Sebab-Sebab Mandi Wajib dalam Agama Islam

Sebab-sebab mandi wajib
Ilustrasi sebab-sebab mandi wajib. Foto: Net/Pexels

Sebab-sebab mandi wajib perlu menjadi perhatian orang Islam agar bisa melaksanakan ibadah dengan tenang. Apalagi cukup banyak kegiatan ibadah yang tidak boleh karena sebab memiliki hadas kecil maupun besar.

Sebagaimana pada umumnya, mandi merupakan kegiatan mengalirkan air ke semua anggota badan dengan berbagai macam tujuan.

Sementara dalam Islam sendiri terdiri dari beberapa hukum yang berkaitan dengan mandi, baik wajib, sunah, mubah dan makruh.

Sebagai contoh, orang yang akan melaksanakan ibadah salat Jum’at hukumnya sunah, begitu juga akan melaksanakan sholat hari raya.

Sedangkan yang masuk hukum mubah seperti orang yang memiliki tujuan sebatas menyegarkan tubuh tanpa adanya anjuran maupun motif dari agama.

Adapun yang makruh itu seperti halnya bagi orang yang sedang puasa dengan sengaja mandi dengan cara menyelam ke kolam. Khawatir kegiatan ini justru membuat air masuk ke bagian rongga tubuh.

baca juga: Bacaan dan Doa Mandi Wajib, Simak dan Pahami Untuk Bersuci

6 Hal Sebab-Sebab Mandi Wajib

Sesuai beberapa kategori hukum yang menyangkut aktivitas sehari-hari orang Islam tersebut, maka sudah seharusnya kita tahu penyebab yang membuat kita harus melaksanakannya.

Apalagi ini hukumnya wajib, sehingga sebagai umat Islam tidak boleh melanggarnya. Berikut penyebab-penyebabnya:

baca juga: Syarat Wajib Haji yang Harus Terpenuhi, Berikut Ini Penjelasannya

Bersetubuh

Apabila suami dan istri melakukan hubungan badan, entah itu menyebabkan keluar air mani atau tidak, maka wajib hukumnya untuk melaksanakan mandi ini.

Bahkan, Rosululloh SAW menegaskan dalam sebuah hadist, apabila bertemu dua penyunatan atau khitan laki-laki dan perempuan, maka harus mandi wajib meskipun tidak mengeluarkan air mani.

Dalam hal ini, para ulama dari sepakat bahwa ketika alat vital laki-laki masuk ke jalan depan (vagina) atuapun belakang (anus), baik masih hidup atau mati, maka itu menjadi sebab-sebab mandi wajib, kecuali mayat itu sendiri.

Termasuk juga ketika menyetubuhi hewan juga harus mandi, kecuali madzhab hanafiyah yang mana tidak mewajibkan ketika seseorang menyetubuhi mayat.

baca juga: Manfaat Mandi Air Panas, Salah Satunya Cegah Insomnia

Keluar Mani

Perlu kita tahu, air mani merupakan cairan yang terdiri sel sperma serta plasma lainnya yang mana memiliki begitu banyak kandungan.

Sedangkan sperma adalah sel reproduksi yang hanya bisa kita lihat menggunakan alat seperti mikroskop.

Keluarnya air mani, baik itu karena mimpi basah, berhubungan badan, secara sengaja atau tidak maupun karena pebuatan sendiri atau karena bukan, maka sudah tentu harus mandi.

Meninggal

Bagi orang meninggal sudah menjadi kewajiban untuk dimandikan oleh kaum muslimin yang masih hidup dan hukumnya fardu kifayah bagi mereka.

Kendati begitu, ada pengecualian bagi orang-orang yang mati syahid karena peperangan.

Rosululloh SAW mengatakan kepada sahabatnya tentang orang meninggal dalam perang Uhud menegaskan agar tidak memandikan mereka.

Selesai Haid

Sebab-sebab mandi wajib selanjutnya adalah ketika darah yang keluar dari kelamin seorang perempuan saat normal yang disebut menstruasi atau haid, maka harus melaksanakan ini saat sudah terhenti.

Bahkan, Alloh SWT berfirman dalam surat Al Baqoroh ayat 222.

Nifas

Setiap perempuan yang selesai melahirkan, biasanya akan keluar darah yang umumnya berlangsung selama 40 hari dengan maksimal 60 hari.

Maka dari itu, seperti halnya perempuan yang selesai haid, maka wajib hukumnya melaksanakan mandi pasca darahnya sudah tidak keluar lagi.

Melahirkan

Perempuan yang baru melahirkan wajib untuk mandi, baik yang lahir itu normal, maupun yang keluar berupa segumpal darah atau daging.

Kendati begitu, bagi yang melahirkan melalui proses sesar, para ulama berbeda pendapat, ada yang mewajibkan dan ada yang tidak.

Demikian sebab-sebab mandi wajib yang perlu kita tahu supaya bisa kita amalkan agar ibadah kita sesuai dengan ajaran agama Islam. (Muhafid/R6/HR-Online)