Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita TerbaruTanah Liat di Mars, Mengarah ke Masa Lalu yang Berair

Tanah Liat di Mars, Mengarah ke Masa Lalu yang Berair

Tanah liat di Mars merupakan penemuan dari penjelajah Curiosity. Setelah mengebor daerah Mars dalam unit bantalan tanah liat, sampel mempunyai jumlah mineral lempung tertinggi yang pernah melingkupi Planet Merah.

Curiosity mulai mengebor dua target batu, yakni Aberiady dan Kilmaria, kemudian memakai instrumen mineraloginya untuk melakukan analisis sampel batuan. Tanah liat sering terbentuk saat ada air.

Lalu air menunjukkan tanda kehidupan. Tanda inilah yang dapat melanjutkan para ilmuwan untuk mengetahui apakah pernah ada kehidupan mikroba di Mars.

Meskipun penemuan ini belum bisa menjadi bukti langsung jika pernah ada kehidupan di Mars, kemungkinan sampel berasal dari danau Mars kuno.

Baca Juga: Awan Warna-warni Aneh di Mars, Penjelajahan Curiosity NASA

Kelimpahan Mineral Tanah Liat di Mars pada Batuan Sedimen Kawah Gale

Mineral tanah liat akan memberikan indikator evolusi kondisi perairan. Kemungkinan terdapat habitat kehidupan di Mars purba. Analisis dari penjelajah Curiosity Laboratorium Sains Mars menunjukkan jika batu lumpur Fluvio-lacustrine di kawah Gale mempunyai kandungan hingga 28% mineral lempung.

Melansir advances.sciencemag.com, spesies mineral tanah liat di Mars dari difraksi sinar-X dan analisis gas yang berkembang menunjukkan ketergantungan paleoenvironmental yang sangat kuat. Sedangkan batu lumpur danau abri mempunyai ciri Fe-saponit.

Para ilmuwan menemukan jika interval stratigrafi yang terkait dengan pengeringan danau episodik mengandung bantalan smektit dioctahedral dalam jumlah kecil. Hasilnya terbentuk melalui pelapukan kimia dekat permukaan yang terdorong oleh fluktuasi tingkat danau dan infiltrasi atmosfer. 

Hal tersebut mengarah pada redistribusi nutrisi. Selanjutnya berpotensi mempengaruhi siklus gas yang membantu mengatur iklim. 

Penyelidikan mineralogi dan geokimia dari sedimen ini telah mengungkap sifat dinamis kimia air danau serta kondisi diagenesa awal. Buktinya berupa stratifikasi redoks di danau dan variasi pH selama diagenesis berikutnya. 

Baca Juga: Rover Mars Zhu Rong, Robot Penjelajah Terbaru China

Asal Usul Mineral Tanah Liat

Mineral lempung ditemukan pada sampel batu pasir dan batu lumpur secara stratigrafi, yakni di Windjana pada formasi Kimberley. Kemudian berbagai sampel formasi Murray di Perbukitan Pahrump. 

Tanah liat di Mars teridentifikasi sebagian besar termasuk dalam keluarga phyllosilicates dengan beragam sifat fisik, kristalografi dan kimia.

Akan tetapi, kelimpahannya yang rendah berpadu dengan puncak difraksi sinar-X tumpang tindih dari mineral piroksen yang terjadi. Sehingga mencegah kristalografi dan karakterisasi kimia. 

Akibatnya, terjadi kendala utama untuk mengetahui asal-usul mineral tanah liat yang tidak dapat mengaksesnya. Sehingga, para tim memberikan rincian jika mineral lempung dalam sampel bor dari batu lumpur formasi Murray secara stratigrafi di atas perbukitan Pahrump basal. 

Survey Batuan Sedimen di Gale

Penemuan spektrum luas dari fasies mineralogi di Kawah Gale akan memberikan pengetahuan sejarah proses perubahan air dekat permukaan Mars purba.

Sedangkan bila di Bumi, reaksi berair berada di persimpangan atmosfer, hidrosfer, dan litosfer. Merupakan pusat siklus biogeokimia yang mengatur iklim dan produktivitas biologi planet. 

Hal tersebut terjadi melalui penarikan gas rumah kaca dan pelepasan nutrisi. Kelimpahan dan keanekaragaman mineral tanah liat di Mars yang tidak terduga, berada di batuan sedimen kawah Gale. 

Umur panjang sedimen ini menunjukkan perubahan air dekat permukaan dan berlanjut ke Hesperian Awal di Mars. Saat integrasi dengan pengamatan sedimentologi, keanekaragaman mineral lempung memberikan wawasan tambahan.

Hal ini tentang bagaimana kondisi lingkungan berkembang selama dan setelah pengendapan strata Aeolis Mons yang lebih rendah. Para tim akan melakukan survei lanjutan batuan sedimen di Gale.

Kemungkinan perkiraannya akan meliputi berbagai kondisi. Sehingga mempunyai kesempatan untuk mengembangkan pemahaman tentang bagaimana zona kritis Mars beroperasi dan mempengaruhi evolusi planet.

Isyarat Planet Pernah Berpenghuni

Keberadaan sisa-sisa mineral tanah liat di Mars menunjukkan jika kondisinya stabil dengan suhu sekitar -3 hingga 15 derajat Celcius. Kemudian dari dengan pH netral mungkin telah ada di kawah Gale. Kemungkinan hingga satu juta tahun. 

Keberadaan lempung glaukonit sebagai perwakilan untuk kondisi yang stabil. Kondisi seperti ini terbentuk ramah untuk keberadaan kehidupan. 

Temuan Curiosity di Kawah Gale merupakan tanda yang menjanjikan jika Perseverance mungkin beruntung. Bukti seperti ini merupakan tujuan dari penjelajah Mars NASA. Keberadaan tanah liat di Mars dapat memberikan pemahaman baru tentang evolusi danau Kawah Gale purba. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -