spot_imgspot_img
BerandaBerita BanjarHarga Cabai Rawit di Pasar Banjar Turun Drastis

Harga Cabai Rawit di Pasar Banjar Turun Drastis

- Advertisement -

Harga jual cabai rawit yang biasanya mengalami kenaikan cukup tinggi, kini di pasar Banjar, harganya turun drastis. Para pedagang pun mengeluhkan kondisi ini.

Salah satu pedagang, Tata, mengatakan, sudah hampir satu bulan ini harga cabai rawit di pasar mengalami penurunan, yakni hanya Rp 15 ribu per kilogram.

“Sudah satu bulan terakhir ini harga cabai rawit di pasar mengalami penurunan. Hanya Rp 15 ribu satu kilogramnya,” ujar Tata kepada awak media, Senin (30/8/2021).

Penurunan harga cabai rawit itu, lanjutnya, sangat signifikan. Awalnya, cabai tersebut harganya Rp 50 ribu per kilogramnya.

“Turun drastis sekarang mah. Dari awalnya harga cabai itu Rp 50 ribu, tapi dulu sempat juga harganya naik sampai Rp 120 ribu per kilogram,” tambahnya.

Menurut Tata, penurunan harga cabai itu bisa jadi dipengaruhi oleh faktor cuaca dan banyak orang yang menanam cabai.

“Mungkin bisa jadi karena faktor cuaca dan banyak yang menanam,” ujar dia.

baca juga: Pedagang Tidak Mau Divaksin, Jongkonya di Pasar Banjar Disegel 3 Hari

Harga Bawang Turun

Selain harga cabai rawit yang mengalami penurunan, lanjut Tata, harga jual bawang merah dan bawang putih pun mengalami hal serupa.

“Harga bawang putih sama bawang merah juga sama. Tadinya Rp 30 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp 25 ribu per kilogramnya,” paparnya.

Hal serupa diungkapkan pedagang sayur lainnya, Hj. Emeh Sulimah. Ia mengaku harga cabai kini sedang anjlok.

“Cabai rawit harganya lagi anjlok sekarang aja Rp 15 ribu per kilogramnya. Tadinya Rp 50 ribu. Sudah satu bulan anjloknya,” ucap Emeh Sulimah.

Lanjut Emeh, penurunan harga cabai itu berbanding terbalik dengan harga tomat yang mengalami kenaikan harga.

“Tapi yang sekarang lagi mahal itu tomat, per kilonya Rp 18 ribu. Harga biasanya cuma Rp 5 ribu,” tuturnya.

Meski mengalami kenaikan harga, ia tidak mengetahui apa penyebab hal itu bisa terjadi. “Saya nggak tau apa penyebab kenaikan harganya. Cuma itu terjadi sejak bulan haji kemarin sampi sekarang,” pungkasnya. (Sandi/R6/HR-Online)

- Advertisement -
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -

Related News

- Advertisement -