Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBerita TerbaruIndikator Alami Asam Basa, Menggunakan Ekstrak Tumbuh-Tumbuhan

Indikator Alami Asam Basa, Menggunakan Ekstrak Tumbuh-Tumbuhan

Indikator alami asam basa yang dapat memberikan warna tertentu. Indikator adalah suatu senyawa kompleks yang dapat memberikan reaksinya dengan senyawa asam basa. Penggunaan senyawa untuk mengetahui jenis suatu larutan.

Bahkan untuk mengetahui nilai pH dari suatu larutan. Secara umum penggunaan indikator dengan mencampurkan larutannya. Kemudian melakukan tes dengan larutan indikator. Perubahan warna yang terjadi tersebut sesuai dengan kisaran warna dari pH indikator.

Melansir Wikipedia, indikator asam-basa atau menyebutnya dengan Indikator pH. Senyawa halokromik yang ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam sampel. Umumnya merupakan larutan yang akan memberikan warna. Tentunya sesuai dengan kondisi pH larutan tersebut. Beberapa dari indikator juga terbuat dari bahan alami.

Baca Juga: Titrasi Asam Basa, Pengertian, Cara Kerja dan Kegunaannya

Jenis Indikator Alami Asam Basa

Sesuai dengan namanya indikator ini terdapat di alam. Bahkan pada beberapa bahan yang terdapat di sekitar lingkungan. Sehingga akan lebih mudah membuatnya atau memanfaatkannya. Terlebih untuk dapat mengekstrak bahan alami tersebut.

Seperti halnya dengan indikator buatan. Maka indikator alami juga mengubah warna larutan yang meneteskannya. Dengan beberapa contohnya bahan alami yang bisa digunakan. Untuk melakukan pengujian keasaman atau kebasaan larutan.

Tumbuh-tumbuhan atau jenis tanaman dapat menjadikannya sebagai sebagai indikator alami. Seperti halnya kol ungu, kulit manggis, bunga sepatu, dan bunga bougenville. Selain itu bunga pacar air, dan juga kunyit.

Syarat dapat atau tidaknya suatu tanaman yang menjadikan sebagai indikator alami asam basa. Dengan terjadinya perubahan warna. Apabila mengekstraknya dengan tetesan pada larutan asam maupun basa.

Tak sedikit tumbuhan yang mempunyai kandungan zat kimia. Zat tersebut berasal dari famili antosianin dengan warna yang alami. Memiliki warna merah pada larutan asam, sedangkan biru pada larutan basa.

Kemudian, antosianin bisa diekstrak memakai air maupun pelarut lainnya. Tentunya dari banyaknya tumbuhan berwarna maupun bagian tumbuhan. Termasuk daun, bunga, berry, dan batang.  Ekstraksi antosianin juga berasal dari tanaman rumah tangga. terutama pada kubis merah.

Untuk membentuk indikator pH mentah merupakan pengantar kimia demonstrasi yang populer. Ekstrak beberapa bahan tersebut dapat memberikan warna yang berlainan. Apabila pada larutan asam maupun larutan basa.

Baca Juga: Sifat Asam Amino dan Pengertiannya Lengkap dengan Klasifikasi

Contoh Indikator Alami

Sebagai contoh indikator alami asam basa dengan menggunakan kulit manggis. Pada warna kulit manggis dalam kondisi netral adalah ungu. Kemudian membagi ekstrak kulit manggis menjadi dua. Masing-masing mendapatkan tetesan dari larutan asam dan larutan basa.

Pada larutan asam, nantinya akan ada perubahan dari warna ungu menjadi sedikit kemerah-merahan. Sementara pada larutan basa akan terjadi perubahan warnanya dari ungu menjadi biru kehitaman. Sehingga pada penggunaan ekstrak kulit manggis juga sebagai indikator alami.

Contoh lainnya dengan menggunakan kol ungu sebagai indikator asam basa. Kol ungu akan mengalami perubahan warnanya. Nantinya akan menjadi merah muda dalam asam. Sedangkan warna biru muda dalam larutan basa.

Kemudian juga dapat memilih menggunakan kunyit sebagai indikator pH. Kunyit juga dapat memberikan perubahan warnanya. Nantinya menjadi kuning dalam asam. Sedangkan menjadi warna krem apabila dalam larutan basa.

Bahan lainnya yang dapat digunakan yaitu bunga bougenville. Bunga ini akan berubah menjadi berwarna merah muda pada larutan asam. Sedangkan akan menjadi berwarna nila dalam larutan basa.

Pembuatan Indikator Alami

Pembuatan indikator alami asam basa dapat dilakukan dengan mudah. Secara umum pembuatannya dengan menggunakan beberapa ekstrak bahan alami. Kemudian mencampurkannya dalam air.

Sehingga akan dapat membentuk larutan. Berikut ini ada beberapa bahan yang dapat menjadikan sebagai indikator alami.

Dengan mengambil beberapa helai bunga sepatu. Beberapa helai mahkota bunga sepatu yang dengan warna merah. Menumbuk dalam lumpang dengan sedikit air. Kemudian saring ekstrak mahkota bunga merah tersebut.

Ambil kol merah yang masih segar secukupnya dan menghaluskannya. Rebus kol merah tersebut selama 10 menit. Kemudian dinginkan air kol merah dan saringlah.

Kunyit yang telah dibersihkan dan memarutnya. Saring ekstrak atau parutan kunyit dengan alkohol menggunakan kain.

Ambil bayam merah kecil-kecil dan mengirisnya. Rendam dalam air yang sudah dipanaskan dan menunggu sampai air berwarna ungu. Kemudian saring dan diamkan sampai dingin. Apabila tidak digunakan dapat menyimpannya dalam lemari es.

Indikator alami asam basa yang terdapat di lingkungan sekitar. Sehingga akan lebih mudah membuatnya atau memanfaatkannya. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -

Berita Terbaru