Dampak Cuaca Buruk, Nelayan Pangandaran Merugi Jutaan Rupiah

Cuaca Buruk
Deretan kapal compreng yang biasa nelayan gunakan kini hanya tertambat di bibir pantai akibat cuaca buruk. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dampak cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini membuat nelayan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kerugian hingga jutaan rupiah per harinya.

Kondisi cuaca yang tidak bersahabat memaksa para nelayan untuk memilih tidak melakukan aktivitas melaut ketimbang harus mengambil resiko yang tinggi.

Hal itu diungkapkan Rastin, salah seorang nelayan yang sudah terbiasa melaut di Pantai Selatan antara perairan Pangandaran dan Cilacap, Jawa Tengah.

Saat HR Online menghubunginya melalui telepon seluler, Selasa (03/08/2021), Rastin mengatakan bahwa, saat ini ratusan nelayan yang biasa melaut dan menjual hasil tangkapannya ke TPI Minasari Pangandaran berhenti total.

“Akibat cuaca buruk, kami para nelayan lebih memilih rehat. Jika memaksakan melaut resikonya tinggi. Kapal compreng yang biasa kami gunakan pun kini ditambatkan di bibir pantai sambil menunggu kondisi cuaca membaik,” tuturnya.

Rastin juga mengatakan, faktor kondisi cuaca yang buruk saat ini mengakibatkan gelombang air di tengah laut cukup tinggi. Karena faktor angin pun sangat berpengaruh.

Baca Juga : Cuaca Buruk, Nelayan Pangandaran Berlayar di Pinggir Laut

Ia pun mengungkapkan, akibat dampak cuaca buruk, sudah dua belas hari ini para nelayan tidak melakukan aktivitas melaut. Otomatis mereka mengalami kerugian yang cukup besar.

Biasanya, dalam satu hari per satu kapal compreng paling minim mendapatkan penghasilan dari penjualan ikan tangkapannya mencapai Rp 3 juta.

“Jika dikalikan dengan ratusan kapal nelayan, mungkin jumlah totalnya bisa mencapai ratusan juta rupiah,” kata Rastin.

Nelayan Pangandaran lainnya, Maman mengatakan, sebagian besar nelayan yang tidak melaut kini lebih memilih memperbaiki kapal dan jaringnya, sambil menunggu cuaca kembali normal.

“Kami saat ini berhenti dulu, mengingat kondisi cuaca sedang kurang bersahabat. Jadi kami lebih memilih memperbaiki kapal dan jaring agar pada waktunya bekerja tidak ada kendala,” katanya.

Walaupun ada nelayan yang memaksakan melaut, imbuh Maman, namun hasil tangkapan ikannya tidak seperti biasanya. Karena mereka hanya melaut beberapa kilometer saja dari bibir pantai. (Ntang/R3/HR-Online)

Editor : Eva