Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita TerbaruCara Cek Radiator Motor Bekas, Ini yang Wajib Diperhatikan!

Cara Cek Radiator Motor Bekas, Ini yang Wajib Diperhatikan!

Cara cek radiator motor bekas patut Anda perhatikan agar tidak menimbulkan masalah pada kendaraan tersebut. Sebab, radiator itu sendiri adalah salah satu komponen penting bagi kendaraan.

Alat ini memiliki fungsi sebagai penukar panas. Penggunaannya untuk memindahkan energi panas. Tentunya dari satu medium ke medium lainnya. Hal itu yang tujuannya agar dapat mendinginkan mesin kendaraan bermotor.

Radiator umumnya berisikan dengan cairan radiator coolant. Normalnya, cairan radiator ini tidak akan menampilkan buih. Terlebih pada saat sedang bekerja.

Baca Juga : Ciri-ciri Radiator Motor Rusak, Efek Buruk dan Cara Perawatannya

Sementara penggunaan radiator terdapat pada motor-motor yang menggunakan sistem injeksi. Akan tetapi, jika Anda ingin membeli motor injeksi bekas yang sudah melengkapinya dengan radiator, sebaiknya tidak lupa untuk mengecek area radiatornya.

Berikut Cara Cek Radiator Motor Bekas

Sementara untuk dapat melakukan pengecekannya dari ketinggian air radiator tersebut, Anda perlu melakukannya setiap kelipatan 4000 km. Pengecekan radiator ini juga cukup mudah. Berikut ini cara untuk mengecek radiator yang perlu Anda ketahui.  

Anda perlu memposisikan motor di tempat yang rata. Memposisikannya dengan menggunakan standar tengah. Hal dilakukan agar dapat mengetahui air radiator tersebut lebih akurat.

Apabila hanya menggunakan standar samping, terlebih posisi motornya pada tempat yang tidak rata, nantinya proses pengecekan ketinggian air radiator malah menjadi tidak akurat.

Kemudian, sebelum cara cek radiator motor pada motor bekas, pastikan saat akan memeriksa ketinggian dari air radiator, kondisi mesin dalam keadaan dingin.

Hal tersebut karena tingkat ketinggian mesin kendaraan malah akan berbeda, apabila motornya pada suhu panas atau suhu dingin. Saat suhu dingin yang biasanya memiliki ketinggian yang yang lebih akurat.

Baca Juga : Ciri Tutup Radiator Rusak pada Mobil, Kenali Sebelum Membahayakan

Selain itu, Anda dapat memeriksa ketinggian dari air radiator dari bagian jendela pengecekan. Hal itu yang berada pada bagian bawah dek bagian kanan motor. Nantinya akan melihat huruf ā€œLā€ yang menjadi tanda batas minimum air radiator tersebut. Maka Anda perlu memastikan ketinggian air radiator tersebut berada di atas tanda ā€œLā€ atau Low.

Namun apabila berada di bawahnya atau tepat berada pada posisi L tersebut, sebaiknya Anda perlu segera menambahkannya. Cara menambahkannya juga cukup mudah.

Anda hanya perlu membuka alas pijakan kaki sebelah kanan. Dengan cara menariknya kemudian mengisikan air radiator tersebut.

Sebenarnya ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dari radiator motor bekas. Biasanya seiring dengan penggunaannya, bagian radiator juga rawan penyok. Hal itu akibat motor terjatuh atau terkena pecahan batu.

Selain itu, radiator motor juga membutuhkan perawatan. Sehingga dapat menjalankan fungsinya lebih maksimal. Untuk itu ketahui beberapa hal mengenai radiator motor bekas berikut ini.

Tutup Radiator Rusak

Cara cek radiator motor bekas dengan memperhatikan kondisi tutup radiator. Pastikan terlebih dahulu apakah tutupnya dalam kondisi rusak atau masih aman-aman saja.

Tutup radiator ini menjadikan tekanan air menjadi lebih tinggi dari normal. Biasanya yang lebih tinggi 1 atmosfer (ATM). Air radiator ini memang memiliki tekanan. Hal itu agar mudah menimbulkan gelembung saat terjadi pembakaran mesin.

Paking Head Bocor

Tidak hanya mengecek tutup radiator rusak, namun juga memastikan paking head bocor atau tidak. Hal itu juga dapat mengakibatkan air radiator bergejolak sampai menimbulkan buih. Nantinya air radiator dapat merembes keluar dan kondisinya menjadi tidak stabil. Oleh karena itu sangat penting dan perlunya cara mengecek radiator motor bekas terlebih dahulu, sebelum Anda memakainya.

Baca Juga : Penyebab Radiator Bocor Hingga Mobil Overheat

Sementara dengan paking head yang bocor, akan mengakibatkan suhu mesinnya menjadi meningkat. Sehingga motor tersebut nantinya akan mengalami overheat.

Salah satu cara untuk menghindarinya, setelah dengan melakukan penggantian paking head, dengan memilih bahan yang lebih bagus seperti halnya tembaga.

Penggantian Cairan Radiator Coolant Tidak Rutin

Penggantian air radiator sebaiknya dilakukan secara berkala. Hal ini harus Anda lakukan agar mesinnya tidak cepat rusak. Selain itu juga untuk menghindari terjadinya air radiator berbuih.

Dan jangan lupa air radiator motor sebaiknya dikuras dan diganti. Terlebih saat motor tersebut sudah mencapai 24.000 kilometer.

Akan tetapi, apabila Anda hidup di Jakarta, tentunya harus mengalami kemacetan ibukota setiap harinya. Sebaiknya perlu melakukan pengecekan saat motor tersebut sudah mencapai 10.000 kilometer.

Hal itu karena kemacetan akan menjadikan mesin menjadi bekerja secara lebih. Apabila membiarkan air radiator sampai habis pada tabung reservoir, nantinya akan berdampak buruk pada umur mesin motor. Selain itu juga akan mengurangi kenyamanan saat berkendara.

Kini Anda dapat mengetahui cara cek radiator motor bekas. Hal itu agar Anda dapat memastikan kondisi motor yang sesungguhnya. (R10/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto

- Advertisment -