Rabu, Desember 1, 2021
BerandaBerita TerbaruAsteroid 2016 AJ193 Melintasi Bumi Hari Ini, Lebarnya 1,4 Kilometer

Asteroid 2016 AJ193 Melintasi Bumi Hari Ini, Lebarnya 1,4 Kilometer

Asteroid 2016 AJ193 akan melintasi Bumi hari ini, 21 Agustus 2021. Batuan luar angkasa tersebut dengan cepat meluncur menuju matahari dan melewati planet kita dalam orbit 5,91 tahun. Kebetulan Bumi sedang ada dalam jalur lintas asteroid tersebut. Meskipun demikian, tidak akan mengancam atau menyerang.

Seperti yang telah kita ketahui, jika banyak sekali objek dekat dengan Bumi yang bisa saja setiap saat masuk ke atmosfer atau bertabrakan dengan planet kita ini.

Baca Juga: Asal Asteroid Pemusnah Dinosaurus Kini Diungkapkan Ilmuwan

Terdeteksi Melintasi Bumi, Asteroid 2016 AJ193 Berbahayakah?

Melansir Earthsky, terdapat sebuah asteroid dengan ukuran yang cukup besar akan melintasi Bumi pada titik paling dekat hari ini, 21 Agustus 2021. Batuan luar angkasa tersebut bernama 2016 AJ193.

Ilmuwan memperkirakan jika ukurannya berada dibawah satu mil atau sekitar 1,4 kilometer. Kemudian, asteroid tersebut telah terdeteksi meluncur dengan cepat ke dalam menuju matahari.

Pergerakannya terlacak sekitar 58.538 mil/jam atau 94.208 km/jam. Kecepatan itu sekitar 26,17 kilometer tiap detiknya. Kemudian, untuk titik paling dekat dengan Bumi, 2016 AJ193 terjadi pada pukul 11:10 ET atau 15:10 UTC.

Dengan hal tersebut, para pengamat astronomi amatir dapat melihatnya dengan memakai teleskop minimal 8 inch dari beberapa jam sebelum matahari terbit.

Selanjutnya, NASA/JPL sudah menglasifikasikan asteroid AJ193 2016 sebagai NEO (near earth object) yang memiliki potensi berbahaya. Ukuran besar, dengan kecepatan meluncur yang tidak dianggap lambat.

Tentu hal tersebut akan berbahaya jika terjadi benturan. Namun, pengamat astronomi mengatakan jika batuan tersebut telah mereka pantau dengan baik dan tidak akan terdapat risiko benturan.

Baca Juga: Asteroid Bisa Ditambang, Nilainya Hingga $2,6 Miliar

Pemantauan Asteroid 2016 AJ193

Para peneliti dan pengamat dari Fasilitas Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System, disingkat Pan-STARRS, mengamati pergerakan lintasan asteroid tersebut. Pan-STARRS sendiri terdiri atas teleskop, kamera astronomi, bahkan lengkap dengan fasilitas komputasi canggih.

Selain itu, terdapat pesawat ruang angkasa dari NASA, NEOWISE, yang juga melakukan hal sama. Astronom telah melaporkan diameter asteroid AJ193 2016 tersebut hanya 1,4 kilometer. Kemudian, mereka juga telah mengamati jika asteroid itu sangat gelap atau tidak cukup reflektif.

Untuk periode putaran, mengarah ke kutub, serta kelas spektral dari asteroid itu tidak astronom ketahui. Maka, mereka pun berniat untuk menyaksikan asteroid 2016 AJ193 melintas kali ni.

Asteroid AJ193 2016 ini telah mengorbit dan mengelilingi bintang besar galaksi dalam jangka waktu 5,9 tahun. Kemudian, ia akan menjadi sangat relatif mendekat pada orbit Bumi. Namun, kemudian bergerak ke luar orbit Jupiter. Maka, pendekatan ini menjadi pertama untuk 65 tahun ke depan.

Pengamat Profesional Memakai Radar

pengamatan untuk astroid ini telah NASA lakukan dengan instrumen radar sejak 20 Agustus lalu. Kemudian, akan berakhir pada 24 Agustus mendatang. Dengan begitu, astronom akan menerima pantulan sinyal dari radar, sehingga bisa mereka pakai untuk mempelajari ukuran, bentuk hingga rotasi asteroid.

Sinyal radar tersebut telah terkirim ke 2016 AJ193 dan nantinya akan mereka transmisikan dari California, bersamaan dengan radarkecil Australia, Italia, dan Spanyol.

Teleskop Bisa Melacak Pergerakan Asteroid

Para astronom amatir pun tak mau berdiam begitu saja dengan aktivitas asteroid 2016 AJ193 ini. Mereka telah siap dengan teleskop untuk melihat lintasan terdekat. kemudian, mereka bisa melacak gerakan objek cepat antara bintang-bintang. Bahkan, mereka pun bisa mengabadikan saat asteroid tersebut meluncur dekat dengan Bumi.

Namun, jika kita akan menyaksikannya, tak bisa dengan mata telanjang begitu saja. paling tidak harus memakai teleskop bintang dengan ukuran 8 inci (sekitar 20 cm) atau bahkan lebih besar. Itu saja, hanya bisa melihat secara sekilas .

Jika memiliki teleskop dengan ukuran tersebut, dapat melihat pergerakan bahkan bisa mengabadikan momen. Asteroid 2016 AJ193 akan ada pada bagian langit arah konstelasi Lepus the Hare. Arah tersebut tak berada jauh dari Orion the Hunter yang sangat terkenal. Namun, karena asteroid AJ193 2016 tak cukup terang, maka pengamatan wajib dilakukan dengan baik.

Untuk teleskop komputasi, maka bisa mengarahkan menuju bintang HIP 24618 atau HIP 24354 yang tepat saat matahari belum terbit.

Akan banyak objek luar angkasa yang terbang bebas antar bintang-bintang dan mempunyai risiko tabrakan dengan Bumi Apalagi, pergerakan benda luar angkasa seperti asteroid, bisa saja tidak berbahaya. Tergantung ukuran serta kecepatan luncurnya. Intinya asteroid 2016 AJ193 melintasi Bumi dengan titik paling dekat yakni 21 Agustus 2021. Asteroid menuju matahari dan tidak mengancam Bumi. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -