Ratusan Pekerja Bendungan Leuwi Keris di Tasikmalaya Ikuti Vaksinasi

Ratusan Pekerja Bendungan Leuwi Keris di Tasikmalaya Ikuti Vaksinasi
Salah seorang pekerja mega proyek Bendungan Leuwi Keris, Kabupaten Tasikmalaya, mengikuti vaksinasi massal Rabu (28/7/2021). Foto:Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Ratusan pekerja mega proyek Bendungan Leuwi Keris, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, mengikuti vaksinasi massal Rabu (28/7/2021).

Vaksinasi tersebut merupakan kerjasama antara TNI AD Kodim 0612 Tasikmalaya dan BBWS sungai Citanduy.

Para pekerja proyek secara bertahap mengikuti vaksinasi tersebut, agar tidak mengganggu aktivitas pekerjaan.

Rahmat Syah, Humas proyek Bendungan Leuwi Keris mengatakan, meski dalam aktivitas selalu menerapkan prokes, namun vaksinasi ini perlu dilaksanakan untuk mengurangi resiko penyebaran covid-19.

“Apalagi banyak para pekerja yang berasal dari sejumlah daerah,” ujar Rahmat.

Baca Juga: Ribuan Santri di Tasikmalaya Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 Massal

Ia menyebut, sebanyak 500 pekerja menjadi sasaran serbuan vaksinasi tersebut.

“Untuk tahap kedua, akan kita laksanakan 28 hari kedepan dengan pelaksanaan vaksinasi di tempat yang sama,” katanya.

Kapten Chg Dadan kusnadi, Pasipes Dandim 0612 menambahkan, para pekerja mega proyek bendungan Leuwi Keris beresiko terpapar Covid-19 lantaran para pekerjanya berasal dari beberapa daerah.

Maka dari itu, pihak TNI AD Kodim 0612 Tasikmalaya dan manajemen mega proyek Bendungan Leuwi Keris melaksanakan vaksinasi di lokasi bendungan.

“Kita targetkan satu hari sebanyak 450 orang menjalani vaksinasi, meski demikian sejumlah pekerja tidak bisa mendapat vaksin lantaran punya penyakit komorbid seperti gula dan hipertensi,” katanya.

Sementara itu di Kabupaten Ciamis, warga yang berada di dekat mega proyek bendungan Leuwi Keris berharap, para pekerja proyek yang baru datang agar melaksanakan karantina mandiri sebelum beraktivitas.

Apalagi saat ini banyak pekerja proyek Leuwi Keris yang tinggal “ngontrak” di rumah warga yang padat penduduk.

“Mohon kepada pihak BBWS agar memberlakukan prosedur yang ketat, karena banyak pekerja proyek dari luar Jabar, jangan sampai warga asli sini kena dampaknya,” ujar Asep warga Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis. (Apip/R8/HR Online)

Editor: Jujang