Tata Cara Membayar Fidyah yang Benar Berdasarkan Ajaran Agama Islam

Tata Cara Membayar Fidyah yang Benar Berdasarkan Ajaran Agama Islam
Ilustrasi Tata Cara Membayar Fidyah. Foto: Ist/Net

Tata cara membayar fidyah tentunya menjadi hal penting yang wajib dipahami oleh setiap umat muslim. Fidyah tentunya bukan menjadi hal yang asing lagi bagi umat muslim. Seringkali fidyah menjadi salah satu bahasan penting ketika bulan Ramadhan.

Akan tetapi sudah tahukah Anda apa itu fidyah? Fidyah artinya apabila beberapa orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria dan syarat tertentu maka boleh untuk tidak berpuasa. Seseorang yang berhalangan untuk menjalankan puasa Ramadhan memiliki kewajiban untuk menggantinya di waktu lain.

Puasa ketika bulan Ramadhan merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat muslim kecuali bagi mereka yang benar-benar tidak mampu untuk melaksanakannya. Untuk mereka yang tidak mampu mengganti hutang puasa yang sudah ditinggalkan maka wajib membayar fidyah sebagai penggantinya.

Hukum fidyah adalah wajib untuk dilakukan sebagai pengganti ibadah puasa. Mereka membayar sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkannya. Nantinya mereka akan memberikan makanan untuk disumbangkan kepada orang miskin.

baca juga: Larangan Puasa di Hari Tasyrik, Berikut Alasan dan Amalan Penggantinya

Tata Cara Membayar Fidyah yang Benar

Sebelum lanjut ke pembahasan mengenai tata cara membayar fidyah dalam agama Islam, perlu Anda ketahui bahwa Fidyah atau Fidyah berasal dari bahasa Arab yakni “fadaa”. Artinya adalah menebus atau mengganti.

Dalam surat Al Baqarah ayat 184 menjelaskan bahwa wajib bagi orang yang untuk menjalankan puasa membayar Fidyah, yakni memberi makan mereka yang miskin.

baca juga: Contoh Perbuatan Zalim Terdekat di Kehidupan yang Kita Sepelekan

Niat Karena Allah SWT

Niat memang menjadi hal penting dan kunci paling utama ketika kita hendak melakukan sesuatu. Pasalnya, hal-hal yang kita lakukan itu tergantung dengan niatnya. Untuk itu penting sekali Anda menyelipkan niat yang baik ketika hendak membayar fidyah. Jangan sampai malaikat pencatat amal manusia salah menuliskan Apa yang sebenarnya kita lakukan karena kita tidak mengikutsertakan niatnya.

Sudah Tahukah Anda bagaimana lafadz niat membayar fidyah? Nah, bagi Anda yang belum tahu simak niatnya berikut ini. Untuk niat yang ini khusus untuk ibu-ibu yang menyusui.

Sedangkan niat untuk lansia yang sudah tua renta, maka niatnya seperti ini:

Tata Cara Membayar Fidyah

Sedangkan untuk yang terlambat atau mengqodho puasa ramadan seperti ini:

baca juga: Tata Cara Sedekah Subuh Mempermudah Anda dalam Menyalurkannya

Besaran Fidyah yang Harus Dibayarkan

Perlu menjadi pengetahuan penting untuk Anda, untuk tata cara membayar fidyah dalam agama Islam tentunya tidaklah sulit. Kunci utama berada di niat. Selanjutnya, juga harus mengetahui mengenai berapa fidyah yang harus Anda berikan sebagai pengganti puasa.

Jangan sampai Anda kurang dalam mengeluarkan fidyah. Pasalnya hal yang demikian juga tidak akan sah. Oleh karena itu, penting sekali mengetahui berapa fidyah yang harus Anda keluarkan.

Mengenai aturan tentang jumlah ini, terdapat beberapa pendapat ulama Islam. Menurut Imam Malik, Imam As-Syafi’i menjelaskan bahwa fidyah yang harus dibayarkan adalah sebanyak 1 mud gandum. Satu mud gandum setara dengan 0, 75 kg.

Ulama Hanafiyah mengatakan bahwa fidyah yang harus dikeluarkan adalah 2 mud gandum atau setengah sha’ gandum. Apabila satu sha’ sama dengan 4 mud, maka untuk setengah sha’ sama dengan 1, 5 kg. Aturan ini berlaku sebagai salah satu tata cara membayar fidyah yang berupa beras. Meskipun, fidyah itu tidak harus berupa beras ataupun gandum. Tetapi juga bisa digantikan dengan memberikan makanan pokok lainnya.

Orang yang Berhak Menerimanya

Setelah mengetahui tata cara membayar Fidyah, perlu Anda ketahui juga siapa saja yang berhak menerima fidyah. Tujuannya apa? Supaya ketika Anda hendak mengeluarkan, tidak salah orang.

Lalu, orang yang berhak menerima fidyah dari golongan delapan orang yang berhak untuk menerima zakat hanya fakir miskin saja. Jika Anda memberikan fidyah kepada amil zakat, mualaf dan yang lainnya, maka hukum dari fidyah tersebut tidak sah. Dengan begitu, Anda juga harus mengulangi lagi. Walaupun tata cara membayar fidyah yang Anda lakukan sudah benar, tetapi orang yang Anda tuju salah. Tetap saja tidak sah. (Muhafid/R6/HR-Online)