Senin, Februari 6, 2023
BerandaBerita TerbaruIsmail Marzuki, Pencipta Halo-halo Bandung yang Memikat Istri dengan Lagu

Ismail Marzuki, Pencipta Halo-halo Bandung yang Memikat Istri dengan Lagu

Ismail Marzuki merupakan pesohor dalam catatan sejarah musik Indonesia yang hidup pada tahun 1900-an. Pribadi yang selalu tampil parlente, dan klimis ini, ternyata berasal dari keluarga Betawi yang sangat taat pada agama. Perjalanan karir musiknya pun tak lepas dari kaidah-kaidah sopan, santun dan menarik setiap pendengarnya.

Sejarah musik Indonesia mencatat Ismail Marzuki sebagai figur yang kreatif dan romantis. Ia juga terkenal sebagai pencipta lagu-lagu perjuangan, seperti Gugur Bunga, Halo-halo Bandung, dan Rayuan Pulau Kelapa.

Siapa sangka, ternyata Ismail Marzuki pernah memikat seorang gadis asal Sunda dengan menggunakan lagu yang romantis.

Adapun artikel ini bermaksud untuk menjelaskan bagaimana sejarah musik Indonesia pada zaman Ismail Marzuki, namun lebih tepatnya akan menyoroti bagaimana peran musik dalam hubungan rumah tangga komponis legendaris Ismail Marzuki dengan Eulis, gadis menawan asal kota kembang. Berikut adalah beberapa kisah menarik tentangnya.

Eulis Zuraida, Gadis Asal Kota Kembang yang Terpikat Lagu Ciptaan Ismail Marzuki

Saat itu Eulis Zuraida dikenal sebagai pesohor di Bandung. Eulis pernah satu klub musik bersama Ismail Marzuki, bahkan satu panggung. Eulis juga adalah seorang istri yang cantik bagi Ismail Marzuki yang pernah terpikat oleh lagu-lagu ciptaan suaminya kala muda.

Buku Ninok Laksono berjudul, “Seabad Ismail Marzuki: Senandung Melintas Zaman”, (2014: 43), mengungkapkan bahwa, “Panon Hideung”adalah judul lagu yang disadur oleh Ismail dari komponis Rusia yang berjudul “Orchie Cherniye”.

Baca Juga: Profil Ismail Marzuki, Berjuang Demi Kemerdekaan Melalui Melodi

Lagu Panon Hideung, merupakan lagu persembahan Ismail untuk Eulis, pada saat muda. Ismail mengarang lagu tersebut dengan pesan dan makna khusus yang ada di dalamnya. Dari peristiwa inilah maka Eulis jatuh cinta pada sang komponis legenda itu.

Mengalihkan Lirik Lagu Rusia Ke Bahasa Sunda

Sebagaimana lagu untuk Eulis berjudul “Panon Hideung”, ternyata lirik aslinya berbahasa Rusia. Ismail terinspirasi mengubah lirik Rusia ke dalam bahasa Sunda agar Eulis bisa lebih mengerti.

Adapun judul yang menggambarkan mata hitam, merupakan perumpamaan yang romantis untuk menggambarkan Eulis gadis menawan asal Bandung itu.

Dengan rela dan suka hati, Ismail Marzuki mengganti lirik Rusia dengan menggunakan bahasa Sunda. Inilah bukti cinta Ismail sang komponis Indonesia untuk istri termanisnya itu. Sangat romantis bukan? Ismail adalah salah satu sosok laki-laki yang pandai mengubah suasana menjadi romantis.

Bertemu Eulis Pertama kali di Klub Musik Kota Bandung

Dalam catatan sumber yang sama, ternyata pertemuan pertama Ismail Marzuki dan Eulis terjadi di suatu acara klub musik di Kota Bandung. Eulis sendiri merupakan seorang penyanyi keroncong di Orkes Hwa An, dan penembang lagu Sunda yang cukup populer pada zamannya.

Pertemuannya dengan Ismail, terjadi ketika panitia orkestra klub musik Bandung, memasangkan Eulis dengan Ismail dalam satu panggung. Mereka berdua membawakan lagu romantis, Eulis sebagai penyinya, sementara Ismail mengiringinya dengan menggunakan gitar.

Awal Jatuh Cinta di Kapal Menuju Singapura

Eulis mengenang awal ia jatuh cinta pada Ismail Marzuki saat berada di Kapal pesiar yang berlayar menuju Singapura. Mereka berdua mendapatkan undangan dari luar negeri untuk menghibur para penggemar musik Indonesia di Singapura.

Baca Juga: Mengenal Bondan Nusantara, Maestro Seni Pertunjukan Ketoprak

Awalnya Eulis dan Ismail duduk berjauhan, namun Eulis yang tak kuat naik kapal mabuk laut hingga muntah-muntah. Saat itu, Ismail datang dengan membawakan sapu tangan miliknya dan mengelap keringat dingin di wajah Eulis. Dari situlah kemudian Eulis jatuh cinta untuk pertama kalinya pada Ismail Marzuki, Eulis kemudian memanggil Ismal dengan panggilan Aa.

Orang Tua Tak Menyetujui Hubungan Eulis dan Ismail

Awalnya orang tua Eulis tak menyetujui hubungannya dengan Ismail Marzuki. Sehingga orang tua Eulis pun menjodohkannya dengan lelaki pilihan sang ibu. Saat masih berusia 16 tahun, orang tua Eulis menjodohkannya dengan salah satu pria yang masih sanak keluarganya.

Namun Eulis yang memiliki pikiran modern, tidak mau menerima perjodohan ibunya. Eulis tak ingin menikah cepat dengan lelaki yang bahkan masih saudara dekatnya itu. Ia pernah kabur dari rumah dan tak kembali. Musik adalah salah satu pelarian yang nyaman, Eulis memilih musik hingga bertemu dengan kekasih hatinya.

Eulis dan Ismail pun menikah pada tahun 1940. Ketika itu, orang tua Eulis menyetujui pernikahannya dengan Ismail, dengan alasan kebahagiaan. Akhirnya Ismail memboyong Eulis ke Jakarta.

Baca juga: Ismail Marzuki Jadi Google Doodle, Ini Kisah Cintanya yang Romantis

Mereka tinggal di kontrakan yang tak jauh dari kota, pasangan romantis ini pun hidup bahagia dan memiliki pendapatan ekonomi yang baik. Hal ini karena suami Eulis saat itu masuk dalam kategori artis ternama di Indonesia.

Begitulah sejarah musik Indonesia yang sangat luas. Salah satu yang menarik dalam catatannya adalah kisah Ismail Marzuki sang komponis legenda milik Indonesia.

Bagi Ismail Marzuki, musik adalah harga diri seorang laki-laki yang harus dijaga sampai mati. Musik juga ia gunakan untuk memikat cinta dari kejauhan. Ismail menyebut fenomena tersebut sebagai kesaktian lirik. (Erik/R7/HR-Online)