Minggu, Juli 3, 2022
BerandaBerita BanjarAfterpay Australia Bakal Diakuisisi Sebesar $29 Miliar?

Afterpay Australia Bakal Diakuisisi Sebesar $29 Miliar?

Afterpay Australia merupakan layanan yang berbasis beli sekarang bayar nanti atau BNPL dengan penawaran paket tanpa adanya bunga.

Meluncur pada tahun 2015 lalu di kawasan Australia, Afterpay memulai debutnya di Amerika Serikat 2018.

Sejak saat itu, Afterpay menjadi populer dan terbukti lebih dari 13 juta penduduk di AS sudah menggunakan layanan ini.

Perusahaan juga sudah menjual produknya dengan nilai $ 1 milyar secara nasional di bulan November tahun 2020 lalu berdasarkan siaran pers Afterpay.

Kini perusahaan Square Inc hendak mengakuisisi Afterpay Australia dan menjadi akuisisi terbesar.

Profil Perusahaan Afterpay Australia

Layanan Afterpay Australia memungkinkan para penggunanya menyiapkan paket pembayaran selama tahap pembelian untuk pengecer.

Umumnya penyusunan paket tersebut menggunakan cara yang sama, di mana jumlah pembelian terbagi menjadi empat pembayaran.

Kemudian pembayaran berlangsung tiap dua minggu dalam kurun waktu enam minggu dengan cicilan perdana jatuh tempo kepada pelanggan. 

Pengguna juga bisa menggunakan aplikasi seluler milik Afterpay guna menyiapkan kartu dan membayar di toko-toko tertentu.

Model bisnis perusahaan Afterpay bekerja dengan berbeda dari penyedia layanan jenis beli sekarang bayar nanti lainnya.

Jika pelanggan melakukan semua pembayaran dengan tepat waktu tentu saja mereka tidak akan membayar biaya maupun bunga apa pun.

Hal ini mengartikan biaya akhir pelanggan pada dasarnya bisa sama seperti jika mereka baru saja membayar secara penuh untuk sebuah pembelian.

Karena tidak membebankan bunga sedikitpun, Afterpay menghasilkan uang lewat pedagang yang berlaku sebagai mitra.

Banyak penjual berharap mereka bisa memacu lebih banyak penjualan kala menawarkan jenis paket pembayaran seperti ini untuk customer.

Saat pembayaran purna jual pelanggan terlambat, mereka bisa terkena biaya keterlambatan sebesar $8 menurut perwakilan purna jual Afterpay.

Situs resmi Afterpay juga menyatakan jika biaya keterlambatan untuk pembelian di negara AS bisa mereka batasi sampai 25% dari jumlah pesanan.

Sementara itu Afterpay Australia hanya tersedia untuk pembelian daring sebesar $35 atau lebih dari nominal tersebut.

Rencana Square Beli Sampai $29 Miliar?

Square Inc hendak berencana membeli perusahaan penyedia layanan pay later yakni Afterpay Australia dengan nilai sebesar US$ 29 miliar.

Jika rencana ini terealisasi, maka nantinya menjadi akuisisi paling besar di negara Australia.

Selain itu akuisisi ini akan menciptakan perusahaan raksasa pembayaran daring dengan memanfaatkan pertumbuhan jenis eksplosif dalam sektor pembayaran tertentu.

Seperti yang orang ketahui, Afterpay sudah menjadi pelopor sektor pembayaran daring paling populer sejak tahun lalu.

Hal ini terjadi lantaran lebih banyak orang terlebih anak muda memilih membayar dengan cara mencicil barang sehari-harinya selama pandemi berlangsung.

Popularitas yang tengah berkembang, juga penyerapan cepat di antara pengguna juga peraturan relatif longgar sudah menyebabkan pertumbuhan cukup cepat pada sektor ini.

Bahkan karena itu sudah mendorong perusahaan Apple Inc merencanakan layanan yang memungkinan pembeli melakukan transaksi dengan mencicil.

Chief Executive Square Inc yakni Jack Dorsey mengungkap jika Square dan Afterpay mempunyai tujuan yang serupa.

Bersama-sama mereka bisa menghubungkan ekosistem aplikasi tunai dengan penjual lebih baik guna menghadirkan produk serta layanan menarik untuk konsumen maupun merchant.

Bagi Afterpay, kesepakatan tersebut nantinya memberikan peluang guna berkembang pesat di kawasan Amerika Serikat.

Yang mana pada penjualan tahun fiskal 2021 naik sampai tiga kali lipat menjadi sebesar A$ 11,10 miliar atar berdasarkan mata uang kontan senilai US$ 8,15 miliar.

Pemegang saham Afterpay Australia akan memperoleh sebesar 0,375 saham Square kelas A untuk tiap lembar yang mereka punya.

Aplikasi yang Sempat Booming di As

Di tengah ramainya pilihan konsumen kala berbelanja daring, pilihan layanan dari aplikasi berbasis Buy Now Pay Later tampaknya kian marak.

Salah satu aplikasi yang tengah populer belakangan ini adalah Afterpay besutan perusahaan Afterpay Australia.

Setelah berada di market Amerika Serikat beberapa bulan lamanya, perusahaan tersebut mengumumkan jika hasil penjualannya sangat bagus pada tahun 2019 lalu.

Terutama karena adanya kenaikan penjualan daring secara global sebesar 140% sampai besaran $5.2 triliun.

Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fintech terbaru, Afterpay memperlihatkan kinerja cukup bagus.

Perusahaan dengan aplikasi Buy Now Pay Later tersebut mengaku terdapat 4.6 juta pengguna yang masih aktif.

Angka tersebut naik sampai 130% dari tahun 2019, bahkan pada setiap hari sebanyak 12.500 konsumen dengan status baru menggunakan aplikasi tersebut.

Salah satu pendiri perusahaan Afterpay yakni Nick Molnar mengaku jika mereka sangat puas dengan kinerja aplikasi sejak awal peluncuran.

Di mana kinerja meningkat baik dari aspek retailer, konsumen, keuntungan maupun margin transaksi netto.

Kinerja positif yang Afterpay dapatkan mereka peroleh dari model bisnis dengan visi mengedepankan kepentingan para konsumen.

Bahkan kinerjanya di kawasan Amerika Serikat juga UK lebih dari ekspektasi perusahaan pada awalnya.

Dalam satu tahun penuh, penjualan di kawasan Amerika Serikat mengalami peningkatan sampai $1 triliun.

Hal ini membuat Afterpay menargetkan kenaikan penjualan sampai $1.7 triliun.

Pengguna aplikasi Buy Now Pay Later lebih bervariasi bahkan sebanyak 6.500 merchant lebih tegah menggunakan sistem perusahaan.

Salah satu kiat yang Afterpay Australia ini gunakan ialah pemilihan target konsumen paling potensial dan sasarannya yaitu para kaum millennial juga Gen Z.

Perusahaan Segera Luncurkan Layanan Perbankan

Perusahaan Afterpay Australia berencana merilis aplikasi berbasis perbankan pada bulan Oktober mendatang.

Rencana tersebut guna memperluas layanan di luar produk Pay Later yang mempunyai lebih dari 3,5 juta pengguna di kawasan Australia untuk menghadapi persaingan bisnis.

Salah satu pesaing Afterpay adalah perusahaan bernama Scalapay yang bergerak di bidang fintech dari Italia.

Scalapay sudah mengalahkan layanan menuju bank sehingga menguji kemampuan perusahaan Afterpay sejauh mana dapat menarik pengguna setia.

Terlebih perusahaan mencatat angka pertumbuhan signifikan pada tahun lalu seiring dengan naiknya pinjaman daring selama pandemi Covid-19.

Afterpay berharap para pengguna loyal bersedia menyetor gaji mereka menuju rekening tabungan milik Westpac Banking Corp.

Nantinya para pengguna dapat memperoleh bunga hingga 1% setiap tahunnya.

Aplikasi baru Afterpay yang bernama Money akan staf khusus Australia uji mulai hari Selasa selanjutnya.

Perusahaan berkata jika mereka sudah mengantongi izin usaha jasa konsultasi keuangan juga penyediaan kartu debit.

Pengguna layanan Scalpay juga bisa menetapkan user tabungan sampai 15 akun dalam bentuk terpisah.

Sehingga layanan ini mereka rancang guna menawarkan lebih banyak unit terkait pengelolaan uang.

RBC Capital Markets berkata akun ini nantinya membantu pengguna melakukan penghematan biaya pemrosesan juga meningkatkan margin.

Selain itu mereka akan menawarkan pendapatan dengan jumlah lebih besar daripada komisi sebagai beban ke sejumlah produk perbankan.

Setelah pertumbuhan bisnis Pay Later yang kian pesat satu tahun terakhir, perusahaan menyiapkan strategi pertumbuhan lini bisnis baru.

Bahkan Paypal Holdings hendak menantang dominasi Afterpay Australia dalam kawasan negaranya tersebut.

- Advertisment -