Fungsi Tulang Tengkorak, Kenali Lebih Dalam Si Pelindung Otak

Fungsi Tulang Tengkorak
Ilustrasi Fungsi Tulang Tengkorak. Foto: Ist/Net

Fungsi tulang tengkorak yang utama adalah melindungi otak dan jaringan lunak kepala yang lainnya. Selain itu, tengkorak juga masih mengemban banyak pengaruh pada tubuh manusia.

Baca juga: Contoh Tulang Pipih Pada Manusia Lengkap dengan Penjelasannya

Pada dasarnya, tubuh manusia ini tersusun akan tulang-tulang dan kerangka. Kemudian rangka dan tulang tersebut menyatu dengan bantuan ligamen, tendon, dan sebagainya.

Dari banyaknya tulang-tulang penyusun tersebut, salah satunya adalah tulang kepala atau tengkorak. Dalam bahasa medis, tengkorak ini terkenal dengan nama cranium.

Bagi kepala, fungsi tulang tengkorak merupakan sesuatu yang vital. Sebab, mengamankan segala yang di dalamnya. Seperti yang akan kita bahas kali ini, tulang tengkorak sendiri tersusun dari sekitar 22 tulang individu pada manusia dewasa.

Anatomi dan Fungsi Tulang Tengkorak pada Manusia

Saat masih bayi, tengkorak bersifat lunak, namun ikut berkembang dan mengeras seiring perkembangan tulang dan badan. Tulang tengkorak membentuk suatu membran yang berserat dan keras, kemudian dengan perlahan menyatu hingga terbentuklah tengkorak.

Satu-satunya tulang tengkorak yang memisahkan dirinya adalah mandibula. Ia tidak tergabung dengan tulang tengkorak seperti yang lainnya.

Kesatuan tulang tengkorak tersebut bekerja sama menjalankan fungsi bagi kepala. Fungsinya tidak sebatas memberi perlindungan otak, akan tetapi juga memberikan jarak antara kedua mata untuk pandangan stereoskopis.

Selain itu, tulang tengkorak juga memiliki peran dalam menetapkan posisi telinga sehingga otak dapat memprediksi arah ataupun jarak suara. Secara struktural, tengkorak menyediakan tempat untuk perlekatan tendon dan otot dari otot kulit kepala dan wajah.

Fungsi dari Tulang Kepala

Dari banyaknya kegunaan tersebut, kita bisa merinci fungsi tulang tengkorak secara umum, yakni sebagai berikut:

Tengkorak berperan besar dalam melindungi organ vital manusia yakni otak beserta organ lunak lain di dalamnya. Selain itu, tengkorak juga turut serta dalam memposisikan otak agar tetap stabil.

Baca juga: Perbedaan Tulang Rawan dan Tulang Keras pada Tubuh Manusia

Selanjutnya tulang tengkorak melalui pembentukan permukaan bagian dalam di meningen berfungsi untuk menstabilkan juga keberadaan pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfa.

Tengkorak bertanggung jawab menyediakan area yang lebar untuk tempat perlekatan otot di luar permukaan tengkorak. Hal ini nantinya untuk menghasilkan gerakan kepala dan ekspresi pada wajah, contohnya seperti kerutan.

Kemudian fungsi tulang tengkorak yang membentuk dasar untuk wajah memberikan akses pada sistem pernapasan dan pencernaan.

Bekerja sama dengan tulang wajah, tengkorak kepala mewujudkan perlindungan dan dukungan pada organ sensorik, seperti mata, telinga, mulut, dan hidung.

Untuk lebih lengkapnya, kita bisa memilah setiap tulang penyusun tengkorak. Di bawah ini, telah tersaji mengenai bagian-bagian tulang tengkorak ini.

Tulang Frontal (Tulang Dahi)

Merupakan tulang yang membentang di bagian wajah depan hingga pelipis ke bagian bawah telinga. Setelah lahir, tulang frontal ini tergabung menjadi satu. Kemudian jahitan metopiknya menyamar dan hilang ketika usia 6-8 tahun.

Fungsi tulang tengkorak frontal ini adalah membentuk dahi yang bisa untuk melindung organ dalam kepala dari bagian depan. Dahi mulai terbentuk di permukaan bagian depan tulang kepala karena squama frontalis yang merupakan pelat tulang seperti sisik.

Manusia memiliki ukuran dan bentuk tulang frontal yang tidak sama. Karena tulang frontal terletak di bagian luar, kita bisa meraba atau memperhatikannya dengan lebih jelas.

Tulang Sphenoid (Tulang Baji)

Fungsi tulang tengkorak yang satu ini adalah untuk mengamankan otak bagian bawah, lebih tepatnya sudut sisi samping bagian wajah. Otak tersebut merupakan bagian tubuh yang sangat penting karena merupakan operator seluruh aktivitas tubuh manusia.

Bentuknya cenderung kecil dengan sifatnya yang pipih dan cekung mendalam, berada di antara tulang dahi dan tulang pelipis (bagian tengah-tengah tengkorak). Tulang ini terhubung dengan kerangka tulang lainnya dan berpadu.

Tulang Ethmoid (Tulang Tapis)

Posisinya berada di depan tulang baji, tepatnya ada di antara tulang mata. Jumlah tulang ini ada dua macam, dengan bentuk yang kecil dan pipih.

Fungsi tulang tengkorak jenis tapis ini adalah untuk menyusun dinding belakang pada lekukan mata. Selain itu, juga membantu dalam pembentukan proses penglihatan sekaligus mengamankan tulang hidung atau rongga nasal.

Ada beberapa bagian yang ikut membentuk tulang ethmoid ini, seperti dasar depan fossa kranial, bagian atas septum hidung, dinding medial, dan dinding rongga hidung. Tulang ini juga merupakan struktur penunjang pada rongga hidung.

Dalam tulang ini terdapat satu komponen khusus, yakni conchae hidung. Ia memiliki manfaat yang bisa memperluas permukaan mukosa hidung.

Bahkan meningkatkan keefektifan indera penciuman, menyaring, serta melembabkan udara yang masuk sebelum terjun ke rongga mulut.

Tulang Oksipital (Tulang Kepala Belakang)

Fungsi tulang tengkorak selain melindungi otak, ada juga yang berguna untuk melindungi organ dalam telinga. Hal tersebut merupakan tugas dari tulang oksipital ini. Bentuknya menyerupai cawan merangkap fungsi sebagai tempurung kepala yang melengkung dan berongga.

Baca juga: Rangka Aksial dan Apendikular Beserta Tulang Penyusunnya

Selain itu, tulang belakang kepala ini juga berandil besar dalam meminimalisir risiko saat terjadi benturan. Mungkin terjadi ketika terjatuh atau tertimpa benda berat serta trauma pada kepala yang lainnya.

Letak dari tulang ini yakni melintang dari bagian pangkal hingga bagian belakang tengkorak. Pada sisi-sisi atas leher bagian belakang kepala bisa diraba ada sebuah tonjolan kecil yang bernama tonjolan eksternal.

Dua tonjolan tersebut masih turut serta dalam fungsi tulang tengkorak. Tak lain yaitu untuk membantu dalam perlekatan otot yang tidak sama.

Tulang Temporal (Tulang Pelipis)

Bagian tulang tengkorak yang satu ini memiliki jenis berpasangan lalu menyusun bagian bawah tengkorak serta setengah dari bagian dasar tengkorak. Letaknya berada di antara tulang oksipital, sphenoid, dan parietal yang sesuai.

Permukaan tipis dari tulang temporal menyusun bagian depan. Sedangkan bagian khususnya yakni bagian mastoid berada di posterior dan inferior saluran pendengaran eksternal.

Di dalamnya berisi rongga udara yang berlapis selaput lendir dengan sekat dinding tulang sangat tipis dari otak. Kegunaan utamanya tidak beda dengan fungsi tulang tengkorak lainnya, yakni melindungi otak, sang organ vital.

Apabila terjadi peradangan, infeksi tersebut bisa ikut menyebar secara langsung ke bagian otak. Sementara mastoid yang letaknya di belakang kanal auditori eksternal merupakan tempat melekatnya beberapa otot leher.

Tulang Parietal (Tulang Ubun-Ubun)

Merupakan tulang yang melebar hingga setengah kepala bagian atas. Ketika masih bayi, tulang ini sangat rentan, karena hal ini sangat berdampak pada tumbuh dan berkembangnya manusia.

Secara umum, fungsi tulang tengkorak yang satu ini adalah melindungi otak. Namun peran terpentingnya adalah dalam menjaga otak bagian tengah (mid brain) dan otak bagian belakang.

Tulang parietal ini mempunyai ciri khas yang terletak di permukaan bagian dalam, yaitu terdapat tonjolan dan takik (potongan) bagi pembuluh darah. Selain itu, juga terdapat superfisial dari jaringan ikat yang padat.

Kerusakan dan Kondisi pada Fungsi tulang Tengkorak

Meski tercipta dengan rancangan yang baik sedemikian rupa, tidak memungkinkan tulang tengkorak akan selamanya tidak terluka. Tulang tengkorak tetaplah berpotensi mengalami cedera bahkan retak atau kepatahan.

Memang, benturan yang benar-benar keras saja yang bisa menyebabkan rusak dan retaknya tulang tengkorak. Seperti saat benturan di kecelakaan, jatuh dari ketinggian, atau terhantam sesuatu yang keras di kepala.

Baca juga: Jenis Tulang Rawan dan Fungsinya Untuk Melindungi Organ Manusia

Tentunya beberapa kondisi kesehatan ada yang memiliki kaitan dengan tulang tengkorak. Semisal patah tulang atau kondisi bawaan sejak lahir. Untuk lebih jelasnya mengenai kondisi dan kerusakan tulang, bisa simak uraian di bawah ini.

Fraktur (Patah)

Fraktur ini merujuk pada segala jenis patah tulang. Beberapa jenis fraktur bisa berdampak pada fungsi tulang tengkorak, yaitu:

  1. Linier, artinya ada patahan tulang dalam tengkorak, akan tetapi tulang itu sendiri belum bergerak.
  2. Murung, kepatahan ini merujuk pada patah tulang pada tengkorang yang menyebabkan bagian tengkorak tampak cekung.
  3. Basilar, fraktur jenis ini merupakan kepatahan di salah satu tulang di sekitar pangkal tengkorak, seperti tulang sphenoid. Patah tulang ini tergolong kondisi yang serius. Bisa segera lakukan perawatan agar tidak menjalar pada fungsi tulang tengkorak.
  4. Diastatik, merupakan fraktur yang terjadi di area salah satu jahitan tengkorak. Sehingga menyebabkan lebih lebar dari umumnya.

Di beberapa kasus, patah tulang tengkorak bisa sembuh dengan sendirinya jika kondisi tidak parah. Akan tetapi jika sudah tergolong parah, ada baiknya memerlukan pertolongan dengan pembedahan.

Craniosynostosis

Kondisi ini bisa menyebabkan fungsi tulang tengkorak yang tidak maksimal. Beberapa bayi yang terlahir dalam kondisi ini, ada yang melibatkan penutupan prematur jahitan tengkorak.

Alhasil, bentuk tengkorak nantinya tidak seperti pada umumnya serta fitur wajah pun akan berbeda. Ada beberapa jenis craniosynostosis, yaitu:

  1. Sinostosis bicoronal, yakni bayi lahir mempunyai bentuk dahi rata dan terangkat.
  2. Sinostosis koronal. Jenis ini menyebabkan perataan salah satu sisi dahi yang menjadikan bentuk rongga mata dan hidung tidak sama umumnya.
  3. Sinostosis metopik, menyebabkan tidak maksimalnya kinerja fungsi tulang tengkorak pada proses pembentukan wajah. Tengkorak akan berbentuk segitiga dan membuat mata terlihat lebih dekat.
  4. Sinostosis sagital, kondisi ini menyebabkan dahi menonjol keluar dan membuat kepala terkesan memanjang.

Kondisi craniosynostosis membutuhkan perawatan bedah untuk mencegah adanya komplikasi di kemudian hari.

Kondisi Lainnya

Sejumlah kondisi lain yang masih memiliki pengaruh pada tulang tengkorak manusia yaitu:

  1. Displasia kleidokranial, yakni mutasi gen yang menyebabkan pertumbuhan gigi juga tulang tengkorak tidak seperti biasanya. Gejala umumnya semacam dahi miring atau tulang tengkorak yang membesar.
  2. Displasia kranio metafisis, merupakan situasi bawaan yang juga membawa dampak pada fungsi tulang tengkorak. Bisa menyebabkan penebalan pada tulang tengkorak atau dahi menonjol dan mata melebar.
  3. Displasia fibrosa, terjadi karena mutasi pada sel penghasil tulang yang menjadikan pertumbuhan jaringan lebih menyerupai bekas luka bukan jaringan tulang.
  4. Osteoma, yakni pertumbuhan tumor jinak pada tulang tengkorak. Penderita osteoma kerap tidak bergejala, namun dampaknya sangat terasa bila pertumbuhannya mengenai saraf.

Tentunya hal itu akan berdampak pada indera pendengaran dan penglihatan. Kesembuhannya, hanya bisa apabila pertumbuhan tumor jinak itu tidak ada.

Baca juga: Fungsi Tulang Rahang Bawah Bantu Aktivitas Manusia

Karena tulang tengkorak memiliki fungsi yang sangat berarti, maka sudah sewajarnya kita berupaya untuk melindungi. Tengkorak yang sehat nantinya akan berdampak pada kesehatan otak pula. Maka dari itu, pastikan Anda menjaganya dengan baik.

Semoga ulasan kali ini bisa mendatangkan manfaat bagi kita. Terima kasih telah mengunjungi artikel ini. (R10/HR-Online)