Galaksi Spiral IC 1954, Terlihat Hubble di Konstelasi Horologium Selatan

Galaksi Spiral IC 1954, Terlihat Hublle di Konstelasi Horologium Selatan
Ilustrasi Galaksi Spiral IC 1954. Foto: Ist/Net

Galaksi spiral IC 1954 tertangkap oleh teleskop luar angkasa Hubble. Strukturnya berupa batang cerah dengan proyeksi lengan berputar. Jarak galaksi ini sekitar 45 juta tahun cahaya ke arah Horologium.

Kemudian, pada galaksi juga terdapat pita debu gelap yang memanjang di sepanjang spiralnya. Selain Hubble, ALMA juga mengamati galaksi ini. 

Pengamatan Galaksi Spiral IC 1954 di Konstelasi Horologium Selatan

Galaksi ini terletak sekitar 45 juta tahun cahaya, tepatnya di konstelasi Horologium selatan. Robert Innes, seorang astronom dari Skotlandia menemukan galaksi spiral ini pada tahun 1898.

Melansir laman sci-news, galaksi spiral IC 1954 tampak mempunyai batang tengah yang terang. Kemudian pada lengan spiralnya mempunyai bentuk yang berliku-liku. Selain itu, terdapat jalinan awan debu yang gelap. 

IC 1954 berputar lembut di Horologium. Terlihat dari gambar, tampak tenang, dan diklasifikasikan ke dalam. Tidak seperti galaksi aktif lainnya yang dapat menyemburkan jet dan berinteraksi dengan banyak galaksi. 

IC 1954 lebih dikenal sebagai ESO 200-36, IRAS 03300-5204, atau LEDA 13090. Untuk diameternya kurang lebih 20.000 tahun cahaya. 

Grup galaksi IC 1954 atau dikenal spiral LGG 93 terbentuk dari empat galaksi lain. Pengamatan galaksi ini menjadi salah satu dari rangkaian pengamatan dan pemanfaatan kerja dari tim teleskop. 

Teleskop luar angkasa Hubble melakukan pengamatan terhadap sekelompok bintang muda. Hubble menggunakan sinar ultraviolet dan cahaya yang tampak.

Baca Juga: Galaksi I Zwicky 1, Cahaya Bergema dari Balik Lubang Hitam Supermasif

Penggabungan Pengamatan 

Teleskop Atacama Large Millimeter/submillimeter Array atau ALMA memperoleh data dari awan gas dingin. Selain itu, dari cakram tempat bintang-bintang tersebut terbentuk. 

Penggabungan Hubble dengan ALMA merupakan dua set pengamatan yang akan memberikan titik terang kepada para astronom. Sehingga dapat memahami hubungan antara awan gas dingin dengan bintang-bintang muda.

Pengamatan ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian di masa mendatang. Karena akan menggunakan teleskop luar angkasa Jame Webb NASA/ESA/CSA. Kemudian akan mengamati galaksi terdekat dan bagaimana fase awal pembentukan bintang tersebut. 

Menurut European Space Agency (ESA), Hubble dalam memproyeksikan kelompok bintang muda bersama ALMA. Melakukan pengamatan cakram berbentuk bintang dan awan molekul yang dingin. Setelah melakukan pengamatan, maka akan mengumpulkan data. 

Gambar galaksi spiral IC 1954 diambil dari daerah spektrum. Kemudian menggunakan inframerah dekat dengan Wide Field Camera 3 (WFC 3) Hubble dari eksposur terpisah. 

Untuk contoh berbagai panjang gelombang, pengamatan menggunakan lima filter sekaligus. Sehingga dapat menghasilkan warna yang berbeda. Penggunaan filter individu akan diaplikasikan untuk setiap gambar monokromatik yang terkait. 

Baca Juga: Galaksi Arp 195, Berinteraksi dan Tarik Menarik Gravitasi Tiga Arah

Molekular Galaksi

National Radio Astronomy Observatory (NRAO) menyimpulkan jika awan molekular di pusat galaksi spiral IC 1954 cenderung lebih berat, padat, dan bergejolak. Hal ini apabila membandingkannya dengan awan molekular di bagian luar. 

Bahkan di galaksi yang sama, sifat awan molekular berbeda-beda. Jadi, tergantung dari lokasinya. Pengamatan oleh Hubble dapat membantu para astronom untuk mengamati tahap awal pembentukan bintang. Karena gambar awalnya berdasarkan data dari pengamatan optik dan ultraviolet WFC3. 

Para astronom memahami tentang proses astrofisika yang bekerja dalam kelompok galaksi. Kemudian mengamati pengaruhnya terhadap evolusi populasi galaksi. Karena kebanyakan galaksi di alam semesta ini ditemukan dalam kelompok. 

Salah satunya adalah galaksi spiral IC 1954 yang tergabung dengan kelompok LGG 93. Sangat penting untuk mempelajari evolusi galaksi dalam kelompok terdekat. Karena kebanyakan mendominasi galaksi tipe akhir, khususnya populasi bintang pemancar ultravioletnya. 

Tim memperoleh fotometri permukaan galaksi UV. Kemudian memahami morfologi galaksi dengan mencari tanda interaksi dan analisis distribusi energi spektral galaksi. Sehingga dapat menyimpulkan berapa usia luminositas tertimbang galaksi tersebut.  

Kelompok LGG 93 ini kemungkinan akan tervirialisasi. Baik untuk analisis fotometri atau dinamis. Kemudian kelompok ini sepenuhnya dominan galaksi spiral. 

UV dan optik akan berfungsi untuk melakukan analisis kinematik dan dinamis luminositas dari tiap kelompok. Selain itu, berguna untuk evaluasi massa bintang. 

Hasil pengamatan menunjukkan jika galaksi spiral IC 1954 mempunyai morfologi UV yang terdistorsi. Hal tersebut karena interaksi yang sedang berlangsung. Kemudian berdasarkan warnanya menunjukkan jika galaksi ini menampung populasi bintang muda di pinggirannya. (R10/HR Online)

Editor: Jujang