Asteroid 3200 Phaethon Mirip Komet, Tidak Mengungkapkan Bukti Hidrasi

Asteroid 3200 Phaethon Mirip Komet, Tidak Mengungkapkan Bukti Hidrasi
Ilustrasi Asteroid 3200 Phaethon. Foto: Ist/Net

Asteroid 3200 Phaethon mirip komet ketika mendekati Matahari. Selain itu, asteroid tampak memiliki ekor. Kemudian menimbulkan hujan meteor Geminid.

Para ilmuwan dengan Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, pada 16 Agustus 2021 mengumumkan ide-ide untuk membantu menjelaskan perilaku asteroid tersebut. 

Kemungkinan natrium mendesis dari permukaannya. Karena, pada umumnya komet akan menjadi cerah saat mendekati Matahari. 

Baca Juga: Asteroid 2016 AJ193 Melintasi Bumi Hari Ini, Lebarnya 1,4 Kilometer

Mengapa Asteroid 3200 Phaethon Mirip Komet

Sifat komet ketika memanas permukaan es miliknya akan menguap. Gas ventilasi dan debu akan menyebarkan lebih banyak sinar Matahari. Oleh karena itu asteroid menjadi lebih aktif. 

Melansir earthsky, orbit asteroid 3200 Phaethon memanjang. Selanjutnya membawa objek dalam orbit Merkurius dalam 524 hari. 

Bahkan tempo waktu tersebut Matahari memanaskan permukaannya hingga 1.390 derajat Fahrenheit. Pada suhu tersebut, natrium mendesis dari batuan ke luar angkasa. Kemudian orbit  hangat akan membakar setiap karbon dioksida, air, dan es karbon monoksida yang dekat permukaan asteroid. 

Seperti yang sudah diketahui, Sumber Geminid dan asteroid mengandung sedikit atau bahkan tanpa es. Jadi, besar kemungkinan natrium yang relatif banyak merupakan elemen penyebab Phaethon menjadi cerah.

Pengamatan Inframerah Tidak Mengungkapkan Bukti Hidrasi

Asteroid 3200 Phaethon aktif dan dekat dengan Bumi. Permukaannya mempunyai suhu yang dapat mengacaukan bahan terhidrasi. Karena jarak perihelionnya sangat kecil. 

Untuk mencari bukti hidrasi di permukaannya, astronom melakukan pengamatan spektroskopi. Namun tidak ada tanda-tanda 3200 Phaethon menyerap mineral terhidrasi. 

Kemungkinan asteroid ini pada mulanya terhidrasi.Kemudian mulai kehilangan volatil dari permukaannya yang dehidrasi. 

Jadi, aktivitas modern asteroid 3200 Phaethon bukan karena sublimasi yang gampang menguap. Bukan juga karena devolatilisasi phyllosilicates di permukaannya.

Para astronom melakukan pengamatan dengan inframerah. Mereka mengamati dengan cakupan seluruh fase rotasi. 

Namun wilayah dekat kutub selatan tidak terlihat. Permukaan yang diamati didominasi wilayah khatulistiwa dan belahan bumi utara. 

Spektrum asteroid tersebut menunjukkan permukaan yang tidak terhidrasi.  Permukaan yang diamati para astronom tidak kaya air.

Baca Juga: Asal Asteroid Pemusnah Dinosaurus Kini Diungkapkan Ilmuwan

Asteroid dengan Warna Paling Biru

Selain perilakunya seperti komet, asteroid 3200 Phaethon mempunyai warna aneh. Pada sebagian besar asteroid berwarna abu-abu kusam hingga merah. 

Kebanyakan tergantung jenis material yang ada di permukaannya. Namun berbeda dengan 3200 Phaethon dengan warna biru. 

Tidak hanya berhenti di situ saja, asteroid ini paling biru dari asteroid atau komet dengan warna serupa di tata surya. 

Pada umumnya asteroid mempunyai orbit melingkar. Sedangkan orbit komet lebih elips. 

Akan tetapi, 3200 Phaethon orbitnya memanjang. Lintasan orbitnya melalui orbit Mars, Bumi, Venus, serta Merkurius. 

Lebih uniknya lagi, orbit 3200 Phaethon ini lebih dekat ke Matahari daripada asteroid lainnya. Asteroid ini pada titik terdekat dari Matahari hanya berjarak 13 juta mil tau 20,9 juta kilometer. 

Jadi, jaraknya kurang dari setengah jarak paling dekat  Merkurius. Phaethon dalam mitologi Yunani merupakan putra dewa Matahari Helios. 

Apakah Berpotensi Bahaya?

Para astronom mengklasifikasikan 3200 Phaethon berpotensi bahaya. Akan tetapi bukan ancaman bagi Bumi. 

Pasalnya asteroid ini ukurannya cukup besar. Perkiraan terbaru tahun 2021 ini, terpantau lebarnya 3,6 mil atau 5,8 km. 

Oleh sebab itu jika sampai menyerang Bumi, dapat mengakibatkan kerusakan regional yang signifikan. 

Kemudian diketahui, asteroid secara berkala melakukan pendekatan ke Bumi. Namun, di masa mendatang, astronom tidak tahu akan ada serangan atau tidak dari objek ini. 

Diketahui pada tahun 2017, Phaethon datang lebih dekat ke Bumi. Hal tersebut menjadi jarak terdekat daripada perkiraan yang akan terjadi 2093 mendatang. 

Pada saat itu, asteroid berjarak terdekat dengan Bumi, yaitu sekitar 26 kali jarak Bulan. 

Pada tahun 2017, baik para astronom amatir maupun profesional melakukan pengamatan pada asteroid 3200 Phaethon dengan seksama. Bahkan, mereka membuat animasi dan video. 

Contohnya, Northolt Branch Observatories di London, Inggris membuat animasi tentang Phaeton. Lalu Steven Bellavia juga memproduksi sebuah video. Dia berkomentar jika gambar ditangkap saat suhu dibawah titik beku dan cuaca mendung. 

Selain itu, Mike Olason di Denver, Colorado juga menangkap gambar Phaethon pada Desember 2017.

Sejak awal penemuannya, asteroid ini telah mengejutkan para  astronom. Pasalnya 3200 Phaethon mempunyai perilaku seperti komet. 

Lalu, mereka menyebutnya sebagai komet asteroid hibrida. Bahkan mulai memakai istilah komet batu untuk asteroid 3200 Phaethon. (R10/HR Online)

Editor: Jujang