Senin, Oktober 18, 2021
BerandaGaya HidupMacam-Macam Dosa Jariyah, Waspadai Adanya Sayyi'ah Saat Bertingkah

Macam-Macam Dosa Jariyah, Waspadai Adanya Sayyi’ah Saat Bertingkah

Macam-macam dosa jariyah kadangkala menjadi hal sepele yang banyak orang meremehkannya. Padahal jika kita telusur lebih dalam, tindakan dosa jariyah tersebut bisa menjadi salah satu penghalang tercapainya surga.

Baca juga: Perbedaan Syirik dan Musyrik, Dosa Besar yang Tidak Diampuni Allah

Islam mengajarkan banyak hal yang bisa membawa kita menuju ketentraman di dua alam sekaligus. 

Ada ajaran yang bisa kita implementasikan untuk mengalirkan pahala di setiap sisi kehidupan. Ada juga aktivitas yang dapat kita lakukan untuk menghindarkan dari berbagai kemaksiatan. Salah satunya yakni dengan memahami berbagai macam perbuatan yang bisa mendatangkan dosa jariyah.

Sebab hanya dengan pemahaman yang mendalam kita bisa mengamalkan suatu ajaran. Artinya, jika hal tersebut perintah kita akan mengerjakannya sebagai ibadah, dan apabila larangan kita bisa bisa meninggalkannya sebagaimana Islam ajarkan.

Pengertian dan Macam-Macam Dosa Jariyah

Mungkin kita sudah kerap mendengar tentang apa itu amal jariyah, yakni amalan shalih yang bisa mengalirkan pahala meski sudah meninggal sekalipun.

Akan tetapi mengenai sebaliknya, yaitu ‘dosa jariyah’, masih kemungkinan asing di telinga. Kata ‘jariyah’ sendiri berasal dari bahasa Arab ‘Jaraya‘ yang artinya terus, mengalir atau tetap berlaku.

Sehingga dosa jariyah ini bisa kita definisikan sebagai suatu amal sayyi’ah (kesalahan, tindakan buruk) yang bisa mendatangkan dosa sekaligus mudharat meski orang tersebut telah meninggal dunia. Artinya, dosa-dosa tersebut tetap mengalir adanya.

Seperti halnya amal jariyah, ada banyak macam-macam dosa jariyah yang harus kita hindari. Tidak pria atau wanita, baik itu muda atau tua, jika telah melanggar larangan ini, maka dosa mengalir tetap akan menyertai.

Tentunya kita tidak ingin menjadi orang-orang yang merugi di akhirat kelak, sehingga ada baiknya jika kita bersama-sama mengupas tuntas apa saja sayyi’ah jariyah ini.

Dalil yang Merujuk Adanya Dosa Jariyah

Sebagaimana ajaran yang lainnya, Islam tidak akan memerintahkan pada umat melainkan ada rujukan yang akurat. Seperti halnya dalam anjuran untuk meninggalkan macam-macam dosa jariyah. Dalam kitab Al-quran Surat Al-Ankabut ayat 12-13, Allah berfirman yang artinya,

“Berkatalah para orang kafir kepada orang beriman, ‘Sertailah jejak kami, dan kelak akan kami tanggung pula dosamu, mereka tidak akan pernah mampu sendirian dalam menyangga beban dosa-dosanya. Sungguh mereka termasuk dalam sebenar-benarnya pendusta.” (12)

“Dan sungguh mereka akan menanggung segala dosa mereka dan dosa-dosa yang lainnya yang bukan beban dosa mereka, dan sungguh kelak mereka akan mendapat pertanyaan di yaumul qiyamah mengenai apa yang mereka tangani.” (13)

Dari kedua ayat tersebut, masih ada rujukan lain mengenai macam-macam dosa jariyah yang perlu kita hindari. Rujukan tersebut dari Al Imam Ghazali dalam kitabnya, kitab Ihya’ Ulumuddin.

Baca juga: Amalan Penghapus Dosa, Lakukan untuk Mengurangi Kesalahan

“Sesungguhnya termasuk golongan orang beruntung apabila wafat lalu ikut terputus pula dosanya. Dan termasuk kumpulan umat yang celaka apabila meninggal akan tetapi ganjaran dosanya tetap mengalir tanpa henti dari dirinya.”

Firman Allah Quran Surat An-Nahl ayat 25, yang bunyi artinya, “Perkataannya membuat mereka harus menanggung beban dosa dengan sepenuh-penuhnya di hari kiamat, juga menanggung sebagian dosa dari orang-orang yang telah mereka sesatkan, yang tidak mengetahui barang sedikit saja (apabila telah mereka sesatkan).”

Dari adanya beberapa dalil di atas, akibat dari melakukan dosa jariyah semakin melebar. Pelaku akan itu menanggung dosa dari orang-orang yang mengikutinya, sekalipun si pelaku sudah tidak melakukannya. Wallahu’alam bishawab.

Lantas apa saja yang termasuk macam-macam dosa jariyah itu? Lebih jelasnya, kita lanjut telusur artikel di bawah ini.

Pelopor Kegiatan Maksiat

Dalam sebuah hadits riwayat shahih muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda:,

“Barangsiapa menjadi pembaharu suatu tindakan buruk dalam Islam, kelak ia akan menanggung ganjaran berupa dosa dari keburukan tersebut, juga dosa masing-masing orang yang turut melakukan tindakan itu bersebab dari perbuatannya, tanpa ada dispensasi barang sedikit saja dosa mereka.”

Di dalam hadits lain, Rasulullah saw juga bersabda yang bunyinya, “Tidaklah tiap nyawa yang terbunuh dengan cara zalim, selain dari Qabil (putra pertama Adam) memperoleh sebagian dari beban dosa pelampiasan sebagai manusia pertama yang mengajarkan tindak pembunuhan.” (Hadits riwayat Muttafaqun alaih).

Dari kedua hadist tersebut bisa kita simpulkan bahwa macam-macam dosa jariyah yang pertama adalah pelopor tindak kejahatan atau segala jenis kemaksiatan. Mereka para inisiator maksiat akan memperoleh dosa jariyah karena telah menciptakan suatu ladang sayyi’ah sekaligus menginisiatif orang lain untuk meniru perbuatan tersebut.

Meski tidak sampai mengajak untuk melakukan, akan tetapi orang lain yang mengetahui menjadi tertarik, tetap saja akan mengalirkan dosa pada sang pemrakarsa. Jelasnya, perbuatan dosa tersebut telah menginspirasi manusia lainnya.

Mengajak Orang Lain Kepada Kemaksiatan

Macam-macam dosa jariyah yang selanjutnya adalah menawarkan kepada orang lain untuk berbuat suatu tindakan maksiat. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Imam Mujahid pernah berkata,

“Mereka akan memikul beban (dosa) dirinya sendiri sekaligus beban (dosa) orang yang mengikuti langkahnya. Mereka tidak akan menerima sedikitpun pengurangan azab karena dosa orang-orang yang telah mengikuti jejaknya.”

Dalam kondisi ini, seseorang meski bukan pelopor suatu tindak kemaksiatan, akan tetapi mengajak, mempengaruhi atau mengiming-imingi orang lain untuk melakukannya, maka ia telah termasuk melaksanakan satu dari macam-macam dosa jariyah tersebut.

Baca juga: Menangis Saat Shalat Ternyata Berbahaya, Simak Penjelasannya

Firman Allah SWT Quran Surat An-Nahl yang sudah kita bahas sebelumnya juga bisa menjadi rujukan tentang jenis dosa jariyah ini. Allah SWT menceritakan tentang kondisi kaum kafir kelak di akhirat yang akan bertanggung jawab atas kekufurannya sendiri, sekaligus dosa atas orang yang telah mereka sesatkan.

Lebih mengerikannya lagi, sekalipun mereka sudah berhenti melakukan kemaksiatan, namun orang yang telah mereka ajak belum meninggalkan, dosa tetap menimpanya sebagai ganjaran.

Menyediakan Sarana Prasarana untuk Kemaksiatan

Macam-macam dosa jariyah tidak hanya hadir dalam konteks non-fisik, akan tetapi dari segi fisik pun ada yang termasuk dari amal sayyi’ah jariyah. Mereka yang telah mewariskan atsar (jejak) untuk perbuatan maksiat.

Sebagaimana Firman Allah SWT Quran Surat Yasiin ayat 12, “Sungguh akan kami hidupkan orang yang telah mati dan akan Kami catat mengenai apa saja yang telah mereka kerjakan beserta jejak yang mereka wariskan. Segala sesuatu telah Kami himpun dalam suatu Kitab Induk yang nyata (Lauhul Mahfuzh).

Jejak disini bisa kita simpulkan, sebagai apa-apa yang telah kita tinggalkan di dunia. Contohnya adalah ketika seseorang wafat dengan meninggalkan sebuah tempat yang kerap menjadi tongkrongan maksiat (judi, togel, miras dan lain-lain).

Hal yang demikian itu sudah termasuk dalam kategori macam-macam dosa jariyah. Terlebih jika ada banyak orang yang menggunakan lokasi maksiat itu. Bukan salah lagi apabila sang pembuka lokalisasi ikut menanggung dosanya.

Mengedarkan Konten Ilegal

Jenis dan macam-macam dosa jariyah ternyata juga bisa berasal dari dunia maya. Dulunya, dosa jariyah tidak akan muncul semarak zaman modern seperti sekarang ini.

Akan tetap seiring kemudahan teknologi, dunia siber menjadi salah satu media yang banyak mendatangkan dosa jariyah. Dengan demikian, tentunya manusia semakin mudah terperosok dalam palung kemaksiatan.

Contoh nyata macam-macam dosa jariyah adalah para pengedar konten ilegal di internet maupun medsos. Mereka para pelaku kerap tidak menyadari bahwa perbuatannya hanya semakin memperbanyak pundi-pundi dosa yang akan mereka pertanggungjawabkan.

Konten tersebut tidak hanya berupa aplikasi software, tetapi juga musik, video, buku, atau apapun itu yang jelas tersebar tanpa adanya izin. Dosa akan tetap mengalir apabila masih ada orang yang mengunduh, menyebarluaskan atau melakukan pembajakan konten tersebut.

Macam-macam dosa jariyah inilah yang perlu perhatian ekstra dari kita. Sebab, tentunya kehidupan kita kali ini tidak bisa jauh dari dunia cyber. Kewaspadaan kita terhadap konten-konten harus lebih terjaga dari biasanya.

Tidak Menutup Aurat

Baik pria maupun wanita yang hobi dengan memamerkan auratnya, sesungguhnya dia sedang menabung ganjaran azab. Karena hal tersebut juga termasuk macam-macam dosa jariyah. Menutup aurat adalah mutlak keharusan bagi setiap umat Islam.

Dalam sebuah hadist riwayat Abu Sa’id Al Khundury, Nabi Muhammad saw pernah bersabda, “Aurat laki-laki yaitu dari pusar hingga lutut (bagian bawah), sementara aurat perempuan adalah seluruh anggota badan selain wajah dan telapak tangan.”

Dari hadist tersebut bisa kita tarik sebuah penjelasan, bilamana seseorang tidak menutup auratnya sedangkan ada orang lain yang bukan mahram melihat, maka telah mengalir dosa pada seseorang itu.

Baca juga: Puasa Sunnah Tasu’a, Berikut Penjelasan Niat Beserta Keutamaannya

Umat Islam masih awam tentang macam-macam dosa jariyah yang satu ini. Itulah mengapa masih banyak kita temui para perempuan yang telanjang dalam berpakaian.

Melakukan Kesyirikan

Syirik merupakan suatu perbuatan yang menyekutukan Allah. Ada banyak hal yang termasuk perbuatan syirik, hanya saja kerap tidak kita sadari.

Di antara dosa-dosa lainnya, maka dosa syirik inilah yang tidak akan Allah ampuni. Itulah mengapa, syirik bisa dianggap menjadi salah satu dari macam-macam dosa jariyah.

Kerugian atas perbuatan syirik ini banyak sekali. Sebagaimana merujuk dari sabda Rasulullah yang termaktub dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad, yang berbunyi,

“Barangsiapa datang dan percaya akan para peramal lalu mempertanyakan sesuatu padanya, maka akan tertolak ibadah shalatnya selama 40 hari.”

Bukan hanya sampai di situ, ibadah lain seperti puasa maka tidak akan sampai pahalanya, ketika melakukan sedekah tidak akan kembali kebaikan sedekahnya. Mirisnya, bisa percuma saja amalan shalih yang telah mereka kerjakan.

Macam-Macam Dosa Jariyah Lainnya

Terlebih untuk para perempuan, mereka kerap sekali abai dengan larangan untuk berhias dan menjauhi berduaan dengan lawan jenis. Padahal jika mengetahui akibat dari melakukan dosa jariyah ini, barangkali mereka akan segera menjauhkan diri.

Allah SWT akan mengazab perempuan yang menyambung rambut, mencukur alis dan mentato bagian tubuhnya. Lalu, berdua-duaan dengan lawan jenis akan menyertai pihak ketiga yaitu setan.

Baca juga: Puasa Sunnah di Bulan Muharram Memiliki Keutamaan dan Pahala Besar

Terlihat umum dan biasa, kenyataannya hal tersebut merupakan maksiat yang akan mengalirkan dosa yang tiada hentinya.

Sebagai seorang muslim yang baik sudah sepantasnya kita mempelajari tentang apa saja yang termasuk macam-macam dosa jariyah. Hal ini sangat bisa menolong kita, terlebih dalam hal kekhusyukan ibadah.

Dalam perjalanan hidup kita berdampingan dengan kebaikan sekaligus keburukan. Itulah mengapa syariat islam sangat kita butuhkan sehingga derajat taqwa bisa kita dapatkan.

Semoga kita bisa segera mengamalkan apa yang telah kita bahas kali ini, dan terhindar dari segala macam-macam dosa jariyah. Aamiin ya rabb. Wallahu a’lam bishawab. (R10/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img