Sistem Bintang Biner HD 265435 Berbentuk Air Mata Dekat Dengan Bumi

Sistem Bintang Biner HD 265435
Ilustrasi Sistem Bintang Biner HD 265435. Foto: Ist/Net

Sistem bintang biner HD 265435 merupakan bintang langka yang ditemukan para astronom. Bintang tersebut berbentuk air mata yang berputar-putar melalui kosmos. Hal ini terjadi sekitar 1500 tahun cahaya dari matahari.

Dilansir dari Live Science pada Rabu (14/7/2021), bintang tersebut merupakan salah satu dari tiga sistem bintang biner yang telah diketahui di alam semesta. Keberadaannya paling dekat dengan Bumi.

Baca Juga: Sistem Bintang Wolf-Rayet, Bintang Masif yang Besar dan Berkilauan

Penelitian Sistem Bintang Biner HD 265435 Alami Supernova

Beberapa penelitian telah menghasilkan informasi yang valid. Penelitian yang diterbitkan pada 12 Juli 2012 pada Jurnal Nature Astronomy menyebutkan bahwa bintang tersebut akan mengalami supernova tak lama lagi.

Terungkap jenis ledakan bintang tersebut terjadi saat katai putih kulit keriput dari bintang yang runtuh. Bintang berbagi orbit dengan bintang yang lebih besar dan lebih muda.

Terutama yang masih memiliki bahan bakar tersisa untuk dibakar. Memiliki bentuk kecil namun masih secara gravitasi, katai putih tersebut dengan senang hati melahap bahan bakar ini.

Selain itu, menarik begitu banyaknya materi menjauh dari pendampingnya. Sistem bintang biner HD 265435, bintang yang lebih muda akan melalui perubahan bentuk dari bentuk bola menjadi elips.

Bahkan bentuknya seperti titik air mata. Sementara bintang yang lebih tua akan tumbuh semakin membesar selama jutaan tahun. Akhirnya seiring waktu menjadi terlalu besar.

Dari hal itu, reaksi nuklir muncul kembali pada inti dan bintang kerdil akan meledak. Sehingga membuat kedua bintang menjadi noda gas serta debu yang disinari langit malam.

Baca Juga: Cluster Terbuka NGC 330, Hamburan Bintang di Awan Magellan Kecil

Kemungkinan Terjadi pada 70 Tahun Masa Mendatang

Pengamatan Transiting Exoplanet Survey Satellite milik NASA, dari hal tersebut para peneliti menemukan bahwa HD 265435 telah memenuhi kriteria supernova.

Dari perincian sistem bintang biner HD 265435, mereka membuat beberapa perkiraan informasi mengenai ukuran dan usia bintang pendamping. Bintang yang tak terlihat dari bintang muda.

Tak hanya itu, para peneliti menemukan bintang yang terlihat mengandung sekitar 60 persen massa matahari. Lalu menunjukkan bahwa bintang yang terlihat tidak terlalu jauh dari kolaps serta menjadi katai putih itu sendiri.

Pendamping tak kasat mata bintang sangat cocok dengan profil katai putih tersebut. Sehingga mengemas kira-kira satu massa matahari ke dalam bola yang sedikit lebih kecil dari Bumi tersebut.

Faktanya kedua bintang ini memang sepenuhnya mengorbit satu dengan yang lainnya setiap 90 menit bahkan lebih. Hal ini juga menunjukkan bahwa keduanya sangat dekat. Mungkin saja akan bergabung sepenuhnya jutaan tahun dari sekarang.

Dari sistem bintang biner HD 265435, pasangan ini memiliki massa total yang tepat. Hal tersebut demi menunjukkan bahwa supernova akan segera terjadi dalam waktu 70 tahun lagi.

Supernova Penting Bagi Kosmologi

Beberapa sistem bintang lain yang telah ada akan mencapai ambang ini dan mengarah ke Supernova Tipe Ia. Bahkan penulis utama dari Departemen Fisika Universitas Warwick, Dr Ingrid Bellisoli sebelumnya berafiliasi bersama Universitas Potsdam memberikan penjelasan.

Penjelasan bahwa ia tidak mengetahui persis bagaimana supernova meledak, namun ia mengetahui bahwa terjadi karena ia melihatnya di tempat lain yakni di alam semesta.

Selain saling mengorbit, cara lain adalah karena mereka kehilangan energi akibat emisi gelombang gravitasi. Begitu keduanya memiliki massa yang cukup, maka akan berubah menjadi supernova.

Model teoretis yang terproduksi khusus untuk pengamatan ini prediksi bahwa sub katai panas bisa menyusut. Sehingga sistem bintang biner HD 265435 jadi bintang katai putih sebelum bergabung dengan pendampingnya.

Supernova tipe Ia ini sangat penting bagi kosmologi yakni sebagai lilin standar. Dari kecerahan konstan dan untuk jenis cahaya berarti bahwa para astronom dapat membandingkan kecerahan yang seharusnya.

Dari hal tersebut, dapat terungkap seberapa jauh mereka dengan tingkat akurasi yang baik. Menurut Dr. Pelizzoli, semakin kita pahami cara kerja supernova, maka semakin baik kita bisa kalibrasi lilin standar kita.

Hal ini sangat penting sekarang ini karena adanya perbedaan antara apa yang kita dapatkan dari jenis lilin standar tersebut. Selain itu, apa yang akan ada melalui metode lain.

Sistem bintang biner HD 265435 semakin memberikan jawaban hingga terbentuknya supernova nantinya. Kita dapat memperkirakan banyaknya supernova yang akan ada dalam suatu galaksi dengan amati banyak galaksi tersebut. (R10/HR Online)

Editor: Jujang