Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita TerbaruAsteroid Bisa Ditambang, Nilainya Hingga $2,6 Miliar

Asteroid Bisa Ditambang, Nilainya Hingga $2,6 Miliar

Asteroid dapat ditambang menjadi gagasan para ilmuwan. Dengan kata lain, asteroid merupakan puing dari kehancuran sebuah planet atau sisa dari awal pembentukan tata surya.

Beberapa asteroid telah keluar jalur dari orbitnya dan mendekati Bumi. Sebagian besar berada antara orbit Mars dan Jupiter, dalam kelompok sabuk asteroid. 

Sumber Daya Asteroid Dapat Ditambang

Melansir science.howstuffwork, terdapat beberapa tipe asteroid, antara lain tipe C, S, dan M. Untuk komposisi tipe C menyerupai Matahari tanpa helium, hidrogen, dan bolatil. Terdapat lebih dari 75% asteroid yang masuk kategori ini. 

Kemudian tipe S sekitar 17%, dengan kandungan deposit nikel, magnesium, dan besi. Sementara untuk tipe M menjadi asteroid dengan jumlah kecil untuk kategori ini. Asteroid tipe M mengandung besi dan nikel.

Asteroid dapat ditambang merupakan hal yang menarik. Sehingga para ilmuwan harus melakukan studi skala pada asteroid. Mereka memakai spektroskopi teleskopik untuk menganalisis cahaya yang memantul dari permukaannya. 

Asteroid mempunyai kandungan besi, nikel, dan magnesium. Selain itu, para tim juga berpikir terdapat oksigen, air, emas, dan platinum pada beberapa asteroid.

Untuk mempelajari asteroid, para astronom menggunakan teleskop misi luar angkasa berbasis darat. Sehingga dapat mengumpulkan citra dan beberapa data jarak dekat. 

Baca Juga: Asteroid Raksasa 2008Go20 Sebesar Stadion Dekati Bumi, Berbahaya!

Ekstraksi Asteroid

Kelayakan asteroid dapat ditambang. Keck Institute for Space Studies (KISS) yang berada dalam California Institute of Technology, Pasadena telah melakukan studinya. Studi pengambilan asteroid KISS sangat terperinci. 

Chris Lewicki, mantan manager misi Mars sekaligus CEO Planetary Resources dan Tom Jones, seorang mantan astronot, merupakan dua peserta dari misi penangkapan dan pengembalian asteroid.

Studi KISS tentang upaya memindahkan asteroid sebesar 500.000 kg ke orbit bulan dengan biaya misi $2,6 miliar pada tahun 2025. Membangun tambang asteroid kemungkinan akan menghabiskan dana hingga miliaran dollar.

Karena pesawat luar angkasa harus membawa persediaan makanan untuk kru dan peralatan tambang. Pesawat ruang angkasa akan memerlukan tenaga roket dan bahan bakar untuk pergi ke asteroid.

Asteroid dengan diameter 1 kilometer kemungkinan akan mempunyai massa dua miliar ton. Kemudian salah satu asteroid ini akan memiliki kandungan 30 juta ton nikel, 7.500 ton platinum, dan 1,5 juta ton logam kobalt. 

Dengan demikian, asteroid bisa ditambang dan mempunyai potensi yang luar biasa dalam hal industri. Kekayaan mineral asteroid di sabuknya sangat luar biasa.

Baca Juga: Asteroid 2008 GO20 Sudah Dekat Bumi, Berkecepatan 18000 MPH

Asumsi Penambangan

Secara pasti belum para ilmuwan belum mengetahui tentang penambangan asteroid ini. Namun ada beberapa asumsi yang menyatakan jika akan menggunakan peralatan ringan untuk pengangkutannya. Untuk mengurangi kebutuhan bahan bakar, maka akan memakai tenaga surtan untuk pesawat ruang angkasanya. 

Pelaksanaan proyek penambangan ini akan menggunakan peralatan robotik. Sehingga dapat membatasi personel dan kebutuhan lainnya. Tekniknya seperti ketika melakukan penambangan di Bumi, yakni dengan mengikis bahan. 

Alat robotik akan menggali hingga ke dalam. Lalu mengeluarkan mineral berharga yang kemungkinan akan mengapung. Untuk mengumpulkan biji yang sebagian besar berterbangan, maka tersedia kanopi. 

Peralatan penambang beserta astronot wajib menggunakan grapple untuk menambatkan diri ke tanah. Pasalnya, hampir semua asteroid tidak mempunyai gravitasi. 

Akan tetapi, ada keuntungan tersendiri dari kurangnya gravitasi ini. Asteroid yang ditambang dapat berpindah tanpa memerlukan daya yang besar. Bahan bakar roket dapat memproduksinya dengan memecah air dari asteroid menjadi oksigen dan hidrogen.

Hal tersebut dapat mereka setelah muatan berupa material siap dikirim ke Bumi. Bila penambangan telah menghasilkan sumber daya dan mineral, maka dapat berpindah ke asteroid berikutnya. 

Kekayaan Luar Angkasa

Bisnis pertambangan asteroid jauh lebih terikat dengan Bumi. Banyak perusahaan pertambangan yang masih tergantung pada bankir kaya. Untuk itu, perlu banyak upaya meyakinkan calon penyandang dana, yakni tentang kekayaan luar angkasa yang jumlahnya tidak terhitung. 

Namun untuk mencapai misi pencarian asteroid pertamanya, Mitch Hunter Scullion, kepala eksekutif Asteroid Mining Corporation mengambil taktik yang berbeda. Para ilmuwan masih membutuhkan banyak pengetahuan sebelum mendarat dan menambangnya.

Para ilmuwan berharap dapat mendirikan stasiun bahan bakar di sabuk asteroid dan orbit rendah Bumi. Dengan demikian, pesawat luar angkasa dapat mengisi bahan bakar ke planet luar tata surya. Termasuk adalah ketika melakukan misi asteroid bisa ditambang ini. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -