Asteroid 2021 PT Berukuran Dua Kali Big Ben, Pekan ini Masuk Orbit Bumi

Asteroid 2021 PT Berukuran Dua Kali big Ben, Pekan ini Masuk Orbit Bumi
Ilustrasi Asteroid 2021 PT. Foto: Ist/Net

Asteroid 2021 PT berukuran dua kali Big Ben masuk orbit Bumi minggu ini. Benda angkasa ini akan melakukan pendekatan dengan planet kita pekan ini. Hal tersebut merupakan pernyataan NASA’s Center for proyek neo Studi (CNEOS).

Asteroid akan datang dalam jarak kurang lebih tiga juta mil dari Bumi, yakni setara dengan 12 kali jarak rata-rata Bumi dan Bulan. 

Objek Asteroid 2021 PT, Pekan ini Masuk Orbit Bumi

Mengutip dailystar.co.uk, asteroid ini bergerak lebih cepat dari 16.000 mph. Kemungkinan mempunyai diameter 240 m. NASA telah melakukan pemantauan terhadap batu luar angkasa lain. Termasuk asteroid 2021 PT ini. Diperkirakan akan mendekati orbit Bumi pada Minggu, 29 Agustus. 

Para astronom memperkirakan batu luar angkasa ini mempunyai diameter 110 m hingga 240 m. Sementara itu, diameter Big Ben atau sebuah lonceng besar di tengah menara jam di sebelah utara Istana Westminster, Inggris adalah 96 meter.

Dengan demikian, para peneliti mengklasifikasikan sebagai asteroid Apollo. Pasalnya, orbit asteroid ini dekat dengan lintasan orbit Bumi. Hampir mirip dengan Apollo 1862.

Baca Juga: Asteroid 3200 Phaethon Mirip Komet, Tidak Mengungkapkan Bukti Hidrasi

Kecepatan Asteroid

Asteroid 2021 PT melaju dengan kecepatan sekitar 16.200 mil per jam. Sekitar delapan kali lebih cepat dibandingkan peluru senapan. 

Asteroid 2021 PT menjadi salah satu objek dekat bumi (NEO) yang ditemukan para ilmuwan. Sampai saat ini, astronom telah mengidentifikasi lebih dari 26.000 NEO. 

NEO merupakan benda astronomi, baik berupa asteroid atau komet. Kemudian melintas dalam jarak 30 juta mil dari orbit Bumi. Bahkan menurut CNEOS, kebanyakan NEO mempunyai diameter lebih dari satu kilometer.

Hampir 90% ukurannya melebihi diameter satu kilometer atau 0,62 mil. Tim ilmuwan mengklasifikasikan beberapa NEO berpotensi bahaya jika terungkap telah memenuhi beberapa kriteria. 

Kriteria tersebut antara lain perkiraan diameter lebih dari 460 kaki atau 140 meter. Selanjutnya untuk perkiraan jarak antara 4,6 juta mil dari jalur orbit planet kita. 

Para astronom hingga saat telah mengidentifikasi lebih dari 2.200 NEO yang berpotensi bahaya. Namun bukan berarti akan menimbulkan risiko jika mendekati Bumi. 

Richard Binzel, ilmuwan dari planet Massachusetts Institute of Technology, mengatakan jika potensi bahayanya penting untuk dilacak dan diverifikasi sebagai nol.

Baca Juga: Asteroid 2016 AJ193 Melintasi Bumi Hari Ini, Lebarnya 1,4 Kilometer

Pendapat Alan Fitzsimmons

Berbeda menurut Alan Fitzsimmons dari Pusat Penelitian Astrofisika di Queen’s University Belfast di Irlandia Utara. Ia berpendapat jika risiko serangan di masa yang akan datang rendah, akan tetapi tidak nol. 

Pasalnya, para ilmuwan, khususnya dari Amerika Serikat telah mengesampingkan dampak asteroid skala kilometer terbesar. Risiko dampak tersebut untuk 100 tahun ke depan. 

Kemudian, selain asteroid 2021 PT, ada beberapa batu luar angkasa berukuran kecil yang mendekati Bumi. Tapi sebelum benar-benar menabrak Bumi, mereka sudah terbakar di atmosfer. 

Asteroid dengan ukuran lebih kecil 300 meter, sebelum sampai ke Bumi cenderung habis terbakar. Hal tersebut terjadi karena ram pressure saat batu luar angkasa melaju berkecepatan tinggi. 

Batas jarak benda yang terdapat di sekitar Bumi kemungkinan masih bisa mempertahankan bentuknya. Asalkan masih dalam sistem Bumi-Matahari 556.397 kilometer. Bila sama atau lebih kecil dari jarak tersebut, maka asteroid yang mendekati Bumi akan pecah berkeping-keping.

Penelitian Asteroid

Selain asteroid 2021 PT, NASA melacak batu luar angkasa lainnya, yakni 2011 UC292 dengan diameter lebih kecil dari 73 m hingga 160 m. Namun kecepatannya melebihi 19.203 mph. 

Bahkan asteroid tersebut melintasi Bumi pada jarak aman. Lebih dari dua juta mil pada pekan ini. Para ilmuwan mempercayai jika batuan luar angkasa tersebut berfungsi untuk mengidentifikasi asal-usul asteroid yang memusnahkan dinosaurus. 

Para ilmuwan juga semakin yakin jika akhir tahun 1970an, asteroid mendarat dekat Semenanjung Yucatan di Meksiko. Kemudian membentuk sebuah kawah tumbukan Chicxulub dengan lebar 93 mil.

Kecepatan asteroid saat menabrak planet kita lebih dari 67.000 mph. Bahkan terdapat bagian Bumi yang hancur oleh tabrakan tersebut. 

Meskipun demikian, ternyata fenomena tersebut meninggalkan lapisan tanah liat yang kaya iridium. Antara periode Kapur dan Paleogen, 66 juta tahun silam.

Iridium merupakan logam yang hanya bisa dijumpai jauh di bawah tanah di Bumi. Namun material ini sudah pada umumnya terdapat pada setiap asteroid. 

Para ilmuwan menunjukkan jika asteroid 2021 PT merupakan batu luar angkasa primitif gelap raksasa. Ini merupakan bagian paling luar dari sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Kemudian komposisi kimia dari asteroid tersebut hampir tidak terlihat dalam kegelapan di ruang angkasa. (R10/HR Online)

Editor: Jujang