Sabtu, Januari 28, 2023
BerandaBerita TerbaruFenomena Matahari Memutih, Menyebabkan Temperatur Dingin

Fenomena Matahari Memutih, Menyebabkan Temperatur Dingin

Fenomena matahari memutih atau surya pethak akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Pernyataan tersebut berasal dari Andi Pangerang, Peneliti Pusat Sains dan Antariksa di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Fenomena ini terjadi ketika matahari berubah warna menjadi putih saat siang hari. Kejadian tersebut dimulai dari matahari terbit sampai terbenam. 

Fakta Fenomena Matahari Memutih, Siang Hari Redup Seperti Malam

Surya pethak merupakan fenomena alam yang membuat suhu siang hari menjadi dingin seperti malam. Pada umumnya, jika terjadi musim pethak matahari saat musim hujan tiba. Karena saat hujan, maka akan terjadi penguapan air yang cenderung tinggi dan lebih mudah terbentuk awan. 

Mengutip world-today-news, fenomena matahari memutih hanya terjadi apabila kualitas udara di lokasi pengamatan kurang membaik. Kemudian dari segi meteorologi lokasi pengamatan tertutup oleh kabut awan. Dengan begitu, hamburan yang terjadi tidak akan sekuat ketika langit sedang cerah. 

Baca Juga: Fakta Fenomena Halo Matahari, Fenomena Matahari Bercincin Cahaya

Waktu Berlangsungnya Fenomena Surya Pethak 

Fenomena matahari memutih bisa berlangsung selama puluhan hari. Waktu berlangsungnya mulai tujuh hingga empat puluh hari. Suhu di permukaan Bumi dapat menjadi lebih dingin karena pengaruh sinar matahari putih tersebut.

Hal tersebut akan membuat tanaman tidak bisa tumbuh dengan maksimal. Selain itu, manusia banyak yang akan mengalami kedinginan.

Keadaan siang hari yang terlihat temaram seperti malam ini terhitung mulai terbit matahari hingga terbenam. Saat terbit tampak kemerahan, akan memutih ketika terbenam, kemudian tertutup kabut awan bila telah meninggi.

Fenomena seperti ini juga dikenal sebagai Maunder Minimum. Asal mula namanya berasal dari seorang astronom matahari, Edward Walter Maunder, bersama istrinya Annie Russell Maunder.

Berlangsungnya fenomena matahari memutih saat zaman es kecil. Suhu rata-rata di kawasan Eropa sangat rendah dalam waktu yang cukup lama. Namun, belum cukup bukti jika Maunder Minimum ini dapat menjadi penyebab zaman es kecil. 

Apalagi zaman es kecil berawal seratus tahun daripada Maunder Minimum. Ia memberi penjelasan mengapa matahari tampak kemerahan saat terbit dan terbenam, serta mengapa warnanya bisa memutih. 

Matahari akan memancarkan sinarnya masuk dalam radiasi elektromagnetik. Kemudian akan menjadi cahaya tampak dan terlihat memutih. Namun, terdiri dari spektrum warna dengan panjang gelombang yang bervariasi.

Matahari Terbit di Utara

Matahari terbit dari utara sebenarnya adalah gerak semu matahari. Kemudian terjadi karena rotasi Bumi pada kemiringan 23,5 derajat.

Peristiwa ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya. Karena matahari berada di belahan bumi utara pada puncaknya. Sehingga akan terlihat terbit dari timur dan mendekati arah timur laut, yakni antara utara dan timur. Peredaran Bumi mengelilingi matahari juga mempengaruhi peristiwa ini.

Banyak yang beranggapan jika matahari terbit dari utara. Namun sebenarnya matahari tersebut terbit dari arah timur. Akan tetapi, perjalanannya membuat bergerak lebih condong di sisi utara.

Fenomena matahari memutih seperti ini biasanya akan terjadi bulan Maret dan puncaknya Juni. Kemudian akan berakhir pada bulan September. Secara perlahan, matahari akan bergerak dari timur ke barat melalui arah selatan.

Baca Juga: Matahari Terbit dari Utara, Fenomena Gerak Semu Matahari

Penyebab Pethak Matahari

Terjadinya matahari memutih kemungkinan karena adanya gunung berapi yang meletus. Kemudian terdapat perubahan sirkulasi air laut, sehingga akan memberikan dampak terhadap penguapan. Selain itu, pembentukan awan juga akan terpengaruh. 

Fenomena matahari memutih atau alam Surya Ruri mempunyai arti siang hari yang redup seperti malam. Biasanya cahaya matahari saat terbit akan berwarna kemerahan. Kemudian saat terbenam dapat berubah menjadi putih. 

Sementara itu, ketika terjadi surya pethak matahari terbit tidak begitu panas karena ada awan yang menghalanginya. Meskipun langit berwarna biru, matahari bisa berwarna putih. Penyebabnya karena sinar matahari mengalami hamburan Rayleigh. 

Rayleigh akan menghamburkan spektrum cahaya dan terlihat berdasarkan jarak yang ditempuh oleh matahari. Ketika sinar tersebut melewati atmosfer.

Gunung berapi yang meletus menyebabkan munculnya jilatan api. Kemudian akan terjadi perubahan pada sirkulasi air laut. Sehingga dapat mempengaruhi pembentukan awan dan proses penguapan. 

Awan yang menutupi permukaan Bumi kemungkinan karena penurunan aktivitas matahari secara berkepanjangan. Fenomena matahari memutih ini pernah terjadi pada tahun 1645 hingga 1715. (R10/HR Online)

Editor: Jujang