amalan yang sudah kita perbuat selama hidup di dunia. Jika kita melakukan banyak amal kebaikan, maka atas izin Allah kita akan menikmati indahnya surga.

Begitu juga dengan sebaliknya. Apabila amalan kebaikan kita semasa hidup di dunia itu tidak seberapa. Bahkan lebih banyak amal buruknya, Qadarullah, Allah akan menempatkan kita di neraka yang penuh dengan siksa. Naudzubillahi Min Dzalik, semoga kita bisa terhindar dari siksa api neraka tersebut.

Akan tetapi dengan puasa Arafah dan Tarwiyah juga akan membebaskan kita dari siksa api neraka yang panas. Siapa yang mau terbebas dari api neraka? Maka berpuasa sunahlah pada bulan Dzulhijjah tersebut.

Nah, penjelasan mengenai niat dan keutamaan puasa Arafah dan Tarwiyah bisa menjadi salah satu upaya kita untuk menjadi hamba yang taat kepada Allah SWT. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img