Minggu, Juli 3, 2022
BerandaBerita BisnisElon Musk Masuk Daftar CEO Berpendapatan Tertinggi di Dunia

Elon Musk Masuk Daftar CEO Berpendapatan Tertinggi di Dunia

Elon Musk baru-baru ini kembali tercatat sebagai salah satu CEO yang mempunyai pendapatan tertinggi di tahun 2021.

Adapun pria yang berumur 50 tahun ini merupakan tokoh bisnis, industrialis sekaligus penemu asal Amerika Serikat.

Bernama lengkap Elon Reeve Musk, ia adalah pendiri, CEO sekaligus dari SpaceX.

Bidang usaha lainnya adalah perusahaan Tesla dengan posisi CEO sekaligus arsitek produksi.

Elon juga merupakan seorang pendiri dari Neuralink juga The Boring Company.

Karena berbagai usahanya ini tak mengherankan jika Elon Musk masuk jajaran orang terkaya di dunia.

Elon Reeve Musk Kembali Jadi CEO Dengan Pendapatan Tinggi

Masuknya Elon Musk sebagai CEO dengan pendapatan tinggi di 2021 ini rupanya bukan kali pertama.

Bahkan pencapaian tersebut menjadi kali ketiganya sang pendiri Tesla sekaligus SpaceX menempati urutan teratas dalam daftar.

Berdasarkan perhitungan salah satu sumber, jumlah pendapatan Elon mencapai 6,6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp. 94,9 triliun.

Jumlah pendapatan itu jauh mengungguli CEO yang memiliki pendapatan tertinggi kedua di kawasan AS yakni Mike Pykosz.

Mike Pykosz sendiri merupakan CEO dari perusahaan di bidang penyedia layanan kesehatan bernama Oak Street Health.

Total pendapatan yang Mike miliki kurang lebih 568 juta dollar AS atau sekitar Rp. 8,1 triliun.

Jumlah penghasilan sampai Rp. 8,1 triliun Mike dapatkan dalam bentuk bonus, saham, gaji juga tunjangan.

Menurut laporan sumber, Elon menghasilkan keuntungan sampai 33 miliar dollar AS Atau setara dengan Rp. 474 triliun.

Berkat keuntungan yang fantastis itu, Elon berhasil meraih gelar CEO AS dengan pendapatan paling tinggi dalam tiga tahun belakangan.

Aners Melin selaku sumber pendapatan Elon mengungkap jika bagi sang CEO tidak ada gaji.

Elon hanya mendapat bayaran dalam pilihan saham yang nilainya naik kalau harga saham perusahaan Tesla mengalami kenaikan.

Sementara itu nilai saham Tesla sendiri mengalami penurunan beberapa tahun belakangan dan menjadikan paket bernilai banyak uang.

Juragan mobil listrik Tesla ini secara konsisten berada di peringkat atas urutan orang terkaya di dunia.

Bahkan kini Elon Musk berada tepat di belakang Jeff Bezos juga Bernard Arnault dalam hal kekayaan.

Starship SpaceX Elon Musk Jadi Roket Tertinggi

Bukan hanya menjadi CEO dengan pendapatan tinggi, Elon Musk juga sebagai bos perusahaan SpaceX yang belum lama meluncurkan roket.

Hebatnya terdapat klaim jika Starship SpaceX besutan perusahaan Elon Musk menjadi roket paling tinggi di dunia.

Pada  6 Agustus lalu, pertama kalinya SpaceX menaruh pesawat luar angkasa mereka di posisi atas roket Super Heavy.

Dengan tinggi sekitar 120 meter atau 395 kaki, pesawat ruang angkasa bertumpuk tersebut merupakan tertinggi di dunia.

Beberapa waktu lalu, Elon mengunggah beberapa foto Starship lewat akun Twitternya.

Tidak hanya foto, Elon juga menulis jika menjadi kehormatan bisa bekerja sama dengan tim hebat.

Bukan hanya itu Elon Musk menambahkan pula bahwa sebuah mimpi yang jadi kenyataan.

Pesawat ruang angkasa Starship ini merupakan prototype SN20 dan mereka amankan ke prototype Super Heavy.

Prototype Super Heavy itu terkenal sebagai Booster 4.

Penumpukan ini adalah bagian dari upaya persiapan dalam uji coba terbang orbital.

Uji coba tersebut sudah perusahaan rencanakan untuk kendaraan pesawat ruang angkasa ini.

Kegembiraan pencapaian Starship ini tentu saja datang dari pendiri sekaligus CEO SpaceX yakni Elon Musk.

Jeff Bezos Sindir Elon Reeve Musk Karena Kalah Tender NASA 

Pada bulan April lalu, NASA memberikan SpaceX besutan Elon Musk kontrak Sistem Pendaratan Manusia.

Kontrak tersebut untuk versi Starship guna mendaratkan astronot di atas permukaan Bulan.

Blue Origin terus saja meluncurkan bentuk protes terhadap keputusan NASA yang memberikan kontrak itu untuk SpaceX.

Kali ini perusahaan kepunyaan Jeff Bezos ini melayangkan protes lewat kritikan dalam infografis pada situs resminya.

Perusahaan Blue Origin menyebut roket SpaceX yakni Starship mempunyai pendekatan kompleks juga beresiko cukup tinggi.

Mereka mengutip kritikan yang berasal dari salah satu pejabat NASA kala melakukan evaluasi Starship dalam program pendaratan di Bulan.

Perusahaan Jeff Bezos menuliskan jika ada sejumlah pengembangan, teknologi juga operasi yang belum pernah pihak NASA lakukan.

Di mana mereka menuliskan kalau rangkaian tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya untuk roket Starship yang mendarat di bulan.

Selain memberikan kritik terkait kompleksitas roket, Blue Origin juga mengkritik fasilitas yang SpaceX miliki.

Mereka mengatakan jika fasilitas yang SpaceX miliki di kawasan Texas belum pernah untuk meluncur jenis orbital.

Namun sebenarnya perusahaan Elon Musk ini sudah melakukan sebanyak 100 kali peluncuran orbital.

Peluncuran orbital itu hasilnya sukses dengan roket Falcon 9 sementara Blue Origin belum menjangkau orbit sama sekali.

Pihak Blue Origin juga membuat perbandingan berupa teknis tambahan.

Perbandingan itu mencatat jika rencana dari SpaceX memerlukan 10 peluncuran Starship lebih.

Peluncuran sebanyak itu hanya untuk mendarat satu kali di bulan dan perlu mengisi bahan bakar jenis obit.

SpaceX sendiri tengah dalam persiapan akhir dalam upaya peluncuran obit perdana roket Starship milik mereka.

Hal ini setelah perusahaan Elon Musk itu meluncur dan mendarat purwarupa pada ketinggian tertinggi.

Sebagai CEO, Elon Reeve Musk Sering Bentak Karyawannya?

Menjadi seorang CEO, belum lama ini beredar kabar mengenai Elon Musk sudah beredar luas di tengah publik.

Kabar itu berkaitan dengan sikap yang Elon Musk tunjukkan terhadap sejumlah karyawannya.

Lebih jelas jika pria yang lahir pada 28 Juni 1971 silam ini kerap membentak para karyawannya.

Sikap Elon Musk yang sering membentak ini pertama kali berasa dari sebuah buku tentang sang CEO berjudul Power Play: Tesla.

Buku ini merupakan karya dari penulis bernama Tim Higgins yang bercerita mengenai perjalanan Elon dalam pembangunan Tesla.

Pada salah satu bagian buku, Tim menuliskan jika Elon kerap membentak para karyawannya.

Walaupun rupanya Elon membentak mereka bukan tanpa alasan namun terdapat alasan khusus.

Rupanya Elon membentak karyawannya guna memastikan segala sesuatunya berjalan baik tanpa ada masalah.

Karyawan yang mendapat bentakan dari Elon biasanya merupakan pegawai bermasalah.

Bermasalah di buku itu maksudnya adalah sang karyawan tidak mengerjakan tugas mereka dengan baik.

Kalau karyawan itu bekerja dengan baik tentu saja Elon Musk tidak membentak mereka.

Mengutip dari media lokal, Elon Musk juga tak suka pada karyawan yang kerap mengeluh karena bekerja sangat berat.

Hal ini karena Elon Musk sendiri bekerja dengan sangat berat dalam pembangunan juga pengembangan perusahaan Tesla.

Oleh karena itulah Elon tidak ingin mendengar terdapat karyawannya mengeluh tentang beratnya pekerjaan.

Meskipun begitu segala sesuatu yang Elon Musk lakukan semuanya untuk kebaikan juga masa depan perusahaan miliknya.

Tak heran jika Elon Reeve Musk berhasil masuk dalam CEO dengan jumlah pendapatan tinggi.

- Advertisment -