spot_imgspot_img
BerandaBerita TerbaruCara Mengisi Angin Ban Tubles yang Tepat dan Membuat Ban Lebih Awet

Cara Mengisi Angin Ban Tubles yang Tepat dan Membuat Ban Lebih Awet

- Advertisement -

Cara mengisi angin ban tubles tidak bisa sembarangan. Berdasarkan maknanya, ban tersebut adalah ban yang didesain tanpa menggunakan ban dalam. Selain itu, memiliki ketahanan yang sangat baik meskipun digunakan untuk berkendara dengan kecepatan tinggi sekalipun.

Baca juga: Kelebihan Ban Tubles Lebih Banyak Daripada Konvensional

Kelebihan dari ban ini adalah tidak mudah bocor. Hal ini berbeda dengan jenis ban yang lainnya. Tubles tidak akan kehilangan angin secara cepat ketika mengalami bocor. Sehingga memudahkan pengguna untuk mencari tambal ban terdekat sehingga tidak cepat kehabisan angin.

Begini Cara Mengisi Angin Ban Tubles Secara Tepat

Ban jenis tubles memiliki karakteristik dengan desain yang berbeda. Udara disimpan dalam volume ruangan antara karet dan velg. Kemudian, menerapkan cara mengisi angin yang tepat juga akan mempengaruhi keawetan dari ban itu sendiri.

Selain itu, juga harus memperhatikan berbagai hal dalam penggunaan ban tubles tersebut.

Isilah dengan Nitrogen

Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa mengisi angin ban tersebut, sebaiknya dengan nitrogen. Udara nitrogen bisa membuat beban ban lebih ringan.

Apalagi ketika dipakai untuk membawa beban berat. Sehingga lebih cocok untuk perjalanan jauh.

Cara mengisi angin ban tubles dengan nitrogen dapat memperpanjang usia ban. Hal ini tentu berbeda dengan angin biasa yang kemungkinan memiliki kandungan air didalamnya. Hal ini bisa disebabkan saat terik matahari, banyak udara yang bercampur dengan uap air.

Pengisiannya sudah tersedia hampir di seluruh tempat. Meskipun harganya lebih mahal, namun kualitasnya terjamin. Akan tetapi, Anda juga harus pastikan tekanan udaranya pas, tidak terlalu kuat ataupun lemah.

Dibandingkan angin biasa, nitrogen bisa lebih bertahan lama dan optimal menjaga tekanan ban, meski digunakan untuk aktivitas setiap hari. Kandungan nitrogen murni bisa menjaga daya tahan elemen bagian dalam ban. Hal ini baik untuk konstruksi atau rubbernya.

Perhatikan Seal

Umumnya ban tubles memiliki pelindung atau seal. Seal tersebut berguna untuk mencegah angin dan udara bocor. Pelindung ini mampu membuat ban terisi angin tanpa ban dalam. Untuk memperbaiki kebocoran, cara mengisi angin ban tubles serta peralatan yang digunakan juga sangat sederhana.

Baca juga: Ban Tubeless Sering Kempes, Bisa Jadi Ini Faktor Penyebabnya

Hal tersebut dapat dilakukan dengan menusukkan karet tambal setempat yang mengeluarkan angin. Hal tersebut untuk melindungi seal antara pelek dan ban tetap aman terjaga, sehingga lebih awet.

Perhatikan Pentil Tubles

Pentil untuk masuknya angin tidak sama dengan ban lainnya. Karena terdiri dari dua macam yakni full karet atau pentil dengan sistem pengencang mur.

Karet pentil yang sudah getas mengakibatkan angin keluar tanpa diketahui. Hal ini karena keluar anginnya sangat halus.

Memperhatikan Sisi Ban

Cara mengisi angin ban tubles juga memperhatikan sisi ban, adakah kebocoran. Hal ini menjadi bagian terpenting. Sisi ban terbuat lebih keras bahkan mampu menahan tekanan angin di dalamnya.

Sehingga banyak masalah, karena angin tersebut keluar secara halus dari sisinya. Pemasangan dengan mencongkel akan berbahaya jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Jika menggores sisi ban akan mengakibatkan kebocoran.

Hati-Hati Agar Velg tidak Penyok

Ban tubeless biasanya terpasang di pelek cast wheel atau palang. Sehingga sisi ban menempel sempurna di bibir pelek.

Jika bibir pelek penyok akibat benturan maka akan membuat ban sering bocor. Oleh karena itu, pastikan secara hati-hati menggunakan jenis ban ini.

Lakukan pengecekan terlebih dahulu kelurusan pelek dan pastikan tidak ada goresan pada bibir pelek tersebut.

Cara Mengisi Angin Ban Tubles saat Ban Dingin

Sebenarnya melakukan pengecekan tekanan angin dapat dilakukan secara berkala. Jika tekanan angin terjaga, maka kemampuan ban akan lebih maksimal.

Bahkan memberikan kenyamanan bagi para pengemudi. Namun beberapa orang tidak mengetahui dan tidak memperhatikan cara mengisi angin ban yang tepat.

Baca juga: Bahaya Semir Ban, Adanya Bahan Kimia Membuat Komponen Tidak Awet

Sebagian orang mengisi angin disaat ban dalam kondisi panas. Namun sebaiknya, dilakukan saat ban sudah dingin.

Cara mengisi angin ban tubles jangan disaat suhu panas. Saat ban dalam kondisi panas, tekanan udara didalamnya akan naik, sehingga terjadi pemuaian. Hal ini yang sering membuat bacaan oleh alat tekanan angin mengalami kesalahan.

Suhu juga sangat berpengaruh. Jika dalam kondisi dingin, menambahkan angin menjadi lebih maksimal dan sesuai dengan ukuran yang seharusnya.

Karena biasanya pemuaian tekanan angin ban bisa mencapai 3 hingga 4 Psi. Hal ini adalah dari ukuran sebenarnya.

Terutama jika Anda sedang melakukan perjalanan jauh, sebelum mengisi ulang maka diamkan terlebih dahulu sehingga tidak dalam kondisi panas.

Bolehkah Mengisi Ban Tubles Nitrogen dengan Angin Biasa ?

Mungkin sebagian dari Anda, menggunakan ban tubles ini saat kondisi mendesak. Kemudian menambahkannya dengan angin biasa.

Sebenarnya nitrogen memiliki kelebihan tidak mudah habis dan ban terasa ringan. Bahkan tidak menimbulkan karat. Ketika ban nitrogen bercampur dengan angin biasa maka manfaat tersebut tidak akan dirasakan.

Ketika keduanya bercampur, justru akan membahayakan saat Anda berkendara. Karena tekanan udara tidak akan stabil dan suhunya akan cepat panas. Cara mengisi angin ban tubles memang tidak sembarangan atau akan berakibat fatal.

Perbedaan tekanan udara tersebut juga membuat ban bisa meledak. Sebaiknya Anda memperhatikan ketika ingin mengisi ban tubles tersebut. Jika Anda mencampurnya dengan angin biasa, maka akan berdampak negatif.

Sering-sering cek tekanan angin ban Anda agar tidak terjadi kehabisan angin saat berkendara.

Ban Tubles yang Kempes dan Tak Bisa Diisi Angin

Sebagian pengendara pasti pernah mengalami kempes, namun tidak perlu panik. Masalah bisa terdapat pada bagian pentil. Adanya sumbatan kotoran atau cairan anti bocor. Hal lain bisa saja pentil memang sudah rusak dan macet karena karatan.

Cara mengisi angin ban tubles harus memperhatikan katupnya. Pada saat ban kempes sedangkan pentil tersumbat cairan, maka Anda akan mengalami kesulitan saat mengisi ban. Selain itu pentil ban yang tidak ditutup, akan rawan masuk kotoran dan air dari luar.

Salah satu solusinya adalah membersihkan dan mencabut bagian dalam pentil tersebut. Hal ini menyesuaikan kondisi pentil ban. Jika drat pentil rusak maka sebaiknya menggantinya dengan yang baru.

Cara Merawat Ban Tubles

Dalam merawat ban tubles tidak begitu sulit. Namun memang membutuhkan perawatan intensif untuk mempertahankan kenyamanan saat berkendara. Ban tubles memiliki kepraktisan yang tidak merepotkan saat terjadi kebocoran.

Apabila terjadi kebocoran, pengguna cukup menambal ban dari luar saja. Ketika kondisinya sudah mengalami pengurangan maka lakukan cara satu ini yang tepat sesegera mungkin. Sehingga tekanan selalu pas dan stabil.

Baca juga: Rem Sepeda Motor, Kenali Sistem Kerja dan Jenisnya

Adanya pengikat antara bibir rumah roda dan ban atau bead, membuat angin bertahan dalam ban. 

Agar ban awet selain cara mengisi ban tubles maka lakukan langkah berikut ini untuk merawatnya:

Cek Secara Rutin

Langkah perawatannya adalah mengeceknya secara rutin. Hal ini untuk mengetahui kapan Anda harus menggantinya.

Selain itu, memastikan apakah ban sudah gundul, kempes dan lain sebagainya. Karena pengecekan ini berhubungan dengan keselamatan Anda saat berkendara.

Setelah menerapkan cara mengisi angin ban tubles yang tepat, jangan lupa melakukan pengecekan pada tekanan angin. Pastikan apakah sudah sesuai atau belum.

Jika kelebihan tekanan akan terasa kurang enak dan tidak mencengkram aspal. Anda harus mengetahui standar tekanan angin, baik ban depan maupun belakang.

Pada motor bebek idealnya 28 hingga 30 psi untuk bagian depan dan belakang 33 hingga 34. Sementara motor sport tekanan angin adalah 30 psi untuk ban depan dan 34 psi ban belakang.

Hindari Penggunaan Cairan Anti Bocor

Cairan anti bocor biasanya berbentuk gel dan dapat berpotensi menyumbat pentil. Risiko ini bisa timbul dari cara penggunaan pentil. Karena tidak mengalir, maka cairan tersebut menyumbat jalur pentil itu sendiri.

Saat gel tersebut teraplikasikan, maka akan menjadi gumpalan di satu titik bocor. Sehingga membuat ban kehilangan keseimbangan putaran.

Tidak hanya mempengaruhi keseimbangan saja, namun juga merusak pelek bagian dalam. Cairan tersebut memiliki kandungan PH dan membuat karat pada pelek. Jadi setelah mengisinya dengan nitrogen, Anda jangan menggunakan cairan tersebut.

Memperhatikan Saat Melepas Ban

Selain cara mengisi angin ban tubles, ada banyak hal yang harus Anda perhatikan. Salah satunya perhatikan saat melepasnya. Pada prinsipnya jangan di lepas ketika belum mau di tambal. Namun jika pelepasan dilakukan di tempat tambal ban maka bisa langsung diperbaiki.

Jangan Membawa Beban Berlebih

Pada dasarnya, setiap ban memiliki standar kekuatan beban masing-masing. Jika membawa beban berlebihan maka tidak hanya motor saja yang rusak, tapi juga ban tubles Anda.

Tidak hanya mengetahui cara mengisi angin ban tubles saja, namun juga memakai ban sesuai petunjuk dengan mengacu pada load indek serta speed symbol. Panduan yang memberi informasi bagaimana ban dapat menahan beban serta batas kecepatan maksimum aman.

Misalnya pada dinding ban tertulis 90/80-17 M/C 46S maka load index adalah 46. Artinya ban dapat menahan beban sampai 170 kg.

Cek Expired Ban Tubles Saat Membeli

Tidak hanya produk makanan saja yang ada expirednya, ban tubles juga memiliki tanggal kadaluarsa. Ban yang sudah expired biasanya lebih keras, karetnya sudah getas dan kaku. Oleh karena itu, lakukan pengecekan expired saat membelinya.

Untuk mengetahui expired ban silahkan cermati petunjuk yang tertera di garis lingkar pada ban bagian samping. Sebagai contoh 3103 yang artinya dibuat pada minggu ke 31 tahun 2003. Jika tertera kode tersebut maka kadaluarsanya sekitar 6 tahun.

Cek Ban dan Jangan Biarkan Kempes Terlalu Lama

Jika ban Anda kempes maka jangan biarkan terlalu lama. Segera isi angin ban tubles dengan nitrogen. Jangan memaksakan ban kempes untuk digunakan. Karena ini justru merusak ban dan akhirnya velg akan rusak. Velg tidak akan presisi bentuknya dan tentunya menambah biaya perbaikan.

Alasan Memilih Ban Tubeless Untuk Berkendara

Ban tubles memiliki kelebihan yang mencolok. Kelebihan tersebut yang menjadikannya sebagai bagian dari produk kendaraan.

Alasan penting yang mendasari seseorang memilih ban tubeless adalah lebih menguntungkan saat berkendara. Jika terjadi kebocoran ban tidak akan langsung kehilangan angin seketika.

Baca juga: Penyebab Ban Mobil Terasa Goyang, Ketahui Penjelasannya Berikut Ini

Kedua, ban tubles memiliki sistem yang baik dalam menjaga tekanan ban. Ban tubeless dan velg telah didesain sedemikian rupa sehingga mampu mencegah berkurangnya tekanan angin. Biasanya tekanan angin ban dapat bertahan hingga 3 bulanan. Cara mengisi angin ban tubles juga sangat mudah.

Selanjutnya adalah memperbaiki dan menambal ban tubles lebih cepat dan mudah. Selain itu, dinding ban tubles juga lebih kuat dan juga solid.

Ketebalannya juga terjamin. Angin atau nitrogen pada ban tidak mudah keluar meskipun tertusuk benda tajam sekalipun.

Konstruksi ban tubles lebih kokoh dan kuat dan tidak menggunakan ban dalam sehingga lebih praktis. Setelah mengetahui cara mengisi angin ban tubles hingga perawatannya tersebut maka Anda akan terhindar dari kerusakan ban. (R10/HR-Online)

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -